Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Aku Ada Di Hatimu!


__ADS_3

Happy reading....


"Tentu saja, akan kulakukan sesuai yang kau inginkan. Aku akan memesankan dress yang kau inginkan ke salah satu designer kenalan keluargaku," jawab Yuxian.


"Ululu ... Gege. Kau baik sekali." Melissa mencubit gemas kedua pipi sahabatnya. "Xie xie, Xian-Ge." Melissa menangkup kedua pipi Yuxian.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku ini sahabatmu, sudah sepantasnya aku membantumu."


****


Tidak terasa, hari demi hari Melissa lalui dengan statusnya sebagai janda. Tidak mudah bagi Melissa hidup dengan status itu. Banyak orang yang berpikiran negatif tentangnya. Padahal tidak semua janda itu henit dan pelakor.


Kini sudah menginjak minggu ke-4, di mana Danny akan menikah hari ini juga di sebuah hotel bintang 5. Melissa sudah mempersiapkan segalanya untuk mendatangi pernikahan mantan suaminya. Bukan hanya itu, Melissa juga merasa sangat bahagia karena luka yang ada di kakinya sudah sembuh dan bekasnya pun sudah tidak ada lagi.


Dr. Luciano telah berhasil mengobati Melissa. Dengan melakukan pengobatan dan perawatan rutin serta sikapnya yang penyabar membuat lukanya cepat pulih. Melissa sudah kembali mulus dan cantik seperti sedia kala.


Melissa saat ini sedang merias dirinya untuk menghadiri pernikahan mantan suaminya. Tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada telepon masuk. Melissa meraih ponsel yang berada di meja rias.

__ADS_1


Begitu melihat layar ponselnya, terlihat jelas nama Yuxian. Benar, yang menghubungi Melissa tidak lain adala Yuxian, sahabatnya. Tanpa menunggu lama lagi, Melissa langsung mengangkatnya.


Telepon terhubung!


"Hallo, Ge."


"Mel, aku minta maaf."


"Maaf untuk apa? Kenapa kau tiba-tiba meneleponku dan meminta maaf? Ada apa, Xian-Ge?"


"Papamu kenapa, Ge? Apa yang terjadi pada Om Chang Yi?" tanya Melissa yang sedikit cemas.


"Papa masuk rumah sakit, dan aku harus segera terbang ke China. Semua keluargaku sudah sampai di sana. Jadi, aku minta maaf karena aku tidak bisa menemanimu menghadiri pernikahan mantan suamimu," jelas Yuxian.


"Tidak apa-apa, Ge. Jangan pikirkan aku, kau harus menemui keluargamu. Oh iya, apa aku perlu ikut denganmu?" tawar Melissa.


"Jangan, Mel. Jangan sia-siakan semuanya yang telah kau persiapkan sejak awal. Ingatlah, kau harus menghadirinya. Lakukan sesuai rencana kita. Buat Danny dan keluarganya menyesali perbuatannya. Hari ini juga, kau harus tunjukkan pada semua orang jika kau bukan Melissa yang dulu lagi, kau mau 'kan melakukan itu?"

__ADS_1


"Iya, Ge. Tapi, sejujurnya aku takut. Aku takut jika datang sendirian,"


"Jangan takut, ingatlah ... walaupun aku tidak ada bersamamu saat ini, aku akan selalu ada di dekatmu. Aku akan mengawasimu selalu. Aku berada dekat denganmu, Mel. Aku ada di hatimu. Jika kau merasa takut, pegang hatimu dan panggil namaku. Percayalah, setelah itu kau tidak akan merasa takut lagi," tutur Yuxian.


"Terima kasih, Ge. Kau berhati-hatilah. Kabari aku tentang perkembangan Papamu, jangan lupa sampaikan salamku pada keluargamu."


"Akan kusampaikan, aku pamit ya. Sampai bertemu lagi nanti, aku mencintaimu, Mel. Tutt!" Yuxian mengakhiri panggilannya.


Telepon terputus!


"Semoga Om Chang Yi baik-baik saja," gumam Melissa.


Setelah semuanya selesai, Melissa mengambil tas dan kunci mobilnya. Kemudian dia keluar dari apartemen dan masuk ke lift untuk mengambil mobilnya di basement. Dia pergi menggunakan mobil pemberian sahabatnya.


Bukan hanya mobil mewah yang dia bawa, dia juga berpenampilan sangat elegant dan berkelas. Dress yang dia pakai berlapis diamond tepat di bagian pinggangnya. Bahkan aksesoris dan barang-barang yang dia pakai adalah barang-barang branded yang tidak perlu ditanyakan lagi soal harganya. Melissa masuk mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2