Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Karma Itu Nyata


__ADS_3

Kediaman Yobelia ....


Saat ini Yobelia tengah memasak untuk suaminya, Danny. Tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada yang meneleponnya. Dengan cepat, Yobelia mengecilkan api dan meraih ponsel yang berada di atas meja pantry.


Dia cukup celingukan melihat keadaan sekitar setelah melihat nomor peneleponnya yang tidak lain adalah orang suruhannya. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, dia segera mengangkat ponselnya. Sebelum berbicara, dia menempelkan ponsel di telinganya.


Telepon terhubung!


"Hallo, Bos," terdengar suara seorang pria di seberang telepon.


"Ada apa? Apa kalian sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan?" tanya Yobelia sembari memasak.


"Sudah, Bos. Ada masalah besar, Bos. Sepertinya kita tidak bisa melukai Luciano," jelas anak buahnya.


"Kenapa tidak, masalah besar apa?" tanya Yobelia.


"Bagaimana jika kita bicara secara langsung saja, Bos. Sebab ini masalah besar, saya takut ada yang mendengar ini bisa gawat," jelas anak buah Yobelia.


"Baiklah, kita bertemu di tempat biasa! Kita bertemu satu jam lagi," ujar Yobelia.


"Baik, Bos."


"Tutt!" Yobelia menutup teleponnya.


Telepon terputus!


Tanpa Yobelia sadari, Danny sudah berada di dapur. Dia melihat istrinya yang baru saja berbicara di telepon. Akhir-akhir ini Danny sudah menaruh curiga pada Yobelia, sejak saat itulah, Danny mulai memantau aktivitas istrinya tanpa sepengetahuannya.


"Ekhem!" Danny berdehem dan membuat Yobelia melempar spatula yang tengah dia pegang karena terkejut.

__ADS_1


Sudah jelas, dengan reaksinya yang seperti ini membuat Danny semakin yakin jika ada sesuatu yang Yobelia sembunyikan darinya. Namun, lagi-lagi Yobelia berpura-pura tidak terjadi sesuatu. Dia pun membalikkan badannya dan tersenyum pada suaminya.


"Mas ini kebiasaan sekali membuatku kaget. Untung saja makanan ini tidak ikutan kulempar," kekeh Yobelia dengan menyembunyikan sesuatu.


"Oh iya, aku membuatku terkejut? Padahal sedari tadi saat kau bicara di telepon pun aku sudah berdiri di sini," skak Danny.


Mendengar itu, wajah Yobelia langsung merona. Sejenak diam disertai kegugupannya. Bola matanya menatap ke sana ke mari menunjukkan jika dia memang gelisah. "Apa? Mas di sini sudah lama?" Yobelia membulatkan kedua matanya dengan sempurna.


Danny menanggapinya dengan anggukan. "Apa Mas mendengar pembicaraanku saat di telepon?" tanya Yobelia.


"Tentu saja," jawab Danny dengan singkat.


Deg!


Seketika jantungnya mendadak berhenti setelah mendengar ucapan suaminya. 'Gawat! Rencanaku bisa gagal jika Danny mengetahuinya!'


Tak!


"Apa? Bercanda? Jadi, Mas mengerjaiku?" Yobelia mengerutkan keningnya.


"Iya. Kau tahu, melihat reaksimu yang tegang dan panik seperti ini membuatku ingin terus tertawa. Kau benar-benar sangat lucu dan menggemaskan," kekeh Danny.


"Mas, itu tidak lucu!" Yobelia mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, baiklah. Maafkan aku ya, abisnya sih suami nungguin lama dari tadi dibiarkan saja dan asyik masak," timpal Danny sembari memegang kedua tangan Yobelia.


"Ya mana aku tahu, jika Mas ada di belakangku. Sudah jangan membuatku bete, Mas. Ayo kita makan siang saja dulu. Setelah ini aku mau pergi bersama teman-temanku." Yobelia segera menyajikan masakannya dan membawanya ke meja makan.


Danny hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. Dia pun menuruti perkataan istrinya. Pria itu pun duduk berhadapan dengan Yobelia yang sudah duduk lebih dulu.

