Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Ayo Kita Menikah, Mas!


__ADS_3

Kediaman Jordan ....


Saat ini Melissa, Dr. Luciano dan orang tua Melissa tengah menikmati cemilan seraya mengobrol dengan sesekali bercanda gurau bersama. Orang tua Melissa sangat menyukai Dr. Luciano. Bukan hanya menyukai saja, orang tua Melissa juga sangat merestui dan mendukung hubungan mereka.


Cassie dan Dominic berharap hubungan Putri mereka dengan Dr. Luciano akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Mereka juga berharap Melissa akan segera membuka hatinya kembali.


Pada saat mereka asyik bercanda gurau, tiba-tiba terdengar suara bel rumahnya. "Biar Mel yang buka." Melissa beranjak dari duduknya dan berlari menuju pintu. Kemudian Melissa membukakan pintunya.


"Tante Fang Yin?" panggil Melissa dengan mengerutkan keningnya melihat Mama Yuxian berasa di depannya.


"Mel, bantu Tante." Fang Yin memeluk Melissa disertai lelehan air mata.


Melissa tentu saja kebingungan dengan Fang Yin yang tiba-tiba memeluknya sembari menangis. "Ada apa ini, Tante? Apa yang perlu Mel bantu?" tanya Melissa dengan lembut.


"Boleh Tante masuk?" Fang Yin melepaskan pelukannya seraya menatap ke dalam rumah Melissa.


"Iya, Tante. Silakan." Melissa mempersilakan Fang Yin untuk masuk.


"Di mana orang tuamu?" tanya Fang Yin.


"Ada di ruang tengah, Tante. Mari," ajak Melissa.


Fang Yin hanya tersenyum dan mengikuti Mel yang berjalan menuju ruang tengah. Namun, begitu sampai di ruang tengah, orang tua Melissa dan juga Luciano sontak menatap ke arah Fang Yin secara bersamaan. Sementara itu, Melissa mempersilakan Fang Yin untuk duduk.


Tanpa membuang waktu lagi, Fang Yin duduk di sebelah Melissa. "Fang Yin, bagaimana kabarmu?" tanya Cassie.


"Baik, Cassie. Kalian berdua gimana kabarnya? Sudah lama sekali kita tidak bertemu,"


"Kami baik. Kau benar, Fang Yin. Semenjak kau pindah kembali ke Tiongkok, kau jadi jarang sekali main ke rumahku. Oh iya, aku dengar dari Mel jika suamimu telah meninggal ya?" Cassie menatap ke arah sahabat lamanya, Fang Yin.


Rupanya bukan hanya Melissa dan Yuxian yang bersahabat. Orang tua Melissa dah Yuxian pun bersahabat dengan sangat baik. Dulu sebelum keluarga Wuxing kembali ke Tiongkok, mereka sempat tetanggaan dengan orang tuanya Melissa. Namun, setelah kembali ke negaranya, mereka menjadi jarang bertemu.


"Ya, suamiku meninggal."

__ADS_1


"Aku turut berdukacita ya, Fang Yin. Maaf, kami tidak datang dihari kremasi suamimu."


"Tidak apa-apa, terima kasih." Fang Yin tersenyum.


"Oh iya, tumben kau mampir tidak bersama dengan Yuxian? Ke mana putramu yang manja itu?" kekeh Cassie.


"Sembarangan! Sekarang Yuxian-ku telah dewasa. Dia tidak semanja dulu," timpal Fang Yin.


"Yuxian? Dia mamanya Yuxian?" tanya Luciano pada Melissa.


Melissa mengangguk dan tersenyum. "Iya, Sayang. Tante Fang Yin ini adalah mamanya Yuxian. Oh iya, Tante. Perkenalkan, ini calon suamiku, Luciano." Melissa memperkenalkan Luciano pada Fang Yin.


"Jadi, pria yang dimaksud Yuxian adalah kau." Fang Yin menatap Luciano.


"Saya Luciano, Tante." Luciano mengulurkan tangannya.


"Saya Fang Yin, mamanya Yuxian." mereka pun saling berjabat tangan.


"Oh iya, Tante ... kalau boleh Mel tahu, kenapa tadi Tante tiba-tiba memeluk Mel dan menangis?" tanya Melissa yang sudah penasaran sejak tadi.


Deg!


Melissa langsung membelalakkan matanya disertai debaran jantungnya yang cukup kencang. Tidak, bukan hanya Melissa. Seluruh orang yang berada di ruang tengah pun langsung terkejut mendengar ucapan Fang Yin. Termasuk juga Luciano, calon suaminya.


