
"Aldo ... sekarang giliranku untuk memuaskanmu..." dengan lembut, Katharine berbisik halus di telinga Aldo yang sedang berpelukan dengan dirinya di atas ranjang.
Dengan gerakan pelan, ia memutar posisi tubuh mereka yang sedang saling berlilitan bagaikan sepasang ular yang sedang kawin.
Aldo pun dengan penuh pengertian membiarkan saja sang gadis untuk berbuat sesuka hatinya.
Lagipula, lelaki macam mana juga yang akan sanggup menolak permintaan seorang gadis yang begitu cantik jelita untuk men-service dirinya?
Dengan hati yang dipenuhi oleh perasaan bahagia, Katharine melayani Aldo dengan penuh rasa pengabdian bercampur cinta dan napsu.
Diciuminya bibir atletis sang lelaki lalu dengan perlahan Katharine kembali melanjutkan dengan memberikan kecupan lembut mendarat di sekujur tubuh sang lelaki.
Memberikan sensasi nikmat yang tak terkira kepada Aldo yang kini sedang terbaring di bawah Katharine yang sekarang berbalik mengambil alih permainan.
Dengan perlahan, Katharine pun bergerak merayap sambil menggesek- gesekkan tubuhnya yang halus dan lembut tersebut dengan tubuh kekar nan atletis milik Aldo. Ia bergerak semakin turun dan turun, menciumi dan mengelus - elus setiap bagian kulit Aldo mulai dari bibir, leher, lalu semakin turun ke dada dan area perutnya.
Hingga akhirnya sampai lah sang gadis ke area selangk**ngan sang lelaki yang menampilkan sebuah pilar besar gagah nan perkasa yang berdiri dengan begitu kokoh dan penuh kemegahan.
"I- ini pertama kali aku melihatnya..." gumam Katharine kagum.
Dengan penuh perasaan takjub, kedua tangan mulus sang gadis yang tadinya masih sibuk membelai segenap bagian tubuh Aldo kini berkumpul memegangi pilar panas milik sang lelaki yang telah membesar dan berdiri dengan keras dan memancarkan panas yang menjalari kedua telapak tangan Katharine.
Dengan perlahan, Katharine mendekatkan wajahnya yang begitu cantik jelita itu ke hadapan instrumen kenikmatan milik sang lelaki.
Nafas panas yang keluar dari celah - celah bibir sang gadis pun menerpa ujung tombak keperkasaan sang lelaki dan mengirimkan sebuah sensasi halus nan nikmat yang membuat pertahanan Aldo serasa melonggar.
Katharine menatap pilar panas sang lelaki sambil menelan air liurnya sendiri kemudian mendaratkan sebuah ciuman penuh cinta ke ujung tombak sang pria dengan tatapan mata yang telah meleleh dalam lumeran napsu.
Dari ujung tombak kenikmatan sang lelaki, bibir sang gadis pun dengan perlahan- lahan bergerak semakin turun dan turun ke bawah, menciumi setiap inci batang nya yang panas dan berkedut - kedut.
__ADS_1
Tak lama waktu berselang, ciuman penuh cinta dari bibir Katharine pun dengan perlahan - lahan mulai berubah menjadi hisapan penuh gairah.
Sang gadis yang tadinya masih polos itu pun kini dengan penuh antusias melahap batang tombak keperkasaan milik sang lelaki bagaikan sebuah hidangan paling lezat se jagat raya.
Ciuman bibir, hisapan mulut, dan jilatan lidah basah nan hangat milik Katharine mengirimkan sensasi kenikmatan yang begitu luar biasa kepada Aldo yang kini mendesis pelan.
Kini giliran sang lelaki lah yang jatuh ke dalam cengkraman cakar cinta sang gadis, dirinya yang pertama kali diperlakukan seperti itupun kini sedang terombang - ambing dengan tanpa daya dalam pelayanan tingkat ultimate premium yang diberikan oleh sang gadis kepada dirinya.
Cukup lama waktu berselang, hingga akhirnya Katharine merasa sedikit lelah setelah melakukan servis **** *** kepada Aldo selama hampir 30 menit.
Sang gadis menghentikan servis nya dan mengernyitkan keningnya.
Dilihatnya pilar panas milik sang lelaki yang masih tegak berdiri dengan penuh keperkasaan dengan permukaannya yang terlihat begitu licin berkilauan karena dilapisi oleh air liur sang gadis.
