
"Sepertinya kau tertarik dengan senjata itu, aku memiliki versi Desert Eagle yang jauh lebih baik disini." kata Steven melihat Aldo tertarik pada pistol Desert Eagle yang terpajang rapi di dinding ruang pelatihan.
Steven kemudian mengambil sebuah kotak hitam di rak yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berada.
Dibukanya kotak hitam itu dan memperlihatkan sepasang pistol Desert Eagle yang memiliki balutan warna emas metalic, membuatnya terlihat jauh lebih elegan.
"Cobalah." ujar Steven.
Tanpa ragu Aldo mengambil kedua pistol itu dengan kedua tangannya. Ia memutar kedua pistol emas itu di tangannya dengan lihai sebelum mengisi ulang peluru kedua pistol itu dengan cukup lincah.
Steven, Scarlett, dan Iris sedikit terpana melihat kelihaian Aldo dalam menggunakan senjata api dua tangan, tapi keterkejutan mereka tidak berhenti sampai disana karena Aldo juga melepaskan tembakan yang membelah udara dan tepat mengenai target dalam jarak 400 meter.
Lagi-lagi belum sampai disana, Aldo kemudian melepaskan beberapa tembakan yang mengarah langsung jauh melewati jarak 400 meter dan mengenai 5 target bergerak tepat di pusat lingkarannya.
Dengan senyuman tipis yang terbentuk di bibir Aldo, ia meniup ujung pistolnya yang mengeluarkan asap berbau bubuk mesiu.
"Senjata yang sangat hebat, aku ambil ini." katanya sambil melihat Steven dan yang lainnya masih mengganga penuh keterkejutan.
"Sepertinya masih banyak lagi yang belum aku tahu dari dirimu, Aldo..." ujar Steven tersadar dari keterkejutannya.
"Sepertinya misi ini akan jauh lebih mudah dengan bantuanmu." sambung Scarlett sedikit tersenyum manis dari yang awalnya hanya menunjukkan wajah datar.
Sementara respon Iris masih berdiri diam di tempatnya, dia adalah tipe orang yang jarang berbicara jika itu tidak diperintahkan oleh Steven secara langsung.
"Kalau begitu tidak perlu banyak basa-basi lagi, kita akan mulai menjalankan misinya sekarang juga!" Dengan penuh semangat Steven menyatakan jika misinya akan segera dimulai.
...
...
__ADS_1
...
Di sore hari menjelang malam, Aldo, Scarlett, dan Rey menuju sebuah lokasi yang sudah dipastikan sarana untuk memasuki kawasan kelompok El Causse.
Setelah sebelumnya dipermalukan oleh Aldo, Rey tidak memiliki niat untuk mencari masalah kepadanya lagi karena dia sadar jika bukan saatnya untuk bertengkar. Dia adalah seorang agen profesional yang sudah berpengalaman dalam banyak misi, jadi wajar jika dia bisa beradaptasi dengan baik.
Setelah beberapa jam menaiki mobil yang dikendarai langsung oleh Rey, mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah pasar gelap yang terletak di daerah kumuh dan sudah tidak layak ditinggali.
Dengan Steven sebagai pengarah jalan melalui alat komunikasi terpasang di telinga Scarlet yang ditutupi rambut panjangnya, mereka bertiga menuju sebuah tempat penjual senjata api ilegal yang dijaga oleh seorang pria gemuk dan berbau alkohol.
"Selamat datang di toko kami tuan dan nyonya, ada yang bisa kami bantu?" tanya sang penjual ramah karena melihat pakaian yang dikenakan oleh rombongan Aldo ldo adalah pakaian bagus, dengan kata lain ia mengira jika rombongan Aldo adalah pembeli kaya.
"Bisakah kami melihat-lihat senjata yang kau punya?" tanya Scarlet dengan wajah datarnya sementara Rey tanpa basa-basi langsung mengambil sebuah pistol revolver putih dan melihat-lihatnya.
"Kami memiliki berbagai jenis senjata api disini yang pastinya boleh anda coba terlebih dahulu sebelum membelinya." jawab sang penjual masih dengan sikap ramah.
"Kami memiliki tempat latihan khusus di belakang sana, kalau anda berkenan biarkan saya mengantar anda kesana." jawab sang penjual masih ramah menghadapi pelanggan kaya raya.
Rey menyeringai kecil lalu mengarahkan pistolnya ke kepala sang penjual, "Kurasa itu tidak perlu." ucapnya dingin lalu menarik pelatuk pistol di tangannya.
