
Terdengar kebisingan yang teramat sangat di sebuah ruangan bernuansa gelap yang di tengahnya terdapat meja persegi panjang besar.
Di setiap sisi meja terdapat kursi-kursi mewah yang jumlahnya mungkin mencapai 50 an, setiap kursi di duduki oleh orang-orang yang mengenakan pakaian jas hitam legam.
Sekumpulan orang-orang berpenampakan rapi itu terlihat sedang memperdebatkan sesuatu yang membuat seisi ruangan menjadi sangat bising.
Namun itu tidak berlangsung lama setelah seorang pria yang memiliki aura mengerikan memasuki ruangan tersebut.
Pria tersebut juga mengenakan pakaian jas hitam legam sama seperti yang lainnya, hanya saja dia dilengkapi dengan topi bundar layaknya coboy di film-film.
Di belakang pria paruh baya dengan kumis dan jenggot tebal itu juga terdapat seorang pria dan seorang wanita yang juga memiliki kelam.
Semua orang lantas terdiam sambil meneguk ludah mereka sendiri setelah melihat kedatangan ketiga orang itu.
Pengan perasaan yang penuh ketakutan, mereka serentak membungkukkan badan dan menunjukkan rasa hormat kepada pria itu.
""Selamat datang ketua!!"" ucap semua orang serentak.
Pria paruh baya dengan kumis dan jenggot tebal yang dipanggil dengan julukan ketua itu menatap bawahannya seolah sedang menatap seonggok sampah di jalanan sebelum akhirnya mengisyaratkan mereka untuk duduk.
"Apakah aku menyuruh kalian berkumpul disini untuk ribut-ribut?" ucap pria itu dengan wajah dingin, membuat bulu kuduk semua orang langsung berdiri.
Salah seorang pria yang terlihat cukup tua dengan uban di rambutnya melirik sang kedua dengan sedikit ragu-ragu.
'Jadi inilah sosok dari pemimpin kelompok mafia Red Devils ... dia terlalu mengerikan bahkan untuk ditatap, tidak seharusnya aku menerima misi menyusup ini...' batin pria tua itu.
Sebenarnya dia adalah seorang agen rahasia dari kepolisian Rusia yang diberikan misi untuk menyusup dan mencuri informasi mengenai kelompok mafia yang cukup membahayakan akhir-akhir ini.
Beberapa hari lalu, salah satu cabang kelompok mafia Red Devils telah dihancurkan oleh seseorang yang tidak diketahui, itulah yang menjadi alasan berkumpulnya mereka disini.
Dia sudah memulai misinya selama 1 bulan menyusup di organisasi musuh dan mengumpulkan semua informasi yang diinginkan atasannya, hingga hari ini akhirnya dia bisa melihat ketua mafia Red Devils yang belum diketahui.
'Tenanglah diriku ... aku adalah agen profesional yang sudah mengabdi selama puluhan tahun, aku harus menyelesaikan misiku layaknya seorang profesional. Mana mungkin aku gentar dengan orang busuk sepertinya...' batinnya menguatkan tekad.
Dia mengalihkan lirikan matanya ke dua orang di belakang ketua mafia Red Devils.
__ADS_1
Nama dan foto mereka sudah terpampang jelas sebagai buronan internasional dan paling diincar oleh seluruh negara.
Bagaimana tidak, mereka berdualah dalang dari berbagai masalah yang muncul di berbagai negara, mulai dari inflasi mata uang sampai dengan kelaparan masal, itu semua adalah perbuatan mereka.
Yang laki-laki bernama Zack dan yang perempuan bernama Exel, ada rumor yang mengatakan jika mereka berdua sudah berada dalam organisasi jahat itu sejak kecil, namun itu masihlah sebuah rumor yang belum jelas kebenarannya.
'Sepertinya aku mendapatkan cukup banyak informasi kali ini, aku harus segera melaporkan ini setelah pertemuan ini selesai...' batinnya sambil sedikit menyeringai, dia beranggapan jika informasi yang didapatkannya selama ini akan sangat berguna untuk negaranya.
Namun keyakinannya itu langsung goyah ketika mendengar ucapan sang ketua yang ditujukan padanya.
"Apa kau kira dirimu bisa pergi dari tempat ini dengan selamat?"
"Hah, apa?" pria itu sedikit tertegun bersamaan dengan semua orang yang menatapnya dengan keheranan.
'Tidak tidak tidak ... dia tidak mungkin menyadariku...' batinnya yang mulai panik.
