
Melalui mata batinnya, Aldo melihat aura Ashlee yang awalnya berwarna putih sedikit demi sedikit mulai terkontaminasi oleh warna hitam.
"Apa artinya ini, Alexa?"
[Dahulu kala, jiwa sang ratu diselimuti oleh aura iblis karena memakan buah iblis yang terlarang. Dan sepertinya hal yang sama kembali terjadi, jiwa Ashlee perlahan-lahan mulai diselimuti oleh aura iblis.]
Jawaban Alexa belum membuat Aldo merasa puas, "Lalu apa yang menyebabkan jiwanya diselimuti aura iblis? Setahuku Ashlee tidak pernah berhubungan apapun dengan iblis."
[Sepertinya iblis yang ada di masa lalu juga telah ada di masa ini. Dialah yang membuat Ashlee menjadi seperti ini.]
"Jika benar begitu, ini pasti ada hubungannya dengan kecelakaan mobil yang mereka alami."
[Bisa jadi.]
Aldo sangat menyesal karena tidak dapat menyembuhkan Ashlee secepatnya, namun ia masih belum terlambat untuk itu.
"Alexa, butuh berapa lama untuk aura iblis ini menyelimuti keseluruhan jiwa Ashlee?"
[Tergantung, anda dapat memperlambatnya dengan cara menyerap aura iblis yang menyelimuti jiwa Ashlee, namun itu tidak akan dapat menghentikannya.]
[Saya sarankan anda untuk memberikan aura pelindung kepada janin yang ada di dalam rahim Ashlee agar aura iblis tidak mempengaruhinya.]
"Aku mengerti."
Aldo mengangkat tangannya dan memunculkan aura emas di telapak tangannya. Ia memadatkan aura emas tersebut menjadi sebuah bola lalu memasukkannya ke dalam perut Ashlee. Bola emas itu kemudian menjadi pelindung bagi sang janin agar tidak terpengaruh oleh aura iblis.
Selanjutnya Aldo menyentuh aura hitam atau aura iblis yang telah sedikit menyelimuti jiwa Ashlee lalu menyerapnya sedikit demi sedikit.
Rasa sakit yang luar biasa bisa Aldo rasakan ketika memaksakan dirinya untuk menyerap aura tersebut. Hingga auranya terserap dengan sempurna, suara Alexa kembali terdengar.
[Mendapatkan 1000 Poin Magis]
__ADS_1
"Aura iblis tidak akan mempengaruhiku karena aku bisa menyerapnya dalam sekejap meskipun rasanya agak menyakitkan." gumam Aldo.
Meskipun ia sudah menyerap aura yang menyelimuti jiwa Ashlee, namun itu tidak menghilangkannya secara permanen.
Dia harus terus datang dan menyerap aura hitam tersebut secara rutin.
[Untuk menyingkirkan aura iblis tersebut secara permanen dari jiwa Ashlee, Anda harus membunuh iblis neraka yang menjadi dalang kejadian ini.]
"Aku tahu. Aku akan mulai dari memeriksa lokasi kecelakaan."
...
...
...
Pyarr...
"Sial, brengsek, persetan! Kenapa mereka tidak mati saja dalam kecelakaan itu! Kenapa mereka selalu mempersulit hidupku!"
Di dinding kamar, terlihat beberapa poster seseorang yang penuh tusukan dan sayatan benda tajam.
Wanita itu menoleh salah satu poster seorang wanita cantik dengan mata biru yang bersinar terang, ia mendekat perlahan-lahan sambil membawa pisau yang tergeletak begitu saja di lantai.
"Mata biru yang indah ... begitu indah sampai aku ingin menghancurkannya!" pekik Wanita itu lalu menusuk dan merobek gambar wanita cantik dengan mata biru cerah tersebut.
Hingga amarahnya mereda, wanita itu kembali menempelkan poster tersebut ke dinding dengan bantuan perekat plastik. Ia menyatukan gambar yang tengah rusak tersebut seperti puzzle.
"Kau gagal membunuhnya, Laura..." bisikan halus terdengar di telinganya padahal dia tengah sendirian di kamar itu.
"Aku tidak gagal." jawab Laura seolah suara-suara misterius yang ada di telinganya adalah hal yang biasa.
__ADS_1
"Kau gagal, dia masih hidup sampai detik ini."
"Tapi dia akan segera mati."
"Kau terlihat percaya diri."
"Ya, aku akan mengulangi hal yang sama jika aku gagal. Tidak peduli berapa kali aku harus mengulanginya."
Laura berdiri penuh keyakinan, seolah amarah yang tadi dia perlihatkan tidak pernah ada.
Ia memandangi sekelilingnya, di dinding kamar yang berantakan itu penuh dengan foto seseorang, sebagian besar dari mereka adalah seorang wanita yang jumlahnya lebih dari ratusan.
Semua foto itu tampak berantakan dengan penuh tusukan jarum dan sobekan, hanya satu foto yang terlihat masih utuh dan sangat bersih yaitu foto seorang pria tampan, pria yang sangat dicintai oleh Laura.
"Aldo ... semua wanita ini pasti sangat merepotkanmu, bukan? Mereka mencampakkanmu begitu saja tanpa memikirkan rasa cintamu terhadapnya. Mereka adalah wanita bodoh yang menyia-nyiakan lelaki hebat sepertimu."
"Mereka pasti sangat menyesal melihat kesuksesanmu sekarang, tapi penyesalan belum cukup bagi wanita munafik seperti mereka ... mereka harus mati dan menebus dosa mereka terhadapmu!"
Pikiran Laura telah kacau dan berantakan, dipenuhi akan rasa cintanya yang gila terhadap Aldo. Dia begitu terobsesi dengan lelaki pujaan hatinya tersebut hingga rela melakukan sesuatu yang gila.
"Kau akan melakukan hal itu? Pembantaian..." bisikan misterius itu kembali memenuhi telinga Laura.
Laura kini menyeringai menyeramkan, "Itu benar ... ayo lakukan pembantaian..."
"Fufufu~ aku mulai menyukaimu."
"Tapi aku menyukai Aldo seorang."
"Dia tidak akan menyukaimu setelah tahu apa yang kau lakukan terhadap kekasihnya."
"Dia pasti menyukaiku ... karena akulah satu-satunya wanita yang pantas dicintai..."
__ADS_1
Dengan pikiran yang sudah dipenuhi dengan aura iblis, Laura akan melakukan sesuatu yang gila dan menggemparkan seisi kota.
"Dengan kekuatan kegelapan, aku memberkahimu sebuah mata iblis Neraka. Dengan ini kau dapat membunuh musuhmu dengan sekali lihat, kau bahkan bisa memanipulasi kematian dengan sesuka hatimu. Tidak ada seorangpun yang bisa lolos dari penglihatan iblis neraka!"