
Banyak tamu yang datang melakukan bela sungkawa atas meninggalnya Alyssa, mereka semua ikut sedih dengan kepergian seorang wanita cantik yang pastinya akan memiliki kehidupan cerah di masa depan.
Namun sayangnya takdir berkata lain, Alyssa tiba-tiba meninggal dunia tanpa sebab yang jelas.
"Mohon maaf sebelumnya Nyonya Elly, tapi apakah mendiang Alyssa pernah menderita suatu penyakit?"
Seorang polisi yang bertugas dalam menyelidiki kasus kematian Alyssa mendatangi ibu Alyssa yang tengah berdiri di depan peti mati anaknya.
Dengan menggunakan kerudung hitam sambil menahan tangisan di matanya, Nyonya Elly menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Alyssa adalah gadis yang sehat, tidak ada riwayat penyakit apapun dalam dirinya."
"Apa anda yakin? Masalahnya adalah kematian Alyssa sangat janggal dan-"
"Pak polisi, apakah kau tidak akan membiarkan putriku pergi dengan tenang?" ujar Nyonya Elly lirih namun menatap polisi tersebut dengan tajam.
Ia benar-benar kesal terhadap polisi di depannya yang tidak tahu tempat dan suasana untuk menanyakan sesuatu yang sensitif.
"Tidak, saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya ingin menyelidiki kasus ini karena kematian serupa juga sedang terjadi sekarang-"
"Maka tanyakan saja orang tua mereka yang meninggal, kenapa harus menggangguku." sergah Nyonya Elly membuat polisi tersebut kehabisan kata-kata, hingga akhirnya dia pergi dari acara pemakaman Alyssa.
Nyonya Elly kembali memandang putrinya, Alyssa yang kini terbaring tak bernyawa di peti mati hidup. Air mata kembali mengalir di pipinya.
"Alyssa ... kamu masih muda tapi sudah harus meninggalkan dunia ini. Kemana ibu harus pergi setelah ini? Ayahmu telah meninggal, dan sekarang kamu juga pergi meninggalkan ibu ... hiks ..."
Nyonya Elly sangat bersedih hati ketika kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki. Dia sangat sedih sampai beberapa jam berlalu dan sudah saatnya untuk jenasah Alyssa dimakamkan.
Namun Nyonya Elly masih belum mau merelakan kepergian Alyssa.
Di tengah kesedihannya itu, seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya dengan lembut. Ia menoleh dan melihat seorang pria tanpan di sampingnya. Nyonya Elly tentu mengenal pria itu.
"Kau, Aldo?"
"Ini aku, bibi." jawab Aldo berusaha keras untuk menenangkan wanita berumur 50an itu.
Sebagai pacar Alyssa tentu saja Aldo mengenal ibunya, bahkan ia sudah sangat mengenal wanita itu.
__ADS_1
Melihat kedatangan Aldo entah kenapa membuat hati Nyonya Elly semakin sedih.
"Aldo ... maafkan segala kesalahan putriku terhadapmu. Karena dia kalian jadi berpisah..."
"Tidak masalah bibi, lagipula itu karena kesalahanku juga karena tidak bisa menjadi pacar yang sempurna untuknya."
Untuk sekarang Aldo tidak akan mengungkit keburukan Alyssa di depan ibunya, meskipun Aldo tahu jika Alyssa bukanlah wanita baik-baik karena menginginkan pria yang kaya seperti yang terlihat saat Aldo membeli mobilnya. Ia tidak akan mengungkit hal itu di depan Nyonya Elly.
Apalagi sekarang adalah hari kematian Alyssa, tidak baik baginya mengungkit keburukan seseorang yang telah tiada.
"Sebaiknya bibi merelakan kepergian Alyssa. Dia pasti tidak ingin melihat anda bersedih lebih lama lagi." Aldo menenangkan Nyonya Elly agar dia mau menerima kenyataan dan mengikhlaskan kepergian putrinya.
Setelah beberapa bujukan dari Aldo, akhirnya Nyonya Elly mau mengikhlaskan kepergian Alyssa.
