Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 111: Kekacauan


__ADS_3

Hampir menjelang tengah malam, akhirnya semua tamu undangan telah datang semua dan berkumpul bersama di ruangan tempat pesta pernikahan diadakan.


Seorang pria tua dengan pakaian khas pendeta juga telah tiba dan siap melaksanakan pernikahan kapanpun.


Di tengah ruangan itu juga terdapat beberapa reporter televisi yang menyiarkan keadaan secara langsung kepada para penonton di rumah.


Berita pernikahan ini memang menjadi sorotan media dan membuat banyak orang penasaran siapakah gadis-gadis yang dinikahi oleh Aldo, karena memang identitas wanita Aldo masih rahasia dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja.


"Sepertinya pernikahan kita dulu tidak semegah ini..." ujar Evelyn, istri dari pemimpin perusahaan FGC, Daniel.


Daniel mengingat pernikahannya dengan Evelyn beberapa tahun lalu, dia mengingat jika itu adalah pernikahan termegah yang pernah dilaksanakan dan menghabiskan dana miliyaran rupiah.


Tapi jika dilihat lebih dalam, pernikahan antara Daniel dan Evelyn menuai banyak pro dan kontra dari orang-orang kalangan atas, bersamaan dengan itu juga ada orang-orang yang ingin memanfaatkan hubungan mereka berdua yang membuat mereka tidak nyaman


Sangat berbeda dengan pernikahan Aldo yang terlihat megah dan tanggapan baik dari para tamu undangan, meskipun ada yang ingin memanfaatkan Aldo, Daniel yakin Aldo bisa mengurusnya dengan mudah.


Mata lentik Evelyn yang awalnya menatap para tamu undangan beralih kepada anak perempuannya yang tengah asyik menikmati camilan yang disajikan secara bebas di atas meja.


"Lia, jangan makan terlalu banyak yang manis-manis!" tegur Evelyn namun dihentikan oleh Daniel.


"Sudah biarkan saja untuk hari ini."


"Hm, baiklah, hanya untuk hari ini saja." jawab Evelyn.


"Hadirin semuanya, aku sangat berterima kasih kepada kalian semua karena sudah mau datang ke pesta pernikahanku ini. Aku harap kalian menyukai hidangannya!"


Suara Aldo yang cukup keras dan berkharisma tiba-tiba terdengar dan mengalihkan perhatian semua tamu undangan.


Semua orang melihat Aldo yang entah sejak kapan sudah berdiri di tengah-tengah ruangan dengan tatapan kagum melihat ketampanan dan kharisma Aldo bagaikan seorang pangeran di cerita dongeng.


Para pria hanya bisa iri dengan pesona kejantanan Aldo dan para wanita langsung jatuh dalam fantasi liar mereka ketika melihat bentuk tubuh Aldo yang pas dengan setelan jas putihnya.


Beberapa wanita bahkan sudah pingsan dengan hidung mimisan, disini Aldo mulai berpikir jika dia telah membuat kesalahan dengan terjun langsung ke tengah-tengah tamu undangan.


"Maaf membuat kalian semua menunggu..."


Namun tak lama kemudian, suara seorang wanita yang sangat merdu dan lembut menerpa gendang telinga semua orang.


Mereka semua menoleh dan melihat 4 orang wanita cantik beriringan menuruni tangga secara perlahan.


Sekarang giliran para tamu undangan lelaki yang terpesona hingga pingsan melihat keempat bidadari itu menuruni tangga untuk menapakan kakinya di lantai yang sama dengan mereka.

__ADS_1


Hanya dengan berdiri di lantai yang sama saja sudah membuat mereka sangat bersyukur bisa terlahir ke dunia.


"Maaf kami lama berdandan, Aldo. Bagaimana dengan penampilan kami?" tanya Katharine lembut sambil memperlihatkan gaun biru berbalutkan putih tersebut.


Tidak hanya Katharine. Melody, Novita, dan Ashlee juga mengenakan gaun yang sama dengan mereka sehingga menunjukkan keserasian yang baik diantara mereka berempat.


"Kalian sangat cantik hari ini." jawab Aldo sambil tersenyum lembut sebelum menyadari ada yang kurang.


"Dimana Myra?"


"Ah, aku kira dia sudah disini duluan." jawab Novita sebelum melihat anaknya, Alex tengah bermain dengan seorang anak perempuan berusia sekitar 4 tahun ditemani oleh Myra.


"Itu dia." kata Novita sambil menunjuk ke arah Alex dan Novita.


"Tapi siapa anak perempuan itu?" lanjut Novita bertanya-tanya karena belum pernah melihat anak itu sebelumnya.


"Oh, namanya adalah Lia, anak Daniel dan Evelyn." jawab Aldo merasa bahagia melihat Alex mendapatkan teman baru di pesta tersebut.


