Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 65: Merekam Lagu


__ADS_3

> 3 hari kemudian.


Semenjak Aldo membuat akun media sosialnya 3 hari lalu dan memposting beberapa foto dirinya, banyak orang yang senang dengan kemunculan Aldo lalu meramaikan akunnya dengan banyak like dan followers.


Hanya dalam 3 hari itu saja Aldo sudah berhasil memperoleh sekitar 800 ribu Followers di Instagram, 700 ribu Followers di Twitter, 600 teman di Facebook, dan 1 juta Subscribers di YouTube.


Apa yang di-posting Aldo hanyalah beberapa hal random seperti makanan yang dimakannya sehari-hari dan memperlihatkan pemandangan alam di atas mansion miliknya. Aldo juga tidak banyak bicara jika dia mengunggah sebuah video.


Dan alasan kenapa channel Youtube-nya memiliki jumlah pengikut yang lebih banyak dari akun lainnya mungkin karena Aldo sempat mengunggah kemampuan bermain pianonya yang sangat baik dan mahir.


Viewers yang Aldo dapatkan dari satu video itu bisa dibibilang sangat banyak yakni sekitar 3 juta view hanya dalam 3 hari dan menjadi top trending di YouTube.


Namun meskipun begitu Aldo sadar jika dirinya tidak akan bisa mencapai target 5 juta pengikut di setiap akunnya jika hanya menunjukkan sesuatu yang monoton seperti bermain piano.


"Aku harus mencari cara lain untuk menjadi lebih terkenal, meskipun viewersku sudah banyak tapi sudah membuat orang-orang memfollow akunku."


Oleh karena itu Aldo, di pagi hari itu juga Aldo langsung berangkat menuju sebuah tempat untuk melakukan recording yang dimana tempat itu juga berada di bawah naungan perusahaan FGC.


Sebelum Aldo beranjak pergi, tak lupa Aldo juga mengabari kedua wanitanya yakni Ashlee dan Katharine untuk tetap menunggu di rumah. Disana adalah tempat yang paling aman karena dilindungi langsung oleh Maria yang selalu mengawasi mereka secara diam-diam.


Bukan berarti Aldo melarang mereka untuk keluar dan bersenang-senang, jikapun harus keluar mereka berdua harus tetap bersama-sama agar memudahkan Maria yang menjaga mereka.


Dan disinilah Aldo sekarang, di depan gedung besar yang biasanya digunakan orang-orang untuk recording music ataupun lagu.


Para penjaga keamanan langsung saja membiarkan Aldo untuk masuk ketika melihat wajahnya yang sudah tidak asing lagi di perusahaan besar FGC.


Bahkan Aldo dituntun secara langsung oleh manajer tempat itu begitu Aldo datang.


"Suatu kehormatan tempat kami kedatangan orang sehebat anda, apakah ada yang bisa kami bantu untukmu tuan?" ujar sang manajer ramah.

__ADS_1


"Aku ingin recording sebuah lagu."


"Oh, tentu saja anda bisa melakukannya, kami memiliki fasilitas recording terbaik di Indonesia yang pastinya akan memaksimalkan potensi Anda dalam menyanyikan sebuah lagu. Tapi apakah Anda sudah memiliki naskah lagu yang ingin anda nyanyikan? Kalau anda belum punya kami memiliki penulis lagu profesional disini."


"Tidak usah, aku sudah memikirkan lagu yang ingin aku nyanyikan dan ini ditulis langsung di otakku." jawab Aldo bangga.


Aldo memiliki kemampuan menyanyi yang sudah dia tingkatkan hingga ke level 5, sekarang Aldo tidak hanya memiliki kemampuan menyanyi yang sangat baik namun juga bisa menciptakan sebuah syair lagu dengan sangat mudah.


Sekarang Aldo bisa menciptakan sebuah lagu di kepalanya hanya dengan beberapa kata, contohnya kata 'madu' dan kata 'racun' akan bisa menjadi sebuah lagu yang luar biasa indahnya.