Akhirnya acara pemakamanpun dapat berlangsung sebagaimana seharusnya. Namun sebelum jenasah Alyssa di makamkan, Aldo mengaktifkan mata batinnya dan melihat jika jasadnya tersebut diselimuti oleh aura iblis.
Itu adalah aura yang sama dengan di jasad sang supir dan yang ada di tubuh Ashlee.
*Ini berarti pelakunya adalah orang yang sama* - pikir Aldo menyimpulkan.
Tapi ia masih tidak tahu bagaimana caranya iblis tersebut membunuh Alyssa tanpa kecurigaan dari orang-orang karena menurut saksi, Alyssa tiba-tiba meninggal di pinggir jalan yang ramai orang berlalu lalang.
Seketika Aldo teringat dengan perkataan polisi yang menyelidiki Nyonya Elly tadi.
*Dia pasti tahu sesuatu* - pikir Aldo lalu pergi untuk mencari polisi tersebut.
Tidak lupa sebelum pergi Aldo menyerap aura hitam yang menyelimuti jasad Alyssa.
Beruntung polisi itu belum pergi terlalu jauh, Aldo menemukan polisi itu berada di luar pemakaman Alyssa bersiap untuk meninggalkan tempat itu dengan mobil polisinya.
"Tunggu!" Aldo menghentikan polisi itu.
Polisi itu menoleh dan membuka kaca jendela mobilnya, "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Ya, aku ingin tahu informasi tentang kasus kematian Alyssa."
Polisi itu tampak menimbang permintaan Aldo, tentu saja sebagai seorang polisi dia tidak boleh membocorkan suatu informasi kasus kepada masyarakat biasa.
__ADS_1
Seolah mengetahui isi hati polisi tersebut, Aldo menunjukkan kartu identitasnya.
"Namaku Aldo, seorang aktor sekaligus penyanyi yang bekerja di bawah naungan perusahaan FGC. Beberapa waktu lalu aku menyewa seorang detektif handal untuk menyelidiki kasus serupa."
Polisi itu tidak terkejut mengetahui identitas Aldo, yang lebih membuatnya tertarik adalah kasus serupa yang dikatakan oleh Aldo.
"Apakah ada kasus serupa yang terjadi?"
"Ya, sepertinya kasus itu berkaitan dengan kasus kematian Alyssa."
Sekarang polisi tersebut tampak yakin, ia kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aldo.
"Namaku Liam, seorang polisi magang, kuharap kita bisa bekerjasama dalam kasus ini."
Aldo menerima uluran tangan Liam lalu tersenyum, "Senang bekerjasama denganmu, Liam."
"Ayo masuk."
"Baik. Terima kasih."
Aldo memasuki mobil Liam, jika dilihat lebih seksama Liam masihlah sangat muda untuk menjadi seorang polisi, usianya sekitar 21 tahun. Seperti yang dikatakan sebelumnya, dia adalah seorang polisi magang.
"Ngomong-ngomong Liam, tadi kau sempat bilang kalau ada beberapa kematian yang hampir sama dengan kematian Alyssa kepada Nyonya Elly, kan?" tanya Aldo.
"Itu benar, lebih lengkapnya tolong lihat berkas ini."
Liam menyerahkan sebuah berkas kepada Aldo sambil terus mengemudikan mobilnya.
Aldo membuka berkas di tangannya dan melihat sebuah lembaran yang memuat data Alyssa. Identitas Alyssa tercantum dengan jelas disana termasuk waktu kematiannya yaitu pukul 07:25.
Di lembaran kedua terdapat data seorang wanita dengan nama Melyn yang meninggal pukul 08:00 di hari yang sama, itu artinya 35 menit setelah kematian Alyssa.
Aldo merasa ada yang aneh ketika melihat wanita bernama Melyn tersebut.
"Alexa, kau tahu sesuatu?" bisik Aldo pelan.
[Tentu, jika anda lupa dia adalah salah satu mantan dari sekian banyaknya mantan yang anda miliki..]
__ADS_1
*Apa ini kebetulan? Seseorang membunuh orang-orang yang pernah menjalin hubungan denganku* - pikir Aldo.