
*Apa yang ingin direncanakannya lagi*? - pikir Aldo bertanya-tanya.
Dari tadi Aldo menatap Merlin dengan serius dan menyadari ada sesuatu yang salah ketika pria itu menatap Melody.
"Dia merencanakan sesuatu yang buruk kepada Melody."
Saat itu juga, Maria yang masih lekat mengawasi Merlin dari atas lampu gantung ruangan juga menyadari gelagat aneh Merlin. Sebuah kemarahan kembali muncul di hatinya.
"Tuan, tolong jangan hentikan aku untuk membunuhnya kali ini." tanpa menghilangkan sikap penghormatannya kepada Aldo, Maria memohon dengan tulus.
Aldo menganggukkan kepalanya tanda setuju, "Lakukan apapun yang kau mau." gumamnya kecil yang hanya bisa di dengar oleh Maria.
Kini, arwah wanita menyeramkan itu menyeringai kejam sebelum menatap Merlin dengan dendam yang mendalam.
"Aku akan membuat hidupmu tersiksa sebelum kematian menjemputmu!" teriak Maria dengan suara yang menggetarkan udara.
Tidak ada yang mendengar suara itu kecuali Aldo yang juga bisa melihatnya, namun dampak dari teriakannya itu dapat terlihat dengan jelas dari beberapa gelas wine yang bergetar tanpa sebab.
Merlin berjalan dengan niat untuk menghampiri Melody, kebetulan saat itu ia lewat di bawah lampu gantung tempat dimana Maria bertengger bagaikan burung hantu.
Maria bergerak dengan cepat dan memotong tali yang menggantung lampu hias tersebut menggunakan kuku-kukunya yang setajam silet, membuat lampu hias seberat puluhan kilo itu terjatuh Merlin lewat di bawahnya.
Brakkk.....
"Aaaaarrghhh!!"
Suasana mendadak menjadi heboh, mereka semua terkejut setengah mati dengan kecelakaan yang tidak pernah diperhitungkan itu.
Ketika debu akibat jatuhnya lampu gantung tersebut menghilang, mereka semua dapat melihat sosok Merlin yang tertimpa lampu tersebut.
Entah keberuntungan atau kebetulan, Merlin tidak langsung tewas setelah tertimpa benda seberat puluhan kilo itu karena yang tertimpa hanya dari ujung kaki sampai pinggangnya saja.
"Aaargh!! Kakiku, kakiku!!!" Merlin berteriak histeris ketika merasakan seluruh kakinya sangat kesakitan sampai tak tertahankan.
Hanya dengan bermodalkan kedua tangannya yang masih utuh, Merlin berusaha keras untuk merangkak keluar dari benda berat yang menimpanya. Namun yang dia lakukan itu hanyalah kesia-siaan hingga beberapa menit kemudian ia akhirnya pingsan.
"A- apa yang kalian lihat, cepat bantu Tuan Merlin!" teriak Asisten Merlin dengan panik.
__ADS_1
Beberapa petugas keamanan kemudian datang untuk mengeluarkan Merlin dari timpaan lampu gantung seberat apapun kilo itu, sementara para tamu lainnya hanya melihat dan mengabadikannya dalam media sosial.
"Semua dekorasinya sudah di desain dengan baik, kenapa kecelakaan seperti ini bisa terjadi?" gumam Daniel.
"Mungkin hanya suatu kebetulan." jawab Evelyn yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan pria sombong seperti Merlin.
Sebaliknya dia lebih khawatir tentang pestanya yang harus terganggu karena kecelakaan tersebut.
"Semuanya silahkan kembali berpesta, petugas keamanan dan kepolisian akan mengurus hal ini!" Evelyn mengabari semua tamunya agar tidak panik, dan itu sukses besar. Mereka semua kembali berpesta seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya.
"Sungguh kejadian yang tidak terduga ya..."
"Tapi itu pantas untuk orang yang menghina hadiah pemberian kita."
