Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Apa Yang Melissa Bisikkan?


__ADS_3

Happy reading....


Setelah sampai di hotel, tempat pernikahan Danny dan Yobelia dilangsungkan. Melissa keluar dari mobilnya. Mobilnya berhenti tepat di depan hotel tersebut. Kemudian Melissa berjalan dengan elegant menghampiri salah satu pengawal yang sedang berdiri di depan hotel.


Melissa meminta pengawal itu untuk memarkirkan mobilnya. Sementara itu Melissa masuk ke hotel. Begitu dia berjalan melewati lorong yang dipenuhi banyak bunga, semua mata tertuju padanya.


Melissa berusaha tetap tenang, kepalanya tetap tegap. Dia sudah berjanji jika dia tidak akan menundukkan kepalanya lagi. Kemudian dia teringat perkataan sahabatnya.


'Yuxian!' panggil Melissa di dalam hatinya sembari meletakkan tangan kanan di dadanya.


"Lihat itu, bukankah dia mantan istri mempelai pria ya. Kok bisa ya, dia hadir di pernikahan mantan suaminya?" ucap salah satu tamu.


"Iya, Jeng. Dia 'kan Melissa, dia menjadi janda karena janda. Kalau aku jadi Melissa, aku tidak akan sudi menghadiri pernikahan mantan suami," timpal tamu yang lain.


Melissa hanya tersenyum kecil mendengar ucapan itu. Dia sudah menduga jika dengan hadirnya dia, dua akan menjadi sorotan tamu undangan dan menjadi pusat perhatian. Kini, dirinya menjadi bahan gosip para tamu. Tidak ada satupun tamu yang tidak membicarakan Melissa, semuanya telah membicarakannya.


Meski begitu, Melissa tetap santai. Dia berjalan ke salah satu meja yang tersedia banyak sekali minuman berbagai macam mulai dari yang tidak beralkohol sampai yang beralkohol. Karena pesta pernikahannya Danny dan Yobelia Standing Party, Melissa pun hanya berdiri dengan menikmati segelas minuman.


Matanya menyorot tajam ke arah pelaminan. Dia menatap Danny dan Yobelia sembari meneguk minuman dengan cara yang elegant. Tiba-tiba, datang seorang pria yang sangat tampan membuat semua tamu mengalihkan pandangannya dari Melissa menuju ke arah pria tampan itu.


Semua para tamu membicarakan pria tampan itu, sebab penampilannya benar-benar terlihat seperti seorang aktor yang sedang menunjukkan pesonanya. Terkecuali Melissa, dia tidak tertarik untuk melihat pria manapun. Dia hanya fokus menunggu moment yang dia sedang tunggu-tunggu.


Pada saat Melissa tengah asyik menikmati minumannya, pria tampan itu menghampiri Melissa. Tentu saja, melihat pria tampan yang menghampiri Melissa sontak membuat para tamu tercengang. Bagaimana bisa, ada pria tampan yang tertarik untuk mendekati seorang janda.

__ADS_1


Jangan lupa, jika hari ini penampilan Melissa jauh lebih memukau dari pada mempelai wanitanya. Dress yang berkilau dan terlihat mewah membuatnya semakin mempesona. Terlebih lagi kakinya yang jenjang, mulus dan putih membuat para pria jelalatan membulatkan matanya.


Benar, dress yang Melissa kenakan memang terlihat seksi. Tulang kecantikannya terekspos dengan sangat cantik, punggungnya yang tidak tertutup kain, serta panjang dressnya hanya di atas lutut. Rambut curly yang terurai dan menutupi punggung, make up yang glamor serta aksesoris dan barang-batang branded yang dia pakai cukup membuatnya bersinat bagaikan bintang.


Banyak para tamu merasa heran, bagaimana bisa Melissa yang sering menjadi bahan gosip karena kakinya yang cacat bisa secantik ini. Dari mana Melissa mendapatkan uang sebanyak ini? Ada satu lagi yang membuat para tamu penasaran, apa itu? Mereka semua penasaran dengan gift yang Melissa bawa. Semuanya penasaran dengan apa kira-kira isi gift yang ada di tangan kiri Melissa?


Pria tampan yang saat ini sudah berada di sebelah Melissa langsung membuka jasnya. Kemudian dia memakaikannya kepada Melissa untuk menutupi punggungnya yang terlihat begitu seksi dan bisa mengundang napsu para pria buaya. Melissa pun akhirnya menoleh ke arah pria tampan itu.