(Contoh lagu: Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku~🎶 :D)


"Tentu tuan, Anda bisa langsung memulai recording sekarang." ujar sang manajer merasa sangat kagum dengan kemampuan Aldo yang bukan hanya pandai dalam berakting tapi juga pandai dalam menyanyikan sebuah lagu.


Aldo kemudian memulai merekam lagunya yang bertemakan percintaan dengan 2 orang wanita sekaligus. Aldo terinspirasi lagu itu dari hubungannya dengan Ashlee dan Katharine.


Dan ketika dinyanyikan oleh Aldo dengan irama dan tempo yang baik, lagu yang terkesan memiliki tema biasa itu menjadi sangat luar biasa dan membuat orang yang mendengarnya menjadi kecanduan.


Siapapun yang mendengar lagu tersebut sekali saja maka dapat dipastikan akan kesulitan menyingkirkannya dari kepala mereka karena lagu tersebut akan selalu terngiang-ngiang dalam kepala si pendengar.


Disisi lain, seperti biasa keluarga Pak Suman sedang menjalani pagi hari mereka dengan penuh kebahagiaan.


Pak Suman dan Bu Siska menyiapkan warung makan mereka, Myra yang berangkat ke sekolah, si kecil Alex yang juga berangkat ke sekolahnya, dan Novita yang bersiap-siap dengan seragam rapinya.


"Sebenarnya kau tidak usah mencari pekerjaan di luar sana, Novita. Kau cukup membantu ayah dan ibumu bekerja di kedai makan." ucap Bu Siska penuh perhatian.


Dia tidak ingin kehilangan Novita lagi jika dia pergi dari rumah untuk bekerja.


Novita menggelengkan kepalanya dan menjawab perkataan ibunya dengan lembut, "Aku juga bekerja untuk memajukan perekonomian keluarga kita, lagipula ibu dan ayah tidak usah khawatir karena aku pasti akan kembali sebelum malam, aku tidak akan bermalam di luaran sana."

__ADS_1


"Sudahlah, Novita sudah dewasa dan dapat menjaga dirinya sendiri, jadi tolong jangan terlalu khawatir kepadanya."


Melihat istrinya yang keras kepala menghentikan keinginan Novita, Pak Suman akhirnya angkat bicara.


"Hm ... baiklah kalau begitu." ucap Bu Siska cemberut.


"Kakak tolong jaga dirimu ya." disisi lain Myra juga sangat khawatir kepada kakaknya yang baru pulang beberapa hari lalu dan sekarang harus pergi lagi untuk mencari pekerjaan.


Sebenarnya mencari pekerjaan bagi Novita bukanlah hal yang sulit, selama hidup di luar negeri selama 10 tahun ini Novita sudah bekerja di berbagai bidang untuk menafkahi dirinya dan anaknya.


Semua jenis pekerjaan besar dan bergaji tinggi sudah pernah ia kerjakan seperti menjadi manajer di sebuah tempat, menjadi penata rias, dan lain sebagainya.


Novita telah memiliki banyak pengalaman kerja yang pastinya akan berguna untuknya dalam melamar kerja kali ini.


"Tenang saja, kakak pasti akan pulang." jawab Novita tersenyum lembut ke arah Myra yang juga tersenyum lembut.


"Kalau begitu kakak berangkat dulu."


"Tunggu sebentar!" Myra mencegat Novita ketika ingin beranjak meninggalkan rumah.


Ia kemudian berlari ke lantai atas, tepatnya ke arah kamarnya dan mengambil sebuah syal berwarna merah.


"Cuaca pagi ini sangat dingin jadi pakailah syal ini untuk menghangatkan tubuh kakak." ucap Myra menyerahkan sebuah syal pemberian Aldo.


Novita masih diam membeku melihat syal pemberian Myra tersebut, di ujung syal tersebut terdapat sebuah logo N yang menjadi inisial namanya.


Sekilas dia mulai mengingat seseorang yang pernah memberikannya hadiah yang sama yaitu syal dengan inisial N untuk hadiah ulang tahunnya 10 tahun lalu.


Mungkin hanya kebetulan - pikir Novita sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Ia menerima syal pemberian Myra lalu beranjak pergi dari rumah mereka untuk melamar pekerjaan di luar sana.


__ADS_2