
Semua kebenaran telah di ungkapkan oleh Aldo kepada para istrinya beserta Aria, Alex, dan Lia.
Alex sangat terkejut sekaligus senang mendengar fakta jika ternyata ayah kandungnya adalah Aldo, dia bisa menerima Aldo sebagai ayahnya dengan cepat.
Sekarang semua orang telah meninggalkan ruangan dan memberikan privasi kepada Aldo dan Leon untuk berbincang.
"Kau tahu keadaan para korban?" tanya Aldo sambil menatap ke luar jendela, disana secara langsung ia dapat melihat pihak berwajib yang sedang mengevakuasi korban.
"Tentu." jawab Leon singkat, ia masih duduk di sofa sambil menebak arah pembicaraan Aldo.
"Bagaimana dengan keadaan keluargaku?" tanya Aldo karena tidak sempat melindungi ayah, ibu, dan adiknya.
"Mereka hanya mengalami sedikit luka, tapi mungkin mereka agak syok dengan kejadian itu." jawab Leon.
"Lalu Johan?"
Leon terdiam sejenak sebelum menjawab, "Dia selamat, namun kondisinya sangat kritis. Mungkin kau bisa menyembuhkannya dengan kemampuan medismu."
"Begitu ya ..." gumam Aldo sedikit lega, setelah ini dia akan mengunjungi Johan dan menyembuhkannya.
Sebenarnya seluruh korban yang mengalami cedera karena kejadian itu akan ditangani oleh Dokter Watson yang kemampuan medisnya sudah sangat baik, tapi khusus untuk Johan, Aldo akan membantunya secara pribadi.
Selain itu para korban juga akan mendapatkan rehabilitasi dari dokter Watson agar tidak mengalami trauma.
"Aku sudah dengar dari Aria tentang Daniel dan istrinya ... Lia pasti sangat tertekan karena kehilangan kedua orangtuanya..." ujar Aldo sambil menggerakkan giginya.
Dia benar-benar marah bercampur sedih mendengar kematian Daniel dan istrinya, bagaimanapun Daniel sudah banyak berjasa di hidup Aldo.
Ia tidak akan melupakan jasa-jasa dari sosok pemimpin hebat itu.
"Kurasa tidak ada gunanya bersedih terlalu lama, Aldo. Setelah kegagalan Red Devils, iblis yang lebih kuat pasti akan segera muncul untuk menyerangmu."
Leon berdiri dari sofa dan berdiri di samping Aldo sambil menatap para korban dari jendela.
"Kau pasti tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali ... kita beruntung Red Devils datang hanya dengan wujud rasukan, jika tidak maka tidak ada yang bisa selamat darinya..." lanjut Leon.
Aldo menatap Leon dengan sedikit mengernyitkan keningnya, "Wujud rasukan?"
"Itu adalah kondisi ketika seorang iblis dari neraka meminjam tubuh manusia sebagai wadahnya." jelas Leon.
Mendengar itu membuat Aldo mengingat Laura yang sebelumnya pernah dirasuki oleh iblis juga.
__ADS_1
'Apakah kondisinya sama?' batin Aldo.
[Anda keliru jika menyamakan apa yang terjadi sebelumnya dengan apa yang terjadi kepada Laura.]
'Apa maksudmu, Alexa?'
[Yang terjadi pada Laura adalah kondisi dimana ia dapat menggunakan kekuatan iblis yang merasukinya dengan pikirannya yang masih utuh, sedangkan yang terjadi sebelumnya adalah sang iblislah yang mengendalikan tubuh rasukannya seperti boneka.]
Aldo mulai paham dengan penjelasan Alexa.
"Apakah para iblis bisa ke dunia ini dengan wujud sempurnanya?" tanya Aldo.
"Sebenarnya belum pernah ada iblis yang datang ke dunia ini dengan wujud sempurnanya, tapi itu tidak menutup kemungkinan jika mereka bisa datang."
Leon menjelaskan jika cara untuk memanggil iblis dari neraka adalah dengan cara mengumpulkan banyak tumbal.
Para tumbal itu akan digantung secara terbalik kemudian lehernya akan disayat sehingga darah mereka akan bercucuran.. Darah itu kemudian dikumpulkan sehingga menjadi kolam darah.
Orang yang terpilih sebagai wadah iblis akan berendam di kolam darah tersebut sementara yang lainnya akan melakukan ritual pemanggilan iblis selama 3 hari 3 malam.
Yang bisa melakukan pemanggilan iblis hanyalah para pemuja setan karena mereka memiliki kitab iblis dengan ajaran sesatnya.