"Ekhem ... maaf mengganggu anda tuan dan nyonya, tapi bisakah kita mulai pernikahannya?" sang pendeta menyela percakapan Aldo dan yang lainnya karena waktu untuk upacara pernikahan sudah tiba.


"Baiklah, ayo kita mulai." jawab Aldo.


Upacara pernikahan akhirnya segera dimulai, mempelai pria dan wanita berdiri saling berhadapan satu sama lain dengan sang pendeta sebagai penengah mereka.


Tidak ada sedikitpun suara di ruang pesta selain suara sang pendeta yang melantunkan ayat-ayat pernikahan.


"Silahkan kelima mempelai mengucapkan sumpah pernikahan kalian dengan bersungguh-sungguh." ucap sang pendeta dibarengi anggukan Aldo, Novita, Katharine, Ashlee, dan Melody.


Mereka berlima mulai mengucapkan sumpah pernikahan dengan keteguhan hati yang mantap.


Para mempelai wanita bersumpah untuk selalu setia kepada mempelai pria, sementara mempelai pria bersumpah untuk selalu bersikap adil kepada para mempelai wanita.


Sang pendeta juga meminta persetujuan pernikahan tersebut kepada pihak keluarga para mempelai.


Pak Suman dan Bu Siska mengesahi pernikahan Novita sambil menitihkan air mata, begitupun dengan ibu Katharine yang menyetujui pernikahan putrinya.


Untuk Ashlee dan Melody diwakili oleh orang tua Aldo yaitu Pak Sartono dan Bu Sitti yang juga menghadiri pesta pernikahan putranya.


Setelah melewati beberapa upacara pernikahan dan pengucapan janji pernikahan yang sakral, pernikahan mereka berlima akhirnya telah sah dibarengi dengan suara tepuk tangan meriah


Di detik itupun menjadi momen yang paling penting bagi kelima pengantin itu, dimana setelah menjalin perasaan cinta penuh drama dan emosi, mereka akhirnya telah sah menjadi pasangan yang diakui semua orang.

__ADS_1


'Terima kasih Alexa, tanpamu aku tidak akan pernah bisa mencapai titik ini...' batin Aldo benar-benar bersyukur dengan kedatangan Alexa dalam hidupnya.


[Ini memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai System...]


Di tengah para tamu undangan yang masih memberikan tepuk tangan meriah sambil sedikit terharu, tanpa orang-orang sadari ternyata ada sosok berjubah hitam di barisan belakang para tamu.


Ia mengenakan kerudung sehingga wajahnya tidak terlihat dengan jelas, yang terlihat hanyalah kulit wajahnya yang pucat dan matanya yang marah menyala.


Sosok yang sangat mencerminkan iblis itu mendesis dan memperlihatkan gigi bertaringnya yang seperti vampir kemudian mengarahkan tangannya ke arah Aldo dan menghempaskan sebuah bayangan hitam yang sangat mematikan.


Dalam sepersekian detik sebelum bayangan hitam itu mengenai Aldo, Alexa sudah memperingatkan Aldo sehingga dalam waktu yang sangat dekat itu Aldo langsung membuat pelindung menggunakan aura emasnya untuk melindungi dirinya dan para istrinya.


Booom!!


Ledakan aura yang cukup besar langsung terjadi ketika aura hitam milik sosok misterius itu menghantam perlindungan Aldo dan menghempaskan orang-orang disekitarnya termasuk sang pendeta.


"Aargh...."


"Kyaaa!"


"Tolong!!"


Kehebohan mulai terjadi diantara para tamu undangan khususnya dari orang-orang yang terkena aura hitam itu secara langsung.


Mereka yang tersentuh aura hitam milik orang misterius itu langsung tewas ditempat dengan mengenaskan, kondisinya jauh lebih buruk dibandingkan dengan kemampuan menyerap aura kehidupan milik Aldo.


"Aldo, apa yang terjadi?"


"Tetaplah disini, kalian aman disisiku!" jawab Aldo waspada.


Ia melihat ke sekelilingnya, orang-orang terlihat sangat ketakutan setengah mati dengan mayat yang bergeletakan begitu saja, hal itu juga membuat Aldo yang awalnya hari itu sangat bahagia menjadi sangat marah.


"Aldo, aku harus mencari Alex dan Myra!" kata Novita yang mulai panik melihat sekelilingnya menjadi rusuh.


Semua orang saling berdesakan ingin keluar dari ruangan pesta namun entah kenapa pintu keluar tidak bisa dibuka seperti telah dikunci dari luar.


"Aku akan segera mencarinya-"


"Kami tidak akan membiarkanmu bangkit kembali dan mendapatkan kekuatanmu yang sesungguhnya, Raja Dunia!" seseorang tiba-tiba menyela perkataan Aldo.


Aldo menoleh dan melihat sosok berjubah hitam yang mengeluarkan serangan aura hitam tadi.

__ADS_1


"Kau!!!" geram Aldo yang sudah terlihat sangat marah.


__ADS_2