
"Ini semua terdengar tidak masuk akal, tapi mau tidak mau aku harus mempercayainya...." gumam Novita sendirinya.
Novita tidak tahu harus merasa lega atau sedih, semuanya telah terungkap di depan semua orang. Semua orang telah tahu jika Alex adalah anak kandung Aldo.
Ia juga telah menceritakan yang terjadi di masa lalu kepada Aldo dan para istrinya yang lain.
Novita sangat kebingungan karena seharusnya mereka akan terkejut atau mungkin marah setelah mengetahui hal itu, tapi ternyata mereka terlihat masih normal dan menerimanya dengan ikhlas.
Dan satu hal yang membuat Novita sangat terkejut adalah...
"Kami ini mempunyai jiwa yang sama ya..." gumam Novita sekali lagi sambil menghela nafas panjang.
Ia beranggapan mungkin karena mereka sebenarnya adalah satu jiwa yang terpisah membuat mereka menjadi cepat akrab dan percaya satu sama lain.
Dari awal bertemu dengan Katharine dan Ashlee juga Novita merasa memiliki ikatan batin yang aneh dengannya.
Ia merasa sangat dekat dengan mereka dan terasa sangat nyaman, seolah mereka adalah saudari kandung.
"Sang Ratu mempunyai kekuatan sihir yang hebat, apa kami bisa menjadi sepertinya?"
Novita bergumam sambil mengarahkan telapak tangannya ke cermin, ia membayangkan bisa mengeluarkan kekuatan sihir seperti Aldo dan Leon.
Novita memiliki sebagian jiwa sang Ratu, jadi dia sangat berharap bisa memiliki kekuatannya walaupun sedikit.
Bersamaan dengan pikirannya yang ingin mengeluarkan sihir dari telapak tangannya, pandangan mata Novita menangkap sesuatu yang menakjubkan.
Tepat di telapak tangannya, aura yang bersinar putih menyelimuti tangannya, itu terasa sangat hangat dan nyata sehingga membuat Novita terbelalak kaget.
"A- apa itu sebenarnya!" pekiknya bersamaan dengan aura putih di tangannya yang menghilang.
Novita melihat kembali telapak tangannya yang terlihat masih normal tanpa ada tanda-tanda apapun.
"Apakah itu adalah aura yang dibicarakan oleh Aldo dan Leon? Bagaimana caraku mengeluarkannya lagi?" tanya Novita.
"Ibu?"
Alex memasuki ruangan dengan wajah kebingungan, dia telah memanggil Novita dari tadi namun sepertinya tidak di dengar.
"Ah, Alex, ada apa nak?" tanya Novita kembali bersikap tenang dan dewasa di depan anaknya.
"Anu ... Ayah dan Paman Leon sudah pulang." ucap Leon mengajak Novita pergi ke ruang tamu.
Novita hanya dapat menerima ketika tangannya ditarik oleh Alex menuju ruang tamu, melihat senyuman yang senantiasa terpancar di wajahnya membuat Novita sangat senang.
__ADS_1
Sepertinya Alex senang mengetahui jika dirinya adalah anak kandung Aldo.' batinnya.
Sesampainya di ruang tamu sudah ada Katharine, Melody, Ashlee, dan Myra yang menyambut kedatangan Aldo dan Leon.
"Maaf aku sedikit terlambat." ucap Novita kepada semua orang.
"Santai saja, Novita." jawab Aldo lembut, ia melihat sekeliling dan tidak menemukan adanya Lia dan Aria, "Dimana mereka berdua?"
"Ah, Aria mengajak Lia jalan-jalan di taman agar dia tidak sedih memikirkan orang tuanya."
"Hm, walaupun terlihat tegar, tapi dia masihlah anak-anak..."
Melody dan Katharine menjawab pertanyaan Aldo.
"Apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan padanya?" sahut Myra.
Aldo mengangguk lalu menceritakan tentang kondisi perusahaan FGC, karena Lia adalah pewaris perusahaan di masa depan jadi dia harus mendapat pendidikan yang terbaik.
"Mungkin mulai Minggu depan dia bisa masuk sekolah, kuharap kalian juga bisa mendidiknya dengan baik."
"Tanpa disuruhpun kami akan melakukan itu dengan baik." jawab semuanya serentak.
Aldo beralih menatap Ashlee dan Katharine secara bergantian lalu bertanya, "Bagaimana diagnosis dokter kandungan?"
