
Happy reading....
Pagi Hari ....
Melissa tengah bersiap-siap untuk pergi jogging. Dia sedang mengikat tali sepatunya. Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.
"Mel, kamu udah bangun?" terdengar suara ibunya.
Melissa membuka pintunya. "Melissa udah bangun dari tadi, Bu. Sekarang Melissa mau pergi jogging," jawab Melissa.
"Terus sarapan ini bagaimana?"
"Taruh saja di meja makan, Bu. Sepulang jogging Mel akan memakannya. Mel pamit ya, Bu. Muach.'' Melissa mencium pipi kiri ibunya.
"Hati-hati di jalannya, Sayang!" teriak Cassie karena Melissa sudah pergi.
__ADS_1
.
.
Di perjalanan, Melissa tampak asyik berlari sembari mendengarkan musik melalui headphone yang terpasang di telinganya. Udara yang sejuk serta matahari yang baru saja muncul terlihat begitu cantik dan memancarkan warnanya yang menawan. Jalanan masih terlihat sepi, tidak seperti biasanya yang banyak kendaraan berlalu lalang.
Tak lama kemudian, Melissa sampai di sebuah jembatan penyeberangan. Melissa sejenak memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah yang berbeda. Melissa menutup matanya merasakan hembusan angin yang begitu segar.
Tanpa Melissa sadari, air matanya kembali menetes ketika masalah perselingkuhan suaminya terlintas di benaknya. Melissa berasa tubuhnya tiba-tiba lemas dan hendak jatuh tapi, datang seorang pria dengan pakaian jogingnya menolong Melissa agar tidak jatuh. Samar-samar Melissa melihat pria yang menolongnya akan tetapi karena kepalanya terasa sangat pusing, Melissa pun tak sadarkan diri.
Pria itu tidak lain adalah Yuxian, sahabatnya. Yuxian segera membawa Melissa ke rumahnya. Kenapa harus ke rumah Yuxian bukan ke rumahnya Melissa? Itu karena, Yuxian tidak ingin membuat kedua orang tua Melissa merasa cemas.
Yuxian adalah sahabat yang baik, dia menyelimuti tubuh Melissa serta memeriksa keadaan Melissa dengan menempelkan telapak tangannya di kening wanita cantik itu. Betapa terkejutnya dia, begitu menyentuh kening Melissa yang cukup panas. Wajahnya pun nampak begitu pucat. Entah apa yang terjadi dengan sahabatnya
Yuxian mengambil headphone yang terpasang di telinga Melissa, lalu menyimpannya di meja nakas. Dia keluar dari kamarnya, dan pergi ke dapur membuat bubur untuk Melissa saat bangun nanti. Selesai membuat bubur, Yuxian meneleponDokter untuk datang ke rumahnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Dokter yang di teleponnya beberapa menit yang lalu sudah datang. Tanpa mengulur-ulur waktu lagi, Yuxian mengajak Dokter itu ke kamarnya untuk memeriksa keadaan Melissa. Dokter langsung memeriksa keadaan wanita itu dengan alat medisnya.
Yuxian hanya memperhatikan Dokter itu yang sedang menangani Melissa. "Dok, apa teman saya baik-baik saja?" tanya Yuxian dengan kecemasan di wajahnya.
"Teman Anda hanya terlalu kecapean saja. Dia terlalu banyak pikiran, tapi, Anda jangan cemas. Saya akan buatkan resep obat dan vitamin yang harus diminum oleh teman Anda." Dokter itu menulis resep obatnya.
Kemudian kertas itu diberikan kepada Yuxian dan pria itu pun mengambilnya. "Terima kasih, Dok."
"Oh iya, usahakan teman Anda makan yang teratur dan tidur jangan larut malam, karena darahnya sangat rendah," jelas Dokter itu.
"Baik, Dok. Akan saya sampaikan pada Melissa, begitu dia sudah sadar."
"Saya permisi."
"Terima kasih, Dok. Mari, saya antar." Yuxian mengantar Dokter itu sampai pintu.
__ADS_1
Setelah melihat Dokter itu pergi, Yuxian kembali ke kamar Melissa dengan membawa bubur hangat. Dia duduk si kursi sebelah ranjang Melissa. Dia menatap lekat sahabatnya dengan tatapan yang teduh.
BERSAMBUNG......