Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 99: Garis Darah Raja


__ADS_3

Aldo memikirkannya dengan dengan matang-matang, jika dia meningkatkan kemampuan itu dengan mengorbankan 10 juta Poin Magis maka aura yang terserap secara otomatis juga akan bertambah besar, juga dia akan jauh lebih kuat dengan ini.


Tidak masalah kehilangan 10 juta poin magis karena semua itu akan tergantikan secara otomatis - pikir Aldo.


Ia kemudian memantapkan pilihannya, "Baiklah Alexa, aku akan menggunakan 10 juta Poin Magis untuk meningkatkannya!"


[Terima kasih atas transaksinya tuan!]


[Memotong 10 juta Poin Magis untuk meningkatkan kemampuan Garis Darah Raja tingkat awal ke tingkat menengah. BERHASIL! Kemampuan Garis Darah Raja tingkat awal kini naik ke tingkat menengah.]


[Poin Magis yang tersisa: 7.998.000]


Aldo merasakan perubahan yang signifikan dari aura sekitarnya yang terserap secara otomatis, aura yang masuk dalam dirinya sekarang jauh lebih deras dan cepat.


"Ini sangat luar biasa..." gumam Aldo kagum.


Ia ingin meningkatkan kemampuan Garis Darah Raja sekali lagi ke tingkat tertingginya, namun ternyata harga yang harus dia bayar adalah dua kali lipat dari harga yang tadi, yaitu sebanyak 10 juta Poin Magis.


Terpaksa Aldo harus menunggu untuk memperoleh Poin Magis agar cukup untuk meningkatkan kemampuan Garis Darah Raja miliknya.


Dari kemampuan magis, Aldo beralih ke fitur tambang harta miliknya yang levelnya belum meningkat dari awal dia mendapatkannya.


Aldo menekan fitur tambang harta lalu panel system kembali berubah memunculkan penjelasan tentang fitur tersebut.


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


γ€ŠTambang Harta》(Lv1)


Fitur memperoleh uang secara instan, dalam 1 menit anda dapat memperoleh Rp 100.000 dan setiap uang yang diperoleh langsung terkirim di rekening tuan.


(Upgrade: 5 juta Poin System, 5 juta Poin Kemampuan, dan 5 juta Poin Magis)


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


"Kenapa kemampuan yang menguntungkan selalu bernilai mahal?" keluh Aldo.


Aldo masih mempunyai sekitar 6 juta Poin System, 23 juta Poin Kemampuan, dan 7 juta Poin Magis, jadi tanpa pikir panjang dan tanpa banyak mengeluh, Aldo langsung menekan tombol upgrade.


[Memotong 5 juta Poin System, 5 juta Poin Kemampuan, dan 5 juta Magis untuk meningkatkan fitur tambang harta Lv1 ke Lv2. BERHASIL! Kemampuan tambang harta Lv1 kini naik menjadi Lv2.]

__ADS_1


[Poin System yang tersisa: 1.300.000]


[Poin Kemampuan yang tersisa: 18.900.000]


[Poin Magis yang tersisa: 2.998.000]


Aldo hanya bisa tersenyum kecut melihat banyaknya Poin miliknya yang berkurang, namun itu cukup sepadan dengan apa yang dia dapatkan.


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


γ€ŠTambang Harta》(Lv2)


Fitur memperoleh uang secara instan, dalam 1 menit anda dapat memperoleh Rp 500.000 dan setiap uang yang diperoleh langsung terkirim di rekening tuan.


(Upgrade: 10 juta Poin System, 10 juta Poin Kemampuan, dan 10 juta Poin Magis)


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


"Sekarang dalam 1 hari setidaknya aku bisa mendapatkan sekitar 7 Milyar rupiah, dengan jumlah ini seharusnya aku bisa menjadi kaya tanpa harus bekerja lagi." gumam Aldo.


Aldo bahkan sempat berpikir ingin membangun bisnisnya sendiri dengan semua uang yang dia miliki. Bukan berarti Aldo tidak betah bekerja di FGC, Aldo hanya berpikir jika sudah saatnya keluar dari zona nyamannya.


Dia sudah cukup digaji oleh Daniel dan tidak ingin menerima uangnya lagi karena sekarang Aldo bisa menghasilkan uang dengan sendirinya dan mungkin bisa melampaui Daniel.


Teriakan Anita terdengar dari arah dapur, Aldo segera bangkit dari ranjangnya dan turun ke dapur untuk makan bersama Novita dan adiknya.


...


...


...


> 3 Hari kemudian.