"M- maksud anda tuan? Saya sama sekali tidak mengerti apa yang anda maksud, dan kenapa semua orang menatapku?"
"Kurasa drama mu cukup sampai disini, Agen Weiss." ucap sang ketua dengan kata-kata yang menusuk pria bernama Weiss itu.
Sementara Weiss masih belum percaya jika identitasnya akan terbongkar semudah itu.
"B- Bagaimana mungkin-"
"Biar aku jelaskan." potong sang ketua, kemudian melanjutkan, "Dari awal kedatanganmu di organisasi kami sebenarnya aku sudah mengetahui hal itu, aku hanya berpura-pura tidak tahu untuk menggali informasi darimu."
Weiss sontak melebarkan matanya dengan kenyataan yang dia dengar, ini pertama kalinya dia identitasnya terbongkar dan sekaligus dirinya telah dipermainkan.
Weiss mulai mengerti alasan kenapa misinya berjalan dengan lancar sampai titik ini, ternyata dia hanya dimanfaatkan oleh mereka.
Ketika dia mengumpulkan informasi musuh, ternyata musuhnya juga telah mengumpulkan informasi dirinya serta negaranya tanpa dia ketahui.
Weiss sangat putus asa setelah identitasnya terbongkar di tengah-tengah musuh, namun sebagai agen sejati dirinya tidak akan menyerah semudah itu.
Ia langsung mengambil dua pistol Dessert Eagle yang tersembunyi di belakang jasnya dan mengarahkannya ke ketua kelompok mafia tersebut.
__ADS_1
Dor! Dor!
Tanpa pikir panjang Weiss langsung melepaskan dua tembakan, ketua itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya karena salah satu pengawal pribadinya telah bergerak untuk menahan peluru dengan tubuhnya sendiri.
Bruk!
Zack mendapat satu tembakan di kepala dan satu lagi tepat di jantungnya dan membuatnya langsung jatuh tergeletak di atas meja.
'Berhasil!' batin Weiss kegirangan, dia masih belum percaya dapat membunuh buronan internasional dengan dua tembakan saja, itu pasti akan jadi berita besar jika tersebar.
Seolah tidak ada yang terjadi, Exel menapakan kakinya di atas tubuh Zack dan langsung melesatkan tubuhnya ke seberang meja, Tepatnya ke arah Weiss.
Gerakan Exel yang gesit dan cepat membuat Weiss sedikit terkejut, ia kembali menembakkan beberapa tembakan ke arah Exel namun berhasil di hindarinya dengan bergerak ke kiri dan ke kanan dengan lincahnya.
Dalam situasi yang genting itu, Weiss sangat terkejut dengan kemampuan Exel yang jelas-jelas melebihi kemampuan manusia, itu adalah kemampuan yang mustahil untuk dimiliki manusia.
Dalam sekejap mata, Exel sudah berada tepat di depan Weiss dan tanpa pikir panjang langsung mencekik lehernya dan mengangkatnya ke atas.
"Arkh!"
Weiss mengerang kesakitan, ia tidak tidak bisa bernafas dan hanya bisa merontak sambil memberikan perlawanan yang tidak berarti kepada Exel.
"Kau cepat seperti biasanya, Exel ... tapi bisakah kau singkirkan kebiasaan burukmu menginjak tubuhku itu?"
Satu lagi yang membuat Weiss terkejut adalah orang yang dia kira sudah berhasil dia bunuh dengan dua tembakan ternyata kembali bangkit seolah tidak terjadi apa-apa.
Luka di kepala dan dadanya telah menghilang bahkan tidak menyisakan noda darah sedikitpun, disini Weiss akhirnya sadar jika organisasi yang dia kira hanya kumpulan kriminal ternyata lebih dari itu.
Tok! Tok! Tok!
Sang ketua mengetuk meja sebanyak 3 kali untuk mendapatkan kembali perhatian para bawahannya.
"Aku tahu semua kejadian ini mengejutkan kalian, mulai dari kehancuran cabang anggota kita di Indonesia ditambah lagi dengan penyusupan agen rahasia, tapi ketahuilah kehadiranku disini adalah untuk mengumumkan kekuatan baru yang kita miliki!" ungkap sang ketua.
...****************...
__ADS_1
...Bagi kalian yang menyukai novel ini bisa langsung saja bergabung dengan grup Sucipta Community yang bisa kalian cek di profil author karena setiap minggunya saya bakal bagi-bagi poin gratis buat member grup, jangan sampai ketinggalan ya!...