Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 96: Anita


__ADS_3

Mereka bertiga melanjutkan perbincangan hingga kurang lebih 15 menit terlewati, Casey meminta Aldo dan Novita untuk singgah ke dalam sekolah namun mereka menolaknya dengan halus dengan alasan ingin segera pulang dan menemui keluarganya.


Casey sangat senang hari ini karena bertemu dengan teman baiknya dahulu kala yaitu Novita, diantara teman-teman lainnya bisa dibilang Casey hanya akrab dengan Novita dan mereka berdua bisa saling memahami satu sama lain.


Juga yang paling mengejutkan mereka adalah Casey sama sekali tidak mengenal Aldo yang sudah merupakan seorang aktor dan penyanyi terkenal itu.


Casey beralasan jika dia tidak terlalu tertarik dengan dunia hiburan jadi jarang memperhatikan hal-hal yang ada di televisi.


Seperti dulu, ia lebih suka membaca buku ketimbang menghabiskan waktu dengan internet. Oleh karena itu ia tidak mengenali Aldo di awal tadi.


"Kurasa lain kali kita harus mengadakan reuni." saran Casey sebelum mereka berpisah.


"Itu ide yang bagus, apa kau masih punya nomor telepon teman-teman kita?" tanya Aldo menyetujui saran Casey.


"Tentu, bahkan sampai sekarang aku masih berhubungan baik dengan mereka. Tidak seperti dua orang pasangan yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar selama 10 tahun." Casey menyindir Aldo dan Novita dengan cara yang benar-benar menusuk keduanya.


Tidak terbayangkan bagi keduanya bagaimana khawatirnya teman-teman mereka ketika mereka menghilang dan tidak pernah menghubungi satu sama lain.


"Akan ku sampaikan permintaan maafku saat reuni nanti." ucap Aldo dibalas dengan anggukan kepala Novita.


"Kalau begitu pergilah, keluargamu pasti sudah menjnggu kalian. Dan satu lagi, selamat datang di kampung halaman."


Casey memberikan sambutan hangat kepada Aldo dan Novita, meskipun agak telat tapi membuat mereka berdua sangat senang.


"Kami pulang!" ucap Aldo dan Novita serentak.


Mereka berdua kemudian melanjutkan berjalan menuju kediaman keluarga Aldo sementara Casey memasuki sekolahnya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai guru.


...


...


...


Rumah Aldo berjarak kurang lebih 500 meter dari sekolah SMA-nya, sebenarnya mereka bisa naik akot ataupun ojek namun mereka tidak melakukan itu dan memilih untuk berjalan kaki sambil menikmati kampung tersebut.


Mereka akhirnya sampai di rumah Aldo kurang lebih 30 setelah berpisah dengan Casey, di dalam perjalanan itu juga mereka banyak menemui orang-orang yang mereka kenal dan berbincang-bincang sedikit bersama mereka.

__ADS_1


Rumah Aldo juga sudah banyak berubah di 10 tahun ini, rumahnya menjadi lebih luas namun masih memiliki kesan yang sederhana, tidak ada yang spesial dari rumah itu seperti memiliki lantai 2 atau sebagainya.


Namun bagi Aldo, rumah itu adalah tempat yang menyimpan sejuta kenangan berharga baginya.


"Ayo kita masuk." ajak Aldo.


Ia sebenarnya agak gugup ketika harus pulang setelah sekian lama meninggalkan keluarganya, mereka berdua berjalan ke arah pintu depan dan langsung mengetuknya sebanyak tiga kali.


"Tunggu sebentar!" suara seorang gadis terdengar dari sebrang pintu.


Aldo menyiapkan dirinya dengan senyuman terbaiknya, begitupun dengan Novita.


Pintu terbuka dan menampilkan seorang gadis cantik dengan sweater abu-abu kebesaran, rambut panjang gadis itu berwarna kecoklatan.


Aldo tersenyum lembut melihat kemunculan gadis itu, "Aku pulang, Anita."


Anita sedikit terperanjat melihat dua orang pasangan tampan dan cantik di depannya itu, dia mengenal pria tampan itu namun tidak dengan wanita cantik di sebelahnya.


"Kakak, akhirnya kau pulang!" ucap Anita antusias.