Kandungan Ashlee dan Katharine sekarang kurang lebih sudah berusia sekitar 3 bulan. Itu artinya 6 bulan lagi mereka akan melahirkan, jadi kondisi tubuh mereka harus sangat diperhatikan.
"Maaf aku tidak bisa menemani kalian ke dokter."
"Jangan khawatirkan itu, kami tahu kalau kau itu sangat sibuk dengan tugas yang tidak bisa kau tinggalkan."
"Itu benar."
Mereka berbincang-bincang sejenak di ruang tamu sebelum semuanya kembali ke kamarnya masing-masing karena sudah larut malam.
Aldo ingin tidur sendiri malam ini untuk menyendiri, tapi tiba-tiba Novita memanggilnya.
"Ada apa Novita?"
"Ada yang harus aku beritahu." kata Novita lalu mengajak Aldo ke kamarnya. Alex sudah bisa tidur sendiri, jadi hanya ada mereka berdua di dalam kamar itu.
Sekilas mereka terlihat seperti sepasang suami-istri yang ingin memadu kasih, namun bukan itu niatan Novita mengajak Aldo ke kamarnya.
"Sepertinya aku bisa menggunakan kekuatan sihir seperti yang kau dan Leon lakukan." ucap Novita yang membuat Aldo sangat terkejut.
__ADS_1
"Apa kau serius?"
"Untuk apa aku berbohong. Kalau kau tidak percaya kau bisa melihatnya sendiri."
Dengan kesal karena tidak dipercaya, Novita mengulurkan tangannya ke depan dan membayangkan aura putih dan hangat yang menyelimuti tangannya seperti terakhir kali.
Namun tidak terjadi apapun yang membuat Novita semakin kesal dan mencoba sekuat tenaga.
"Dasar pengendalian auramu salah." ucap Aldo memberikan arahan.
Ia kemudian berdiri di belakang Novita sambil menggenggam tangannya dengan lembut.
"Kau harus tenang dan memfokuskan pikiranmu untuk mengeluarkan dan mengendalikan aura milikmu." bisik Aldo dengan lembut di telinga Novita.
Novita sedikit tersipu, ia kemudian mulai tenang dan fokus pada tangan kanannya, tidak sampai 10 detik sudah terlihat sepercik aura putih yang muncul dan menyelimuti tangannya.
Semakin lama aura yang muncul semakin banyak hingga menyelimuti seluruh lengannya.
"Ini dinamakan aura. Setiap benda mati maupun benda hidup di dunia ini memiliki aura yang menjadi dasar keberadaan mereka."
"Aura milikmu berwarna putih, tapi sangat berbeda dengan aura putih yang ada di dunia ini. Auramu lebih lembut dan bersih dibandingkan aura lainnya. Mungkin kekuatannya juga lebih besar yang yang lainnya."
Setelah Aldo menjelaskan apa yang perlu dijelaskan kepada Novita, aura putih yang menyelimuti lengannya itu langsung menghilang atas kehendak Novita.
Keringat terlihat membasahi dahi Novita, pertanda dia benar-benar kelelahan bahkan hanya sekedar untuk mengeluarkan aura.
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak, hanya terasa sangat lelah setelah mengeluarkan aura itu." jawab Novita sambil menyeka keringatnya.
Aldo kemudian bertanya kepada Alexa tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada Novita.
[Sepertinya Novita telah berhasil membangkitkan kekuatan sang Ratu, tapi sayangnya tubuhnya masih terlalu lemah untuk mengeluarkan kekuatan sebesar itu. Jika dia memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan itu, maka mungkin seluruh syarafnya akan rusak!]
Aldo mengangguk mengerti.
"Novita, demi keselamatanmu sebaiknya kau jangan dulu menggunakan kekuatan itu. Tubuhmu masih terlalu lemah dan harus diperkuat untuk bisa menggunakan kekuatan aura dengan baik."
"Begitu ya ... Aldo, tolong beritahu cara untuk memperkuat tubuhku, aku tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali, aku tidak ingin hanya berdiam diri sementara orang-orang mati di depan mataku!"
Novita membulatkan tekad untuk bisa menggunakan sihir seperti Aldo dan Leon. Apapun caranya akan dia lakukan agar bisa berdiri di samping Aldo ketika mara bahaya menghampirinya.
Dia tidak ingin dilindungi, melainkan melindungi...
__ADS_1