"Tante, Mel minta maaf. Bukankah Mel sudah memperkenalkan calon suamiku pada Tante? Lalu, kenapa Tante melamarku di hadapan calon suami Mel?"


"Dia masih calonmu, 'kan? Lagi pula Tante juga tahu jika kau memiliki perasaan yang sama terhadap putraku. Jadi, Tante mohon menikahlah dengan Yuxian. Tante akan berikan apapun yang kau mau, asalkan kau mau menjalin hubungan dengan putraku," jelas Fang Yin dengan bersikeras.


Luciano beranjak dari duduknya. "Kalau begitu, saya permisi. Om, Tante, Luci berangkat ke rumah sakit dulu ya. Luci pamit." Luciano langsung pergi meninggalkan Melissa dan yang lainnya.


"Tante, sekali lagi Mel minta maaf. Sepertinya Tante sudah salah paham. Aku tidak pernah menyimpan perasaan apapun pada Xian-Ge. Aku hanya menganggapnya hanya sebagai sahabat dan sebagai abangku saja. Tidak lebih dari itu. Tante, maafkan Mel. Aku tidak bisa menikah dengan Yuxian. Aku tidak bisa menikahi pria yang tidak aku cintai apalagi dia sahabatku. Pernikahan bukanlah permainan. Lagi pula Mel dan Xian-Ge tidak berjodoh. Tolong mengerti posisiku saat ini, Tan. Mel akan segera menikah dengan Mas Luci, Mel tidak ingin membuat Mas Luci meragukan perasaanku. Mel mohon sama Tante, tolong mengertilah keadaan Mel saat ini." Melissa menatap Tante Fang Yin dengan berkaca-kaca.


"Tapi, Mel. Bukankah kau sudah berjanji mau membantu Tante?"

__ADS_1


"Maafkan Mel, Tan. Mel permisi." Melissa berlari mengejar calon suaminya.


Begitu sampai di luar rumah, dia sudah melihat mobil Luciano pergi. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengambil kunci motor dan mengejar mobil Luciano. Melissa melakukan motornya dengan kecepatan penuh.


Setelah beberapa menit dia mengejar mobil calon suaminya. Dia pun berhasil menghalangi jalan Luciano dengan menghentikan motornya di tengah-tengah.


Ckiitt!


Suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal terdengar nyaring. Luciano terkejut melihat Melissa yang tiba-tiba menghadangnya. Kemudian dia keluar dari mobil dan menghampiri pacarnya.


"Sayang, apa yang kau lakukan? Bagaimana jika kau terluka?" Luciano menatap lekat pacarnya.


Melissa tidak menjawab ucapan Luciano. Dia langsung berlari dan memeluk Luciano. Melissa menangis di pelukan calon suaminya.


"Mas Luci, aku bisa jelasin semuanya. Aku sudah menolak permintaan Tante Fang Yin. Tolong jangan marah," ucap Melissa dengan mata yang dipenuhi rasa takut.


"Hei, lihat aku!" Luciano melepaskan pelukan Melissa dan menangkup kedua pipi pacarnya.


Melissa menatap tajam mata Luciano. "Apakah aku terlihat marah?"


"Ya, Mas. Kau tiba-tiba pergi setelah Tante Fang Yin mengatakan itu," jawab Melissa.


Luciano tersenyum. "Aku pergi karena aku pikir, aku tidak perlu mendengar pembicaraan kalian. Lagi pula, aku harus bekerja dan menangani para pasienku. Aku tidak mungkin marah padamu karena hal kecil seperti itu. Kau itu sudah dewasa, kau tahu apa yang harus kau lakukan," tutur lembut Luciano.


"Jadi, Mas tidak marah?"


"Tentu saja tidak, Sayang. Itu tidak akan pernah marah padamu."


"Mas, aku siap untuk menikah denganmu. Ayo kita menikah secepatnya," ucap Melissa dengan tatapan yang serius.


"Apa?" Luciano membelalakkan matanya. "Apa kau serius dengan perkataanmu?"


Melissa mengangguk. "Aku serius. Aku ingin kita memulai kehidupan yang baru. Aku tidak ingin kehilanganmu, Mas. Aku menyayangimu," jawab Melissa.

__ADS_1


Luciano menitikkan air matanya karena merasa terharu. Dia tidak menyangka jika Melissa akan menerima lamarannya secepat ini. Luciano langsung menarik pinggang ramping Melissa dan mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir calon istrinya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2