__ADS_1


Tanpa menunggu perintah, Yobelia segera menuangkan makanan ke piring Danny dan memberikannya. "Makan yang banyak ya, Mas. Biar tubuh Mas makin berisi dan makin seksi." Yobelia mengedipkan sebelah mata pada suaminya.


"Iya, Sayang. Aku akan makan banyak dan olahraga yang rutin biar tubuhku seksi seperti yang kau inginkan," ujar Danny diakhiri dengan senyuman.


"Ya sudah, silakan cicipi. Selamat makan," ucap Yobelia.


Danny mengangguk dan segera mencicipi makanan buatan istrinya. Begitupun dengan Yobelia, dia pun makan tanpa berbicara sepatah katapun lagi. Yang ada dipikirannya hanyalah rencana balas dendam pada Melissa.


Setelah kurang lebih satu jam, Yobelia berpamitan pada suaminya untuk pergi dengan alasan ingin hang out bersama teman-temannya padahal, pada kenyataannya, dia hendak menemui anak buahnya yang sudah dia bebaskan dari penjara beberapa bulan yang lalu. Tanpa membuang waktu, Yobelia keluar dari rumah dan segera masuk mobil. Kemudian dia langsung menancap pedal gas dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


Tanpa Yobelia ketahui, Danny sudah siap siaga berada di belakang mobil istrinya. Dia sudah curiga tentang istrinya itu. Pria ini tidak ingin melihat istrinya melakukan tindak kriminal.


****


Selang beberapa menit kemudian, mobil Yobelia sudah sampai di depan gedung yang sudah lama kosong. Tanpa berlama-lama lagi, dia keluar dari mobil dan berjalan memasuki gedung itu. Sementara itu, Danny masih menunggu di luar sampai istrinya benar-benar masuk ke gedung itu. Setelah itu barulah, dia masuk dengan langkah kaki yang begitu pelan agar tidak menimbulkan suara.


Danny sedikit kebingungan mencari keberadaan istrinya. Namun, tiba-tiba dia mendengar suara seseorang sedang mengobrol di salah satu ruangan. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Danny berjalan menuju ruangan itu.


Sesampainya di depan ruangan itu, dia mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit. Alangkah terkejutnya dia begitu melihat istrinya sudah melucuti pakaiannya dan bermain bersama tiga pria kekar dan menakutkan itu. Dia merasa disambar petir di siang bolong, hatinya sakit melihat kelakuan istrinya yang begitu biadab itu.


Kini Danny merasakan apa yang Melissa rasakan pada malam itu, yang di mana Danny sedang bermain bersama Yobelia di ruang kerjaannya. Dia baru menyadari jika karma itu nyata. Setelah ini barulah dia menyesal karena telah membuang istrinya yang begitu tulus, setia seperti Melissa demi sebuah batu kerikil yang hina itu.


Ingin rasanya Danny menghajar ketiga pria itu termasuk istrinya sendiri. Akan tetapi, dia mengurungkan niatnya karena dia ingin tahu apa alasan Yobelia mengkhianatinya dengan tidur bersama tiga pria sekaligus. Dengan hatinya yang terasa perih bak ditusuk-tusuk jarum itu pun, dia menyaksikan setiap gerakan dan berbagai gaya yang istrinya lakukan sama ketiga pria itu dengan mata kepalanya sendiri.


Air matanya pun tak kunjung berhenti menetes. Matanya sakit melihat pemandangan yang begitu menjijikan itu. Sehingga setelah kurang lebih 47 menit istrinya melakukan itu, mereka berempat pun menyudahi permainannya.


Inilah yang Danny tunggu-tunggu, dia melihat dengan seksama. Salah satu pria yang bertubuh kekar itu mengambil sesuatu dalam tasnya berupa amplop berwarna coklat. Kemudian pria itu memberikan pada Yobelia yang tengah memakai pakaiannya kembali.


Danny melihat dengan sangat jelas jika istrinya tampak sangat senang. Dia mengambil amplop itu dan membukanya. Namun, begitu dia membuka isi amplopnya alangkah terkejutnya dia saat melihat isi dari amplop berwarna coklat kembali. Sementara itu, Danny hanya penasaran dengan isi amplopnya itu. Kira-kira apa isi amplop tersebut sampai istrinya sampai terkejut seperti itu?

__ADS_1


****


__ADS_2