Ashlee dan Katharine juga tidak terlalu bersimpati terhadap apa yang terjadi kepada Merlin.
Sementara Aldo melirik Maria yang kini sudah berpindah tempat ke sisinya, "Kau tidak membunuhnya?"
"Kematian hanya akan mempersingkat penderitanya."
Pemikiran Maria hampir sama dengan pemikiran Aldo yang menginginkan penderitaan lebih kepada musuhnya sebelum mengakhirinya dari dunia.
"Lakukan apapun yang kau inginkan selama itu tidak menggangguku." kata Aldo sebelum melanjutkan pestanya.
Hidangan yang sebelumnya rusak karena terkena debu akibat jatuhnya lampu gantung telah diganti dengan hidangan yang baru dan tampak lebih lezat.
Ashlee mencicipi sepotong kue strawberry dan benar-benar kagum dibuatnya, "Hmm ... ini sangat nikmat!"
"Kue nanas ini juga sangat lezat, aku penasaran dengan siapa pembuatnya."
Aldo yang sedang bercengkrama dengan Daniel dan Evelyn di dekat Ashlee dan Katharine tentunya mendengar perkataan kedua wanita itu.
"Selezat itukah hidangannya?" gumam Aldo sedikit aneh dengan tingkah Ashlee dan Katharine.
Dia melihat ke sekelilingnya dan menemukan ekspresi yang kurang lebih hampir sama dengan ekspresi Ashlee dan Katharine yang sangat menikmati hidangan pesta.
Melihat itu, Daniel sedikit tertawa bangga, "Hahaha, aku menemukan seorang pembuat kue profesional untuk mengisi suasana pesta."
__ADS_1
"Dia masih muda tapi sangat berbakat dalam membuat kue, seandainya dia mau bekerja selamanya di kediaman kami.." sambung Evelyn.
"Sepertinya saking lezatnya kue itu juga membuat seekor tikus kecil ingin mencurinya." kata Aldo tiba-tiba yang sangat membuat Daniel dan Evelyn sangat kebingungan.
"Maksudmu?"
Aldo tidak menjawab, melainkan menarik tangan seorang anak kecil yang berlalu tepat di sebelahnya. Anak itu sangat terkejut dan langsung menjatuhkan sesuatu yang dia sembunyikan dalam bajunya. Itu adalah sepotong kue strawberry.
"Kau tertangkap nak." kata Aldo.
Anak kecil yang sudah tidak berdaya itu menoleh perlahan ke arah Aldo dan berusaha untuk menerbitkan sebuah senyuman canggung di wajahnya.
"Halo Om." sapanya.
"Kau?"
"Apa kau mengenal anak ini, Aldo?" tanya Daniel.
"Tentu, aku sangat mengenalnya ... dialah yang mencuri tiketku di bandara internasional Amerika serikat..."
...
...
...
Sementara itu di dapur kediaman keluarga Daniel....
"Fiuh, kerja bagus Nona Novita, siapa sangka kecelakaan akan terjadi dalam pesta sehingga membuat sebagian besar hidangan di buang. Jika tidak ada anda mungkin kita akan kewalahan dalam menyiapkan hidangan pengganti."
"Bukan masalah besar Chief! Aku senang bisa membantu kalian semua!" ucap Novita menatap semua rekan kerjanya di dapur.
"Seandainya anda bisa tetap bekerja di kediaman Tuan Daniel-"
"Maaf, aku hanya bekerja sementara di sini. Jujur saja aku sedikit tergiur dengan gajih yang di dapatkan dari acara pesta ini, oleh karena itu aku menjalani pekerjaan ini." potong Novita.
"Sepertinya sudah cukup sampai disini, semua hidangan sudah disiapkan dan sudah saatnya bagiku untuk pamit dari sini setelah mendapatkan bayaran."
__ADS_1
Novita hendak pergi, namun di saat yang sama terdengar suara keributan di tengah pesta.
Seorang anak kecil tiba-tiba memasuki dapur lalu berteriak, "Ibu, om jahat itu ingin menculikku!"