Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Bab Akhir > Siapa Orang itu?


__ADS_3

Setelah beberapa hari meninggalnya Luciano, Melissa masih belum terbiasa hidup tanpa suaminya. Namun, dia masih tinggal di rumah yang Luciano beli. Ya karena pemilik rumah itu sekarang adalah Melissa sendiri.


Selama Melissa belum melahirkan, keluarganya masih sering bergantian tinggal di rumah Melissa untuk sekedar menemani dan merawatnya. Meski dia tinggal bersama keluarganya, dia masih sering menangis bila merindukan suaminya. Baginya tidak mudah untuk menerima dan mengikhlaskan kepergian orang yang dia sayangi.


Sampai saat ini Melissa tidak tahu, kenapa ayah mertuanya telah tega memisahkan dirinya dengan suaminya sendiri. Disaat hati terakhirnya melihat suaminya, Alano dengan teganya mengirimkan jasad putranya kembali ke negaranya. Setelah perpisahan itu, kini Melissa menjadi orang yang pendiam, selalu mengurung diri di kamar, anti sosial dan jarang keluar rumah.


Sikapnya yang berubah drastis ini membuat dirinya jauh dari teman-temannya. Dia sudah tidak lagi berkumpul dengan teman-teman karena sekarang dia bukan Melissa yang dulu. Dia hanya menghabiskan waktunya di kamar, yang merupakan tempat terakhir bersama suaminya.


Seiring berjalannya waktu, setelah usia kandungannya menginjak 8 bulan, dia sudah mulai bisa melepaskan kepergian suaminya. Dia sudah mulai berbicara dengan orang sekitar. Tentunya hal ini membuat kedua orang tuanya dan juga keluarga Luciano turut senang melihat perkembangan Melissa.


Setelah dirasa Melissa sudah baik-baik aja, Eloisa dan Alano pun kembali ke Italia. Yup, Alano setelah melakukan pemakaman putranya di Italia, dia kembali ke Indonesia. Meski sekarang mereka akan pergi meninggalkan Melissa, dia tidak akan pernah lupa dengan tanggungjawab pada cucunya itu.


Melissa tidak keberatan dengan kepergian mertuanya karena dia msih memiliki Emma, yaitu kakak iparnya. Emma pun sebenarnya tidak tinggal satu rumah dengan Melissa, namun itu bukan masalah besar. Sebab Emma masih berada di negaranya, Indonesia.


****


Beijing ....


Sepulang dari kantor, Yuxian duduk di teras depan rumahnya. Tiba-tiba Fang Yin datang menghampiri Yuxian dan duduk di sebelah putranya. Yuxian yang menyadari ibunya ada di sebelahnya pun menoleh seraya melemparkan senyuman.


"Mama," panggil Yuxian.


"Yuxian, kau baru pulang? Bagaimana pekerjaanmu, Nak?" tanya Fang Yin.

__ADS_1


"Ya, seperti biasanya, Ma. Sangat melelahkan. Yuxian ingin kembali ke Indo saja dan mengelola garment lagi," keluh Yuxian dengan wajahnya pucat karena merasa lelah dan kurang tidur.


"Kau yakin ingin balik ke Indo?" tanya Fang Yin.


"Ya, Mama. Bisnis ini tidak membuat hidup Yuxian bahagia, Ma. Yuxian lebih betah tinggal di Indo saja," jawab Yuxian dengan jujur.


"Mama tidak akan melarangmu, Nak. Hanya saja Mama ingin bertanya padamu, apakah perasaanmu pada Mel sudah hilang?" Fang Yin menatap lekat putranya.


Mendengar itu seketika mata Yuxian langsung menatap tajam mamanya. "Mama, sudah lama Yuxian tidak mengingat akan perasaan itu. Yuxian sudah mengikhlaskan Mel bersama Luci. Kami memang cocoknya sahabatan aja,"


"Baguslah, kalau begitu. Mama hanya ingin menyampaikan berita duka dari Indo," ujar Fang Yin.


"Berita duka apa?"


"Kabar dukanya adalah Luciano yaitu suami Melissa mengalami kecelakaan maut yang merenggut nyawanya. Kejadian itu cukup membuat mental Melissa drop. Tapi, sekarang Mel sudah merasa lebih baik. Dia sedang mengandung dan usianya menginjak 8 bulan. Jika kamu ingin kembali ke Indo maka Mama tidak akan melarangmu asalkan kamu jangan terlibat cinta lagi dengan Melissa, kamu bisa?


