
"Kuharap kau menjelaskan apa sebenarnya yang kau lakukan di pesta tadi, Alex..." tanya Novita dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
Pandangannya masih lurus ke depan sambil mengemudikan mobil mewah yang barusan dia curi, menunjukkan kemarahan Novita lebih jelas dan bukan main.
"E- Ehm ... aku tadi hanya kelaparan dan tidak sengaja melihat ibu masuk ke pesta itu, j- jadi aku ikut masuk juga." jelas Alex dengan gugup.
Novita menghela nafas panjang, "Jika kau mau, ibu bisa membuatkan kue sebanyak yang kau mau. Tapi kau masih memilih untuk mengacaukan pesta seseorang? Jadi jangan harap mendapatkan jatah kue selama seminggu ini."
"Ibu..."
Alex merengek sedih, makanan kesukaannya di dunia adalah kue buatan ibunya, dan sekarang dia kehilangan jatah kue itu selama seminggu penuh? Tidak ada yang lebih buruk dari itu.
Sebenarnya Novita ingin memberikan hukuman kepada Alex jauh lebih keras daripada kehilangan jatah kue selama seminggu, namun dia tidak tega menyakiti buah hatinya itu lebih jauh.
Beberapa jam berkendara, Novita akhirnya memilih berhenti di sebuah persimpangan sepi yang membuat Alex kebingungan.
"Kenapa kita berhenti bu? Bukankah rumah kita masih jauh?"
"Kita tidak bisa membawa mobil ini pulang, sayang. Selain kakek dan nenekmu akan curiga, polisi pasti akan menangkap kita cepat atau lambat." jelas Novita.
Ia kemudian menuntun Alex ke sebuah halte bis yang terletak cukup jauh dari tempat mereka meninggalkan mobil. Meskipun melelahkan berjalan kaki, namun itu dibutuhkan agar mengurangi penyelidikan polisi.
Mereka berdua kemudian menaiki bis untuk pulang ke rumah mereka......
...
...
...
Sementara itu Aldo, Ashlee, dan Katharine diberikan mobil baru oleh Daniel sebagai kompensasi atas kehilangan mobilnya karena di curi barusan.
__ADS_1
Aldo menolaknya dan mengatakan hanya ingin meminjamnya untuk sementara waktu, setidaknya sampai mobilnya di temukan beserta dengan pencurinya.
Mencuri mobil mewah tidaklah semudah mencuri mobil biasa, tidak ada cara untuk menggadaikan mobil mewah seperti milik Aldo karena hal itu terlalu beresiko tertangkap.
Jadi Aldo yakin 100% mobilnya pasti akan segera di temukan. Walaupun sebenarnya Aldo tidak terlalu peduli dengan mobil yang bisa dia beli lagi, namun dia tertarik dengan jejak yang ditinggalkan oleh pasangan ibu dan anak yang mencuri mobilnya.
Mungkin saja Aldo bisa menemukan mereka berdua.
"Kemana kita harus pergi hari ini?" tanya Ashlee selepas mereka keluar dari pesta pernikahan Daniel dan Evelyn.
Aldo masih mengemudikan mobilnya dan berkata tanpa menoleh, "Sepertinya kita harus ke rumah sakit terlebih dahulu untuk memeriksakan kandungan kalian berdua."
"Baiklah!" jawab Ashlee antusias karena dengan begini dia akan dapat memastikan kehamilannya dengan jelas.
Tak butuh waktu lama bagi Aldo untuk sampai di rumah sakit besar yang ada di ibukota, tanpa berlama-lama lagi mereka memasuki rumah sakit tersebut untuk memeriksakan kondisi kandungan Ashlee dan Katharine.
"Kondisi janin sangat sehat, usianya masih sangat muda yaitu sekitar 1 bulan jadi dimohonkan agar sang ibu lebih memperhatikan nutrisi makanannya."
Di 1 bulan kehamilan Katharine juga sudah memperlihatkan sedikit tanda-tanda yaitu perutnya yang sedikit membuncit.
"Sekarang giliranku!" kata Ashlee antusias.
Dokter wanita paruh baya itu akhirnya memeriksa keadaan Ashlee sama seperti Katharine, dan hasilnya sama memuaskannya dengan kandungan Katharine.
Janin yang ada di dalam rahim Ashlee baru berusia beberapa Minggu saja, itu lebih muda dari usia janin yang ada di dalam rahim Katharine.
Hal itu disebabkan karena kesuburan kedua wanita itu yang berbeda. Dari awal rahim Katharine memang sudah subur, janin yang terbentuk saat ini adalah hasil dari hubungan int*m-nya dengan Aldo saat di Prancis. Sementara janin Ashlee adalah hasil dari hubungan int*m-nya saat di Indonesia.
Berkat pil penyubur kandungan yang mereka berdua konsumsi secara rutin, akhirnya kesuburan Ashlee dan Katharine juga bertambah. Dengan kata lain kesehatan kandungannya sangat terjamin.
Ashlee tidak dapat menghilangkan perasaan senang di wajahnya karena akhirnya dikaruniai seorang anak karena dari dulu Ashlee sudah sangat mendambakan seorang anak dengan suaminya yang sebelumnya.
__ADS_1
Namun, suaminya itu sama sekali tidak meliriknya. Dia bahkan enggan menyentuhnya dalam 5 tahun hubungan suami-istri mereka...
"Silahkan datang sebulan sekali untuk memeriksakan kandungan kalian." kata dokter wanita tersebut dengan sopan sebelum Aldo dan kedua wanitanya pergi dengan perasaan senang.
"Dengar kata dokter itu? Mulai sekarang kalian harus menjaga asupan nutrisi kalian." Aldo menasehati kedua wanitanya.
"Aku akan melakukannya dengan baik."
"Itu mudah!"
Ashlee dan Katharine meresponnya dengan baik.
Aldo berjalan dengan Ashlee dan Katharine di sisi kiri dan kanan yang merangkul tangannya, mereka berjalan sambil menjaga kehormatan mereka sebagai pasangan yang menjalin hubungan tidak biasa.
"Selamat Tuan dan Nyonya, anak anda berhasil menjalani operasi dengan selamat!"
"Benarkah? Terima kasih banyak Dr. Watson!"
Dari sebelah kanannya, Aldo mendengar nama yang tidak asing di telinganya.
Dia menoleh dan melihat seorang dokter tua yang sedang bersenang hati karena berhasil melakukan operasi terhadap anak kecil dan sekarang ia sedang memberikan kabar gembira itu kepada orang tua sang anak.
"Dr. Watson?" panggil Aldo.
Dokter yang bernama Watson itu menoleh ke arah Aldo dan tampak sebuah ekspresi senang di wajahnya, "Tuan Aldo!"
"Siapa dia?" tanya Ashlee kebingungan.
"Nanti aku jelaskan."
Dr. Watson adalah orang yang menangani penyakit Bu Siska dan ibu Katharine sebelum Aldo datang dan menyembuhkan mereka dengan cara yang mengagumkan.
__ADS_1