Alangkah terkejutnya dia begitu melihat pria tampan itu. Siapa pria itu? Dia adalah Dr. Luciano. Melissa membelalakkan matanya ke arah Dr. Luciano.


"Dr. Luci? Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Melissa dengan wajahnya yang kebingungan.


Dr. Luciano mendekatkan bibirnya di telinga Melissa dan membisikkan sesuatu. "Aku diberi tahu Yuxian. Dia meminta tolong padaku untuk menemanimu di pesta pernikahan mantan suamimu itu. Bukan hanya itu, aku juga akan membantu untuk berakting. Aku akan berpura-pura untuk menjadi kekasihmu, bagaimana?" bisik Dr. Luciano.


Melissa tertegun mendengar bisikan Dr. Luciano. "Apakah itu perlu dilakukan," Melissa menatap Dr. Luciano.


"Tentu saja, tapi ... bagaimana caranya? Yuxian tidak ada di sini, siapa yang akan melakukan hal ini?"


"Ada aku, aku sudah menyewa seseorang untuk melakukan ini. Tidak perlu cemas. Berikan saja buktinya padaku, akan kuurus semunya." Dr. Luciano menaik-turun alisnya.


"Baiklah, aku percaya padamu." Melissa mengambil sesuatu di dalam tasnya.


Alat berupa flashdisk dan alat perekam suara yang akan dia putar selama pesta pernikahan Danny sedang berlangsung. Melissa memberikan kedua alat itu kepada Dr. Luciano. Dengan cepat Dr. Luciano mengambil kedua bukti itu dah menyembunyikan di saku celananya.

__ADS_1


"Mel, sebelum kita mulai misinya. Kita beri selamat dan berikan gift-mu itu pada kedua mempelai. Ayo," ajak Dr. Luciano.


"Ayo, Sayang." Melissa langsung menggandeng tangan Dr. Luciano. Saat ini, Melissa sedang menjalankan misinya dengan berpura-pura sebagai kekasih Dr. Luciano.


Para tamu kembali dibuat menganga dengan melihat kedekatan Melissa dengan Dr. Luciano, pria tampan yang mereka perhatikan sejak awal dia masuk. Melissa ataupun Dr. Luciano tidak mempedulikan para tamu yang melihatnya. Mereka hanya berjalan lurus menghampiri pelaminan untuk mengucapkan selamat serta memberikan gift.


"Selamat atas pernikahan kalian," ucap Dr. Luci sembari bersalaman dengan Danny dan Yobelia.


"Terima kasih," jawab Danny dan Yobelia secara bersamaan.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga langgeng. Saya ada sesuatu untukmu, Belia." Melissa memberikan gift kepada Yobelia.


Yobelia pun menerima gift pemberian mantan istri suaminya. Sementara Melissa, dia mendekati Danny dan membisikkan sesuatu di telinganya. Terlihat jelas, raut wajah Danny berubah. Kini terlihat jelas di matanya ada kekhawatiran. Entah apa yang Melissa bisikkan.


"Oh iya, aku tantang kalian untuk membuka gift dariku di hadapan semua para tamu. Terserah, kalian mau menerima tantangan ini atau tidak. Ayo, Sayang." ajak Melissa pada Dr. Luci.


"Ayo." Dr. Luci memegang tangan Melissa di hadapan mantan suaminya.


Danny sedikit kesal melihat Dr. Luci yang memegang tangan Melissa. Dia tidak suka jika ada pria lain yang mendekati Melissa apalagi penampilan mantan istrinya sudah benar-benar berbeda. Yobelia yang melihat kekesalan di wajah suaminya langsung menggenggam tangannya.


"Sayang, ada apa? Apakah kau cemburu melihat mantan istrimu dengan pria lain?" skak Yobelia.


"Ck. Untuk apa cemburu padanya. Itu tidak akan berpengaruh untukku, aku sudah tidak mencintainya lagi. Sekarang cintaku hanya untukmu sepenuhnya." Danny tersenyum pada Yobelia.

__ADS_1


"Aku percaya padamu. Oh iya, boleh aku tahu ... apa yang mantan istrimu bisikkan kepadamu, sampai kau terlihat begitu khawatir?" Yobelia menatap Danny dengan lekat.


BERSAMBUNG......


__ADS_2