
"Aku baru saja sampai Indo tadi pagi, Tan. Dan Yuxian sudah berada di rumahku begitu aku sampai di rumah. Yuxian tidak lama di rumah, dia langsung pulang. Aku pikir Yuxian sudah sampai sedari tado," jelas Melissa.
"Kalau Putraku sudah pulang sedari tadi, lalu di mana dia sekarang. Mel, tolong bantu Tante untuk mencari Yuxian. Sudah malam begini dia belum pulang. Tante takut dia kenapa-kenapa."
"Tante tenang dulu, Mel akan bantu Tante. Mel akan cari Xian-Ge sekarang juga. Oh iya, apa Tante sudah coba hubungi Gege?"
"Sudah, akan tetapi nomor teleponnya tidak aktif. Itulah kenapa Tante menghubungimu sekarang. Saat ini Tante tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi karena putraku hanya dekat denganmu saja,"
"Tante jangan berpikiran macam-macam. Aku akan mencari Gege sekarang. Aku akan hubungi Tante jika aku sudah menemukan Gege. Do'akan aku ya, Tante."
"Pasti, Mel. Tante akan mendo'akanmu. Terus kabari Tante ya, Mel."
"Siap, Tan. Mel pergi dulu ya."
"Iya, Mel Hati-hati ya,"
"Pasti, Tan. Aku tutup teleponnya. Tutt!" Melissa menutup teleponnya.
Telepon terputus!
Setelah bicara di telepon dengan Fang Yin, mamanya Yuxian. Dia mengambil jaket dan berlari keluar dari kamarnya. Dia berlari menuruni anak tangga. "Ayah, Ibu!" teriak Melissa dengan suara yang membuat semua orang panik.
Orang tua Melissa pun berdatangan dari arah yang berbeda. "Ada apa, Mel? Kenapa berteriak?" tanya Cassie, ibunya Melissa.
__ADS_1
"Di mana kunci mobil Ayah? Mel mau pinjam bentar," tanya Melissa setelah berhadapan dengan orang tuanya.
"Kau mau ke mana? Ini sudah malam, Nak. Tidak baik jka seorang wanita pergi malam-malam begini sendirian lagi,"
"Aku mau pergi mencari sahabatku, Yuxian. Barusan Tante Fang Yin menelepon jika putranya belum pulang ke rumah."
"Kenapa harus kamu yang mencarinya? Kenapa tidak Keluarganya?"
"Bu, biar bagaimanapun juga Yuxian tetap menjadi sahabatku. Aku berkewajiban untuk mencarinya. Aku tidak tega melihat Tante Fang Yin bersedih dan mengkhawatirkan putranya. Ingatlah, Bu. Selama ini Yuxian selalu membantu Mel jika Mel dalam kesulitan. Waktu aku disiksa sama Mas Danny, orang pertama yang menolongku adalah sahabatku, Yuxian. Izinkan aku pergi mencari Yuxian ya, Bu. Percayalah, Mel bisa menjaga diri dengan baik. Mel juga akan menghubungi Ibu." Melissa berusaha membujuk ibunya.
"Baiklah, tapi ingat ... kabari Ibu sama Ayah di manapun kau berada. Kunci mobil ada di laci sana." Cassie menunjuk ke arah laci lemari.
"Aah, thank you, Mom. Love you, muach!" Melissa mencium pipi ibunya sebelum pergi.
****
"Iya, Nak. Hati-hati di jalannya. Ingat, jangan mengebut dan jangan pulang larut malam, mengerti?" pesan Dominic.
"Iya, Ayah. Mel ngerti. Kalau begitu, Mel pergi ya, muach." sebelum keluar dari rumah, Melissa mencium pipi ayah dan ibunya.
****
Di mobil ....
__ADS_1
Melissa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia memperhatikan jalanan dengan seksama. Dia berharap bisa menemukan sahabatnya.
"Ge, kau ke mana sih? Kenapa kau tiba-tiba menghilang kek gini? Apa kau begini karena aku memiliki hubungan dengan Dr. Luci? Ya, aku tahu aku salah besar di sini. Seharusnya aku tidak menjalin hubungan secepat ini. Aku tidak tahu jika kau akan seterluka ini karena kabar ini. Bukankah kau bilang kau sudah melupakan perasaanmu? Lalu apa ini, Ge?" gumam Melissa.
Dia terus mencoba menghubungi sahabatnya. Namun, seperti yang dikatakan Fang Yin, ibunya Yuxian bahwa nomor teleponnya Yuxian tidak bisa dihubungi karena tidak aktif. Melissa memutar otaknya, dia mengingat-ngingat, di mana tempat yang sering Yuxian datangi pada saat sedang sedih.
Setelah beberapa menit memikirkan itu, tiba-tiba dia kepikiran kepikiran satu tempat yang bisa jadi Yuxian datangi saat ini. Tanpa membuang waktu lagi, Melissa menancap gas dan menambah kecepatan mobilnya. Bisa di bilang saat ini kecepatan mobilnya di atas rata-rata.
Butuh sekitar 1,5 jam untuk sampai di tempat itu. Sebenarnya Melissa merasa takut pergi ke tebing keraton karena jalanan menuju ke sana cukup beresiko. Jalanan yang licin dan dipenuhi batu-batu. Bukan hanya itu, di sekitar jalanan menuju tebing, sering terjadi begal.
Namun, walaupun hasilnya setengah-setengah akan tetapi dia harus tetap memastikannta ke tempat itu. Dia tidak ingin Yuxian kenapa-kenapa karena kedinginan. Maka dari itu, Melissa bersikukuh mendatangi tebing keraton.
Sebelum sampai di tebing keraton, Melissa sempat mengirim pesan kepada orang tua, Fang Yin dan juga pada pacarnya Dr. Luciano. Dia berharap, dia bisa menemukan Yuxian di tebing.
****
Ruang Dr. Luciano ....
Dr. Luciano yang saat ini sedang bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba ponselnya bergetar. Dia mendapatkan pesan yang tidak lain dan tidak bukan dari pacarnya, Melissa. Tanpa berlama-lama, dia membuka isi pesannya.
{Good night, honey .... mohon maaf malam ini aku tidak bisa pergi dinner bersamamu. Yuxian hilang, aku harus membantu Tante Fang Yin. Kak Luci marah ya. Sebab saat ini aku berada di tebing keraton}.
Setelah membaca pesan dari Melissa, dia pun segera pergi untuk menyusul pacarnya. Dia tidak mungkin membiarkan Melissa sendirian mencari sahabatknya. Walaupun pacarnya berani tetap saja ini sudah malam. Tidak baik jika seorang wanita berpergian sendirian.
__ADS_1
Dia berlari keluar dari ruangannya. Kemudian dia pergi mengambil mobilnya yang berada di basement. Begitu sampai di basement, barulah dia pergi menyusul pacarnya.
BERSAMBUNG....