Namun ada satu hal yang perlu dicatat jika setelah iblis tersebut berhasil dipanggil, maka kedua pihak wajib membuat kontrak sehidup semati.
"Kalau begitu kenapa kita tidak memusnahkan para penyembah setan untuk mencegah mereka melakukan pemanggilan iblis?"
"Itu tidak semudah yang kau kira karena mereka benar-benar bisa berkamuflase dengan mudah, bahkan orang yang terlihat sangat alim dan taat agama sebenarnya adalah penyembah setan."
Leon tidak main main dengan perkataannya kali ini, faktanya sekte penyembah setan telah ada dari awal abad 20 an. Tidak ada yang tahu bagaimana mereka bisa terbentuk dan siapa-siapa saja anggotanya.
Mereka sangat sulit dimusnahkan bahkan oleh Leon sekalipun karena seberapa banyakpun yang terbunuh, akan selalu ada anggota baru yang bergabung.
Selama keegoisan dan kejahatan manusia masih ada, maka sekte penyembah setan akan selalu ada.
"Hah ... jika kau sudah bilang begitu maka memusnahkan mereka benar-benar mustahil..." ucap Aldo sambil menghela napas panjang.
Namun tidak berarti Aldo menyerah begitu saja terhadap orang-orang yang telah menyakiti orang-orang tersayangnya dan mengacaukan pesta pernikahannya.
Seketika Aldo mengerjap karena mengingat sesuatu yang penting.
"Leon, Eternal itu abadi bukan?"
__ADS_1
"Aku tidak bilang begitu, tapi selama tidak dibunuh maka The Eternal akan tetap hidup tanpa mengalami penuaan sedikitpun."
Leon bertanya-tanya apa maksud dan tujuan Aldo mengatakan hal itu, namun seketika Leon mulai mengerti maksud dan tujuannya.
"Jangan bilang kau mau mencari The Eternal yang tersisa?"
"Itu benar!"
...
...
...
Sementara itu, di markas rahasia kelompok mafia Red Devils, terlihat Grim yang tampak sangat kesal karena rencananya telah gagal total.
Ia benar-benar malu karena harus memerintahkan anggotanya untuk mundur.
"Sial, aku kira iblis yang kita panggil dengan banyak tumbal itu kuat, tapi ternyata dia masih bisa dikalahkan. Apa yang harus aku katakan kepada ketua, dia pasti sangat marah besar jika tahu iblisnya mati tanpa hasil."
Grim benar-benar frustasi, ia menjambak rambutnya sendiri hingga rontok dan beberapa kali memukul dinding bangunan karena kesal.
"Apakah aku harus lari saja dari kelompok sialan ini ... jika aku menghadap ketua sekarang aku pasti akan mati, yang terburuk mungkin aku akan dijadikan tumbal iblis..."
Grim bergidik ngeri mengingat betapa mengerikannya menjadi tumbal untuk para iblis, dia akan dibunuh seperti ayam untuk diambil darahnya lalu membuang jasadnya ke mesin penggilingan untuk di beri makan babi.
Sekali lagi Grim bergidik ngeri.
"Sial kenapa nasibku begitu buruk, seharusnya aku menolak misi itu dari awal. dan seandainya saja iblis bodoh itu tidak meminta persyaratan itu, maka aku mungkin tidak akan dalam masalah besar seperti ini!"
Persyaratan yang dimaksud Grim adalah kontrak yang harus dipenuhi oleh kedua pihak, yaitu pihak pemanggil dan pihak iblis.
Pihak pemanggil meminta kekuatan Red Devils untuk 10 tahun ke depan, sementara Red Devils meminta persyaratan yaitu ingin membunuh seseorang terlebih dahulu.
Siapa sangka orang yang ingin Red Devils bunuh dengan tujuan yang tidak jelas itu malah membuat dirinya sendiri terbunuh.
"Hah ... dari awal tidak seharusnya kita meminta bantuan iblis, ini semua kemauan ketua dan bukan salahku, jadi jangan salahkan aku jika aku pergi dari tanggung jawabku!" umpat Grim membulatkan tekad untuk melarikan diri.
Namun sebelum ia bisa melangkahkan kakinya, seorang pria dengan tampang dingin dan menyeramkan sudah berdiri di hadapannya.
"Kau kira kau bisa tanpa pertanggungjawaban, dasar babi menjijikkan..." ucap pria itu dengan dingin, membuat seluruh tubuh Grim bergetar karena takut.
__ADS_1
'K- kapan orang ini datang, aku tidak merasakan keberadaannya ... b- benar, dibandingkan dengan Red Devils, ada dua orang yang paling di takuti oleh seluruh orang di organisasi ini, salah satunya adalah pria ini, Zack!!!'