Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Aku Mengawasimu


__ADS_3

Happy reading...


Danny segera mengusap sensor dan memasukkan password pada smart lock. Setelah pintunya berhasil dibuka, dia langsung masuk dan menutup kembali pintunya. Dia membuka sepatu dan menggantinya dengan sandal khusus untuk dipakai di apartemen.


Tentunya, sebelum dia menemui Melissa, dia menyimpan sepatunya di tempat khusus sepatu. "Mel, kamu di mana?" tanya Danny seraya berjalan mencari keberadaan Melissa.


Namun, tidak ada sahutan apapun dari Melissa. Danny tidak tahu jika Melissa sedang tidak ada di rumah. Tentu saja dia tidak ingin ada di apartemen bersama mantan suaminya yang begitu dia benci.


Danny mulai menelusuri setiap ruangan untuk mencari Melissa. Tapi, tetap saja Melissa tidak ada di apartemennya. "Loh, ke mana Melissa pergi? Bukankah dia menyuruhku untuk bermalam bersamanya? Jika dia tidak ada untuk apa dia menyuruhku ke mari? Kalau tahu dia tidak ada di sini, lebih baik aku tetap bersama istriku," gerutu Danny sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa.


Baru saja Danny mau menutup matanya, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia langsung meraba meja yang ada di sebelahnya untuk mengambil ponsel. Begitu berhasil meraih ponselnya, dia melihat siapa yang telah menghubunginya.


"Mel,'' ucap Danny dengan menatap layar ponselnya yang terlihat jelas nama Melissa.


Tak berlama-lama lagi, dia mengangkat teleponnya. Dia menempelkan ponsel di telinga kanan. Sambil menunggu suara Melissa terdengar, dia pun membenarkan posisi duduknya.


Telepon terhubung!

__ADS_1


"Hallo, Mel," ucap Danny terlebih dulu setelah telepon tersambung.


"Aku menyuruhmu datang ke apartement bukan untuk enak-enakan! Ada tugas yang harus kau kerjaan saat ini juga! Aku ingin semua itu kelar pada saat aku pulang nanti!" bentak Melissa dari seberang telepon.


"Apa!" Danny terlonjak kaget mendengar itu.


"Tunggu ... tugas apa yang kau maksud? Bukankah kau menyuruhku menemuimu untuk bermalam bersamamu?" tanya Danny disertai kebingungan di wajahnya.


"Haha, you crazy? Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Untuk melihat wajahmu saja aku tidak sudi, apalagi harus bermalam denganmu. Ingat baik-baik! Saat ini aku sedang memantaumu, berhati-hatilah! Kerjakan tugasmu dengan benar dan jangan melakukan kesalahan sekecil apapun itu! Semua rincian tugasnya sudah aku tulis di kertas yang tertempel di lemari es. Kau masih ada waktu beberapa jam untuk menyelesaikan tugasmu! Aku ingin besok pagi setelah aku pulang, kau telah menyelesaikan tugasmu. Tutt!" Melissa menutup teleponnya.


Brakk!


Danny memukul meja yang ada di hadapannya. Dia terlihat sangat kesal. "Berani sekali dia mempermainkanku seperti ini! Lihat saja, apa yang akan aku lakukan sekarang." Danny menyunggingkan senyumannya.


Danny beranjak dari duduknya dan berjalan menuju lemari es untuk melihat rincian dari tugas yang diberikan Melissa. Begitu dia membaca tugasnya, bola matanya langsung membulat dengan sempurna. Tugas yang diberikan Melissa adalah tugas-tugas yang umumnya dikerjakan oleh seorang wanita.


"Gila! Bagaimana mungkin aku mengerjakan tugas ini? Bisa jatuh harga diriku jika aku melakukan tugas ini! Tidak, aku tidak akan melakukannya. Aku akan pulang saja." Danny bergegas untuk pulang.

__ADS_1


Namun, lagi-lagi ponselnya berdering. Kali ini bukan telepon melainkan sebuah pesan masuk yang tidak lain dari mantan istrinya sendiri. Karena penasaran, dia pun segera membaca pesan itu.


{Jika sampai kau meninggalkan apartemenku tanpa mengerjakan tugasnya, maka aku akan menyakiti keluargamu termasuk mengambil kembali hartaku. Aku juga tidak akan segan-segan untuk menyakiti istri jalangmu itu! Jadi, jangan macan-macan denganku. Kau tidak punya pilihan lain!" dilengkapi dengan sebuah foto yang menunjukkan ada beberapa pria yang bertubuh kekar tengah mengawasi rumah orang tua Danny}.


Seketika, Danny langsung mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan apartement. Dia langsung melangkah mundur. Dia celingukan ke sana ke mari memperhatikan seisi ruangan itu.


"Jadi benar, jika saat ini Melissa sedang mengawasiku tapi, bagaimana bisa? Di sini bahkan tidak ada CCTV yang terpasang?" Danny merasa bingung. Bagaimana bisa Melissa mengetahui gerak-geriknya.


Ping!


Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Danny. Pesan itu masih dikirim dari mantan istrinya. Sekali lagi, dia membaca pesan itu.


{Tidak perlu bingung, aku mengetahui setiap gerak-gerikmu! Kau lihat ke arah dinding itu, aku telah memasang sebuah perangkat yang bisa memantau setiap gerakanmu! Jadi, jangan buang-buang waktu, jika kau tidak ingin aku melukai keluargamu!}.


Danny menjatuhkan ponselnya, dia tidak menyangka jika nasibnya akan seperti ini. Kini keadaan berbanding terbalik. Mau tidak mau sekarang dia harus mengerjakan tugas yang semestinya dikerjakan oleh seorang wanita.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2