Pak Sartono sudah lekas sembuh dan dokter mengizinkannya untuk kembali ke rumah setelah pemeriksaan terakhir.


Sebenarnya dokter dan suster yang menangani Pak Sartono semasa dirinya dirawat benar-benar terkejut melihat kondisi pria tua itu yang sudah sembuh padahal cidera yang ia alami cukup parah.


Sepanjang hidup mereka menjadi dokter dan suster, ini adalah suatu keajaiban seseorang yang mengalami luka parah bisa sembuh dalam 3 hari saja.

__ADS_1


Disisi lain Bu Sitti, Anita, dan Novita sangat bahagia dengan kesembuhan Pak Sartono, mereka mengira ini adalah berkah yang Tuhan berikan kepada keluarga.


Padahal orang yang menyebabkan kesembuhan itu juga ikut bersyukur atas kesembuhan ayahnya itu.


"Ayah, bisa kau beritahu aku pereman mana yang telah melukaimu? Aku ingin membuat sedikit perhitungan dengan mereka."


"Aldo, jangan gegabah, mereka itu berbahaya." Pak Sartono terlihat sangat terkejut ketika mendengar Aldo akan berurusan dengan sekelompok preman yang melukainya.


Semua orang di kampung tahu jika preman itu adalah kelompok liar yang kerap membuat onar, namun mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan mereka karena selain kuat, kelompok preman itu memiliki bos yang berkuasa.


Dan bos mereka itu adalah Leyton yang dengan uangnya dapat membengkokkan hukum dengan mudah seperti pesulap yang membengkokkan sendok. Tanpa harus turun tangan langsung, Leyton bisa membengkokkan hukum dengan uangnya.


Beberapa minggu lalu ada seorang ahli silat di kampung mereka yang menghajar habis kelompok preman itu hingga mengalami luka yang parah, namun anehnya polisi malah menangkap ahli silat tersebut dengan alasan penganiayaan.


Alhasil ahli silat itu harus mendekap di sel tahanan selama beberapa hari dan membayar denda pengobatan untuk para preman tersebut.


Itu sungguh tidak adil, polisi yang seharusnya melindungi masyarakat malah melindungi preman yang kerap berbuat onar dan meresahkan masyarakat, di masa ini nama polisi sudah benar-benar menurun di masyarakat kecil.


Hukum di negri ini ibarat seperti paku yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas.


Maksud dari istilah tersebut adalah salah satu sindiran nyata bahwa keadilan di negeri ini lebih tajam menghukum masyarakat kecil ketimbang masyarakat besar atau berkuasa.


"Percayalah kepada anakmu ini, ayah. Aku pasti bisa membalas segala ketidakadilan yang kalian alami." Aldo berkata dengan serius, membuat Pak Sartono dan Bu Sitti terharu.


"Kalau begitu, ayah tidak punya pilihan lain selain memberitahumu tentang preman itu dan pengusaha yang menekan kita akhir-akhir ini." ucap Pak Sartono.


Ia kemudian mulai bercerita jika kelompok preman yang mengacaukan pabrik dan melukai orang-orang di dalamnya adalah geng tengkorak, mereka ditakuti oleh penduduk kampung karena ukuran tubuh mereka yang besar dan kekar.


Mereka biasanya terlihat di area pasar dan memeras para pedagang pasar dengan alasan uang keamanan, padahal yang mereka lakukan jelas menyalahi aturan.


"Kalau kau benar-benar ingin menemui mereka, maka pergilah ke pasar saat malam nanti. Tapi ingat untuk selalu menjaga dirimu." saran Pak Sartono.


Aldo mengangguk paham, sekarang sudah menjelang sore dan sebentar lagi akan malam, jadi Aldo memilih untuk bersiap sekarang dan menunggu mereka disana.


Tapi sebelum pergi, Pak Sartono kembali menghentikannya untuk kedua kalinya, namun sekarang bukannya dia tidak melarang Aldo pergi melainkan memberikan cincin batu akik berwarna merah darah miliknya kepada Aldo.


"Ini adalah harta yang selalu diturunkan oleh keluarga kita secara turun-temurun, kakekmu memberikan ini kepada ayah dan sekarang sudah kewajiban ayah untuk menyerahkannya kepadamu."


Pak Sartono memberikan Aldo cincin batu akik merah tersebut lalu menepuk pundak putranya yang jauh lebih tinggi dari dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ayah berharap banyak kepadamu."


Aldo menggenggam erat cincin pemberian ayahlah lalu membalas, "Aku tidak akan mengecewakanmu, ayah!"


__ADS_2