Dia memang sudah diberitahu oleh ibunya jika kakaknya, Aldo akan pulang namun tentu saja dia masih terkejut seolah-olah ini adalah mimpi.


"Anita, lama tidak bertemu dan apakah kau sudah melupakan wajah kakak iparmu ini?" canda Novita membuat Anita kembali tercengang.


"Kak Novi?"


Novita menganggukkan kepalanya ketika Anita memanggilnya dengan sebutan yang tampak sangat akrab karena memang di dunia ini hanya Anita yang memanggilnya seperti itu.


Anita sedikit tidak percaya karena jelas penampilan wanita itu jauh berbeda dengan Novita yang dulu, maksudnya semua orang tentu saja berubah setelah 10 tahun berlalu, namun perubahan Novita mencapai segala aspek dan langsung membuatnya seperti orang lain.


"Ah, kenapa kita bicara di luar? Ayo masuk dulu!" ajak Anita dengan sopan.


Dia mempersilahkan Aldo dan Novita untuk masuk ke dalam rumah, bagaimanapun itu juga rumah mereka dulu.


Anita kemudian menyuruh Aldo dan Novita untuk duduk di sofa sementara dirinya akan menyiapkan minuman dan camilan untuk kedua orang itu.


Aldo sedikit terkesima melihat foto-foto yang terpajang di dinding ruang tamu, itu adalah foto-foto dirinya ketika masih kecil dan foto ketika dirinya tengah menggendong Anita yang saat itu hanya berusia 5 tahun.

__ADS_1


Di dalam lemari kaca, terlihat beberapa piala emas yang Aldo dapatkan dari sekolahnya dulu dan memenangkan olimpiade pendidikan.


"Sepertinya kita harus menambah hari kunjungan kita." ucap Novita tiba-tiba, dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu di kampung itu.


Aldo mengangguk, "Itu ide yang bagus."


Beberapa saat kemudian, Anita datang dengan secangkir kopi, secangkir teh, dan semangkuk camilan kue kering.


Ia menyimpan hidangan sederhana itu di atas meja depan sofa lalu ikut duduk bersama Aldo dan Novita di sofa.


Aldo baru menyadari jika ada secarik kertas putih di atas meja ketika Anita menyimpan hidangannya disana.


"Apa ini?" tanya Aldo.


"Ah, itu adalah formulir pendaftaran di sekolah tinggi, aku belum mengisinya karena bingung ingin masuk ke sekolah mana dan jurusan apa." jawab Anita.


Anita telah menyelesaikan pendidikan SMA-nya beberapa minggu lalu setelah lulus dalam ujian akhir, dan sekarang ia akan memulai pendidikan selanjutnya karena sudah ada Aldo yang akan menanggung semua biayanya.


"Myra juga sudah menyelesaikan pendidikan SMA-nya dan sekarang tinggal mencari universitas yang cocok untuknya, kenapa kalian tidak bersekolah di sekolah yang sama saja?" Novita memberikan sarannya.


"Apa Myra itu adik Kak Novi?" tanya Anita penasaran, dulu dia pernah mendengar kalau Novita memiliki seorang adik yang seumuran dengan Anita.


"Iya, dia seumuran denganmu sekarang."


"Itu ide yang bagus, aku akan menyuruh seseorang untuk mencarikan universitas yang bagus di Jakarta nanti. Karena kau akan bersekolah di Jakarta, jadi nanti kau akan ikut kesana bersama kami." Aldo memberikan keputusannya.


Anita sangat senang karena akhirnya bisa pergi ke luar Surabaya untuk pertama kalinya, tapi tentu saja ia harus minta izin dari kedua orang tuanya terlebih dahulu tentang keputusannya itu.


"Ngomong-ngomong ayah dan ibu dimana? Apa mereka sedang bekerja?" tanya Aldo.


Anita tampak sedikit sedih ketika Aldo menanyakan tentang pekerjaan orang tuanya. Aldo mengerutkan keningnya merasakan ada yang salah.


"Tidak usah disembunyikan, ceritakanlah, mungkin kakak bisa membantumu." ucap Aldo lembut.


Anita menatap wajah kakaknya yang lebih tampan daripada yang dulu, ia menganggukkan kepalanya dan kemudian mulai menceritakan tentang pekerjaan keluarganya.


[Ilustrasi Anita]

__ADS_1



__ADS_2