Tidak ada suara keras yang berasal dari pistol revolver itu setelah ditembakkan melainkan suara kecil dari tembakan yang teredam namun seketika membunuh sang penjual itu. Dengan begitu maka mereka tidak membuat keributan sama sekali.
Scarlet langsung bergegas mengambil sebuah kartu yang tersimpan di saku sang penjual ketika ia sudah terbunuh dalam sekejap mata, setelah itu ia kembali memimpin keluar dari tempat pembunuhan pertama mereka sebelum seseorang menyadarinya.
Sementara itu Aldo cukup terkesan dengan kelihaian Rey dan Scarlet yang sangat hebat, julukan agen rahasia profesional memang pantas mereka dapatkan.
Aldo sudah tidak memiliki perasaan rumit lagi dengan hal kotor semacam pembunuhan karena ia tahu jika semua orang yang berkaitan dengan kelompok mafia El Causse adalah orang-orang jahat yang pantas dimusnahkan dari dunia.
Bahkan system sendiri mendukung Aldo sepenuhnya dalam memusnahkan kelompok biadab itu, jadi tidak ada gunanya berdebat soal perikemanusiaan dan moralitas.
__ADS_1
Setelah mengambil kartu milik penjual senjata ilegal, Aldo dan yang lainnya langsung memasuki sebuah wilayah kekuasaan kelompok El Causse setelah sang penjaga melihat kartu yang mereka bawa.
Itu adalah kartu yang menjadi penanda jika seseorang bekerja di bawah kelompok El Causse. Mungkin karena saking banyaknya pihak yang bekerja di bawah kelompok itu sehingga tidak ada seorangpun yang menyadari Aldo dan yang lainnya sebagai penyusup.
Setelah sampai di tempat yang aman tanpa perhatian siapapun, Aldo, Scarlet, dan Rey langsung mempersiapkan diri mereka dengan senjata mereka masing-masing.
Aldo dengan dua pistol Desert Eagle golden metalic miliknya, Scarlet dengan dua belati yang memiliki bilah setajam silet disertai dengan satu pistol sebagai senjata cadangan, dan Rey dengan pistol revolver yang tadi dia ambil.
Bisa dibilang Rey bisa menguasai segala jenis persenjataan apapun itu, bahkan peniti kecil bisa menjadi senjata mematikan di tangan Rey. Oleh karena itu dia tidak memiliki senjata andalan seperti belati Scarlet yang khas berwarna merah mawar.
"Kita akan langsung menyerang ke markasnya, bunuh siapapun yang kau lihat termasuk anak kecil karena sejatinya semua yang ada di tempat ini adalah seorang kriminal." ucap Rey dingin.
Ia menoleh ke arah Aldo dan sedikit menyeringai, "Aku dengar kau pernah membunuh salah satu anggota El Causse sebelumnya, kuharap kau bisa mengatasi ribuan musuh yang akan kita hadapi sekarang."
"Bagaimanapun kau itu hanyalah orang biasa yang baru membunuh 1 orang, tidak seperti kami yang profesional ini." lanjut Rey kembali mencibir Aldo.
Dari awal bertemu Rey selalu saja merendahkan Aldo dengan menganggap jika dirinyalah yang paling unggul sementara Aldo tidak lebih dari orang biasa, tentu saja Aldo tidak terima dengan ini dan membalas perkataan Rey dengan cukup arogan.
"Kalau begitu mari kita bertaruh siapa yang paling banyak membunuh musuh kali ini." tantang Aldo tersenyum sombong, membuat adrenalin Rey seketika terpacu karena mendapatkan tantangan.
"Kalau begitu aku terima, jangan sampai kau menyesal nantinya..." balasnya sombong.
"Sudahlah hentikan itu kalian berdua, kita harus fokus pada misi kita terlebih dahulu." lerai Scarlet tidak habis pikir dengan sikap kedua pria bersamanya itu.
"Ayolah sedikit bertaruh tidak masalah kan?" kata Rey santai namun dibalas dengan tatapan sinis Scarlet yang membuat tubuh Rey sedikit menggigil.
Itu adalah tatapan dingin, kejam, dan tak kenal ampun yang biasanya Scarlet perlihatkan ketika membunuh musuhnya. Apakah dia ingin membunuh Rey sekarang?
Pada akhirnya Rey hanya bisa menghela nafas panjang, "Baiklah baiklah aku akan serius sekarang..."
__ADS_1