Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Ini Baru Awal, Mas.


__ADS_3

Happy reading.....


Brakk!


Danny membuka pintu rumahnya dengan sangat keras. Melissa yang mendengar itu langsung berlari ke arah suaminya. Dia melihat wajah suaminya begitu kusut dan pakaiannya berantakan.


"Mas, kamu udah pulang? Kenapa kau terlihat kacau begini? Apa yang terjadi, Mas?" Melissa memasang wajah yang penuh kecemasan.


Namun, dalam hati Melissa dia sangat senang melihat suaminya seperti ini. Ini baru awal dari pembalasannya tapi, Danny sudah sefrustasi ini. 'Ini baru langkah awal, Mas. Kamu harus persiapkan mentalmu untuk pembalasanku yang akan datang. Tidak adil rasanya jika kau sudah menyerah secepat ini. Aku ingin kau benar-benar hancur dan menyesali setiap apa yang kau lakukan padaku.'


"Jangan tanyakan apapun, hari ini aku sedang pusing." Danny pergi melewati istrinya.


Danny berjalan menuju ruang tengah. Dia menjatuhkan tubuhnya di sofa panjang dengan wajah di tutupi lengannya. Melissa yang melihat suaminya seperti itu, langsung menghampirinya dan berpura-pura menjadi istri yang baik.


Melissa berjongkok dan menatap wajah kusut suaminya. "Ada apa dengan suami tampanku ini? Apa kau sakit, Mas?" Melissa menempelkan telapak tangannya di dahi suaminya.

__ADS_1


Danny menoleh ke arah istrinya. "Aku dipecat!" jawabnya dengan tegas.


"Apa! Mas dipecat!" Melissa memasang wajah yang kaget seakan-akan dia benar-benar terkejut. Padahal dia sudah mengetahui ini sebelum suaminya dipecat.


"Apa kau puas? Ini 'kan yang kau mau? Kau ingin melihat suamimu jatuh sejatuh-jatuhnya bukan?" Danny duduk dan menatap tajam istrinya. Dia menunjukkan kekesalannya.


'Rupanya kau belum berubah juga, Mas! Ternyata keputusanku untuk balas dendam adalah keputusan yang sangat tepat.'


"Mas, kenapa bicara seperti itu? Bagaimana mungkin aku ingin melihatmu jatuh? Mas, lihat mataku!" Melihat menangkup kedua pipi suaminya.


Danny menatap dalam istrinya, lalu Melissa tersenyum penuh misteri. 'Lihatlah api balas dendam di mataku, Mas! Lihatlah, mata yang selalu bersinar penuh cinta kini berubah menjadi sebuah percikan api yang akan menghanguskan hidupmu!'


Danny hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. Namun, Melissa melihat ada sedikit rasa bersalah dan menyesal di mata suaminya. Melissa tersenyum seraya beranjak dari duduknya. Dia mengitari sofa dan memijat kepala suaminya.


'Aku tahu Mas, kau sudah mulai merasa bersalah dan menyesalinya. Tapi, apa gunanya? Aku akan tetap bercerai denganmu. Hanya saja, untuk saat ini aku ingin melihatmu semenderita mungkin. Aku ingin kau dipandang sebelah mata oleh semua orang. Aku ingin keluargamu merasa sangat malu memiliki anak sepertimu.'

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah pijatanku enak?" tanya Melissa dengan lembut.


"Iya, Mel. Pijatanmu selalu enak," jawab Danny.


"Benarkah? Lebih enak aku atau Belia?" sindir Melissa.


"Hentikan!" Danny memegang tangan istrinya serta menatap tajam mata Melissa.


"Ada apa? Apa kau marah, jika aku menyebut nama wanita yang kau cintai? Tenanglah, Sayang. Aku hanya bercanda," kekeh Melissa.


"Jangan pernah menyebutkan namanya lagi. Aku sudah tidak memiliki hubungan dengan Belia!" sanggah Danny.


"Aku percaya padamu, Mas." Melissa tersenyum.


"Mel, aku boleh minta tolong padamu?" tanya Danny.

__ADS_1


"Katakan, apa yang harus aku lakukan?"


BERSAMBUNG......


__ADS_2