"Iya, Nak. Pergilah, lupakan jika kamu pernah menyukai Melissa. Ingat, saat ini Melissa sedang berduka. Dia membutuhkan dukungan dari keluarga dan sahabatnya. Pasti dia sangat kesulitan menjadi hari-hatinya tanpa adanya suami yang selalu menemaninya setiap saat. Jadi, Mama berpesan, hiburlah sahabatmu dan buat Melissa kembali seperti dulu lagi yang periang, ramah dan kocak. Mama hanya ingin melihatnya bahagia." Fang Yin memegang tangan putranya.


"Iya, Mama. Mama jangan khawatir, Yuxian akan menghibur dan juga membuat Melissa kembali seperti dulu. Kalau begitu, Yuxian bersih-bersih dulu ya. Malam ini Yuxian akan beristirahat lebih cepat dan juga packing barang agar besok pagi aku tidak bangun terlambat," ucap Yuxian.


"Iya, Nak. Pergilah."


Kemudian Yuxian berjalan menuju kamarnya. Begitu sampai di kamar, dia mulai packing barang-barangnya. Gak membutuhkan waktu lama untuk mengemasi barangnya, kini dalam beberapa menit Yuxian telah selesai. Sebelum tidur, tentunya dia pergi mandi terlebih dahulu karena badannya terasa lengket. Dia berendam di bathup untuk menghilangkan rasa lelahnya akibat seharian bekerja.

__ADS_1


Yuxian berendam kurang lebih 15 menit, setelah itu dia pun mengambil handuk dan memakainya. Dia keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan pakaian tidur. Tidak luka dia menggunakan skincare pada wajahnya agar terbebas dari jerawat.


Setelah merasa segar, dia pun berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di kasur yang berukuran king size. Tanpa sengaja dia menoleh ke arah foto yang terpajang di dinding kamarnya. Foto itu adalah fotonya bersama Melissa.


Bibir Yuxian tersenyum merekah. "Mel, kita akan segera bertemu kembali. Saat ini aku sudah bertekad untuk tidak terjebak cinta lagi denganmu. Aku hanya akan menganggapmu sebagai adikku sekaligus sahabat kecilku. Aku tidak sabar ingin melihatmu lagi. Tunggu aku, Mel." Yuxian sudah tidak sabar, dia ingin cepat-cepat menemui sahabatnya.


Setelah itu, Yuxian mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur. Tak lama kemudian, Yuxian mulai merasa ngantuk. Dia pun memejamkan matanya dan pergi tidur.


****


Di kamar yang berbeda ....


Melissa saat ini sedang mengelus perutnya. Disaat dia mengingat suaminya, perutnya pasti bergerak seperti bayinya yang sedang menendang. "Baby Sayang, apa kamu juga merindukan Daddy?" tanya Melissa pada bayi yang berada di dalam perutnya.


"Yang sabar ya, Sayang. Walaupun suatu hari nanti kamu lahir ke dunia tanpa seorang ayah, Mommy akan menjadi Mommy dan Daddy seutuhnya. Mommy akan berperan sebagai orang tuamu sehingga kamu tidak akan pernah merasa kesepian dan kamu tidak memerlukan seorang ayah. Karena jujur, Mommy sudah memutuskan untuk tidak menikah lagi, Mommy tidak ingin menikah dengan pria lain selain Mas Luci. Suamiku hanyalah Luciano begitupun dengan Daddy." Melissa meneteskan air matanya. Hatinya terasa perih, dia tidak menduga jika dia akan mengalami menjadi seorang janda untuk yang kedua kalinya.


Tok! Tok! Tok!


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Dengan cepat Melissa menyeka air matanya. Dia tidak ingin orang lain tahu jika dia habis menangis.


"Masuklah," ucap Melissa pada orang yang mengetuk pintu kamarnya.


Kemudian pintu terbuka dan masuklah seseorang dengan membawakan segelas susu di tangannya. Namun, begitu Melissa melihat ke arah wajahnya, betapa terkejutnya dia pada saat menyadari jika orang yang membawa susu itu bukanlah Emma.

__ADS_1


TAMAT.


Novel ini akan ada season 2 nya ya Guys🤗Jadi pantengin Terus, dn dukung karya author😘


__ADS_2