Sudah selama ini tapi dia belum muncrat juga... Apa pesona ku sebagai seorang gadis masih kurang? - pikir Katharine di dalam batinnya.
Hingga akhirnya pandangan matanya jatuh kepada Ashlee yang entah sejak kapan telah ikut menanggalkan pakaian yang tadi masih dikenakan olehnya.
Katharine juga tak melewatkan sebuah detail yang tidak mungkin akan bisa terlewatkan oleh siapa pun yang melihat tubuh milik wanita dewasa itu yang sedang duduk menonton aksi panas Katharine dan Aldo tersebut.
Ah!? Dia hanya menonton tapi selangkan\*\*annya tidak kalah basah dengan punyaku... - batin Katharine dalam hati.
Tapi tentu tak butuh lama bagi sang gadis dengan otaknya yang sangat cemerlang untuk mendapatkan jawabannya.
Akhirnya dengan senyum manis tersungging di bibirnya, Katharine melambaikan tangannya memanggil Ashlee untuk datang menghampiri dirinya.
Dan Ashlee yang sedang menonton mereka pun menurut saja dan dalam sekejap telah tiba di hadapan Katharine yang sedang berada di selangk**ngan Aldo.
__ADS_1
Katharine lalu berbisik di telinga Ashlee, "Kak Ashlee pasti dari tadi sudah kepengen juga kan? Mau bantu aku gak? Ayo kita keroyok benda ini sampai dia muncrat"
Sambil membisikkan hal yang sangat vulgar itu ke telinga seorang wanita yang jauh lebih dewasa darinya, Katharine memegangi batang instrumen vital milik sang lelaki sambil mengocok - ngocoknya.
"B- bolehkah?" Ashlee sedikit ragu dengan ajakan Katharine.
Dalam hubungan mereka bertiga Ashlee menempatkan dirinya sendiri sebagai wanita kedua milik Aldo dan posisi pertama dan paling utama adalah Katharine yang sudah terlebih dahulu mengenal Aldo.
Tapi ketika sang gadis melihat betapa majestiknya instrumen vital milik Aldo, maka seketika itu juga semua rasa ragu di dalam dirinya menghilang seolah jiwanya terpanggil untuk ikut melakukan hal yang baru saja dipraktekkan oleh Katharine.
Akhirnya dengan resolusi hati yang mantap, Ashlee pun mulai mendekatkan wajahnya menghadap batang kenikmatan sang lelaki yang terlihat begitu besar dan keras setelah diamatinya dari dekat.
Melihat hal ini, Katharine dengan penuh perhatian pun segera menyingkir ke samping dan memberikan ruang privasi yang cukup kepada Ashlee untuk bebas melakukan apa pun yang dia sukai.
Dengan segera, Ashlee pun menirukan segala apa yang sudah dilakukan oleh Katharine sebelumnya.
Dengan tatapan mata yang penuh perhatian dengan bara api napsu terbersit di dalamnya, Ashlee pun mulai mendaratkan ciuman - ciuman panas di sekujur batang tombak pusaka milik Aldo.
Kedua belah tangannya juga turut memainkan tombak pusaka milik sang lelaki dengan lincah dan penuh kelihaian menciptakan kombinasi permainan tangan, mulut, dan lidah yang begitu indah.
Bahkan Katharine pun juga ikut merasa takjub penuh kekaguman melihat teknik permainan penuh napsu yang dilancarkan oleh Ashlee.
Sementara Katharine sibuk merenung untuk memperbaiki teknik sek**ualnya agar dapat mengimbangi Ashlee, Aldo kini asyik menikmati sensasi sensual yang sangat luar biasa yang diberikan oleh Ashlee.
Saat ini Ashlee sedang berganti posisi dengan menghisap kantung harta karun berisi dua butir bola emasnya sambil mengocok batang panas milik sang lelaki yang telah menjadi begitu licin karena dilumasi oleh air liur kedua orang gadis itu.
Katharine menahan air liurnya sendiri ketika melihat permainan panas penuh napsu di antara mereka berdua.
Kini dirinya mengerti betul seperti apa rasanya menonton tayangan panas di hadapan matanya sendiri dan tidak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
Sedikit rasa bersalah terhadap Ashlee perlahan merayapi hati Katharine yang masih begitu murni dan penuh ketulusan.