Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Bertemu Dokter Luci


__ADS_3

Happy reading....


Melissa keluar dari taksi dan memasuki rumah sakit itu. Melissa berjalan mendekati meja resepsionis. "Permisi, saya mau bertanya," ucap Melissa pada resepsionis.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya Melissa, saya mau bertemu dengan Dokter Luciano, bisa beri tahu saya di mana ruangan Dokter Luciano?"


"Sebentar ya, Mbak." Resepsionis itu menelepon seseorang.


{ Dok, ada yang mau bertemu dengan Dokter. }


"Siapa?"


{ Namanya Melissa. }


"Suruh Melissa datang ke ruangan saya!"


{ Baik, Dok. }


"Mbak, ruangan Dokter Luciano ada di sebelah sana. Dokter Luciano menyuruh Mbak untuk masuk ke ruangannya."

__ADS_1


"Baik, terima kasih."


Melissa pergi menuju ruang Dokter Luciano. Dia melihat para pasien dengan wajah pucat pasi serta meringis kesakitan. Melissa juga berpapasan dengan Dokter dan suster. Mereka begitu ramah dan terlihat mereka itu melemparkan senyuman untuk Melissa. Dibalas dengan senyuman juga olehnya.


Tak lama kemudian Melissa sampai di ruangan Dokter Luciano. Tanpa berlama-lama lagi, dia langsung mengetuk pintu. "Masuklah!" Terdengar suara Dokter Luciano dari dalam.


Melissa masuk dengan sedikit ragu. "Hai, kita bertemu lagi," sapa Dokter Luciano saat Melissa sudah berada di ruangannya.


"Maaf, saya mengganggu. Saya--"


"Duduklah dulu!" Dokter Luciano menpersilakan Melissa untuk duduk.


Melissa duduk berhadapan dengan Dokter Luciano. "Dok, maaf saya mengganggu. Saya melupakan sesuatu di mobil Dokter," ucap Melissa.


"Tapi, bagaimana dengan pasien Dokter? Saya bisa menunggu di luar, Dokter selesaikan pekerjaan Dokter terlebih dahulu," ucap Melissa.


"Serius kamu akan menunggu saya? Sejujurnya saya memang masih ada 1 pasien lagi. Atau begini saja, berikan saja alamat rumahmu, biar saya yang mengantarkan tasnya ke rumahmu," ujar Dokter Luciano.


"Eh, tidak perlu. Biar saya saja yang menunggu di luar. Saya tidak enak jika Dokter yang mengantarkan tas ke rumahku. Saya sudah menikah, saya takut tetangga berpikiran buruk tentang saya."


"Baiklah jika kamu maunya seperti itu. Saya akan selesai dalam 35 menit,"

__ADS_1


"Saya akan menunggu di luar. Saya permisi." Melissa beranjak dari duduknya dan pergi ke luar.


Setelah Melissa keluar, masuklah seorang pasien wanita. Dokter Luciano segera menangani pasiennya dengan baik. Sementara itu, Melissa menunggu di luar rumah sakit.


Tak lama kemudian, Dokter Luciano keluar dengan membawa cofee cup dingin dan memberikannya pada Melissa. "Cofee dingin." Dokter Luciano tersenyum seraya menyodorkan cofee.


"Terima kasih." Melissa menerima cofee dingin pemberian Dokter tampan itu.


"Mari," ajak Dokter Luciano.


Melissa mengangguk dan mengikuti Dokter Luciano yang berjalan menuju basement. Begitu sampai di basement, Dokter Luciano membukakan pintu mobil untuk Melissa. Namun, Melissa malah kebingungan. "Masuklah,"


"Loh, Dok. Saya kemari untuk mengambil tasnya. Kenapa Dokter menyuruh saya masuk ke mobil Dokter?" Melissa mengerutkan keningnya.


"Tasmu ada di rumahku, jadi kita harus mengambilnya ke rumah," jawab Dokter Luciano.


Melissa ingin bertanya, kenapa Dokter Luciano membawa tas miliknya ke rumah. Tapi, pertanyaannya, dia urungkan. Melissa menuruti perkataan Dokter Luciano dengan masuk ke mobil.


Dokter Luciano mengitari mobilnya dan masuk lewat pintu sebelah kanan. Tanpa membuang-buang waktu lagi, Dokter Luciano melakukan mobilnya. Keadaan di dalam mobil begitu sunyi.


Melissa tampak asyik bermain ponselnya. Dia berkelana di media sosialnya, untuk mencari tahu apa saja yang dilakukan suaminya. Melissa membuka aplikasi instagram dan benar saja, jika saat ini suaminya telah mengunggah selca di kamar hotel.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2