Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 6: Tempat Tinggal


__ADS_3

Polisi mendatangi kedai makan pak Suman tak lama setelah Aldo berhasil mengalahkan seluruh anggota geng Death Metal, mereka sangat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat pasalnya seluruh anggota Death Metal adalah buronan kelas kakap.


Tidak mudah menangkap mereka karena pergerakan mereka yang sangat lincah, tempat persembunyian mereka juga tidak pernah bisa ditemukan oleh para polisi.


Jadi mereka sangat berterima kasih kepada Aldo yang sudah menangkap orang-orang yang kerap membuat masalah hingga dan sangat meresahkan warga.


"Terima kasih banyak atas bantuannya, Tuan Aldo. Kami mempunyai beberapa penghargaan yang harus diberikan kepada seorang pemberani seperti anda, jika tidak masalah maukah anda berkunjung ke kantor pusat nanti?" seorang pria yang sepertinya berstatus sebagai kepala polisi mengundang Aldo secara hormat.


"Terima kasih banyak, saya akan mempertimbangkannya nanti." jawab Aldo.


"Kalau begitu kami akan menyambut kedatangan anda kapan saja."


Ia kemudian pergi setelah mengatakan itu bersama dengan polisi lainnya yang meringkus para penjahat itu.


Aldo hanya tidak ingin berurusan terlalu jauh dengan kepolisian dan kenegaraan karena dia tahu jika itu adalah hal yang merepotkan, jadi sebisa mungkin dia akan menghindari mereka.


Aldo menatap kepergian puluhan mobil polisi yang datang untuk meringkus geng Death Metal, dan seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Aldo sedikit terkejut dan menoleh ke belakang sehingga bisa melihat Myra yang memeluknya dengan penuh kesedihan.


"E- eh? Apa yang kau lakukan?"


"Dasar bodoh, kenapa kau tidak mendengarkan nasihatku?" bentak Myra kesal.


Dia sudah menyuruh Aldo untuk diam dan tidak mencari masalah dengan geng Death Metal, tapi Aldo malah tidak menghiraukannya yang membuat Myra menjadi sangat kesal.


Aldo terkesiap, dia berpikir bagaimana bisa Myra sangat dekat dengan dirinya? Tapi tidak ada yang tahu perasaan wanita ketika dia tenga khawatir.


"Tenanglah, aku baik-baik saja sekarang." kata Aldo sambil membelai rambut Myra walaupun sedikit enggan.


Aldo memiliki hati yang rapuh, dia bisa dengan mudahnya jatuh cinta terhadap seseorang walaupun tahu jika nanti akan berakhir dengan menyakitkan.


Dia sudah tidak kuat lagi dan memilih untuk menutup pintu hatinya.


"Myra, jangan menggangunya lebih dari ini." kata pak Suman takut jika harus menyinggung Aldo, walaupun begitu rasa terimakasih yang tak terhingga jauh lebih besar daripada ketakutannya.


"Orang-orang jahat itu telah mengganggu kami selama bertahun-tahun, mereka selalu merampas uang kami sehingga ibu Myra medis di rumah sakit. Jadi saya sangat berterimakasih kepada Anda, tuan Aldo!" lanjut pak Suman sambil menundukkan kepalanya.


Bukan hanya pak Suman tapi semua orang yang ada di kedai itu menundukkan kepalanya untuk memberikan penghormatan yang sebesar-besarnya kepada Aldo.

__ADS_1


"Dengan ini maka wilayah ini akan aman dari perusuh seperti mereka."


"Kami sangat berterimakasih kepadamu, Brother!"


Orang-orang berterimakasih dengan tulus kepada Aldo yang membuat pria sad boy itu tersenyum tulus. Ini adalah pertama kalinya dia menerima ucapan terimakasih dari orang yang sebegitu banyaknya, jadi Aldo punya perasaan yang tak tergambarkan tentang ini.


"Untuk merayakan hari ini, aku akan membuatkan nasi goreng spesial gratis untuk semua orang!" teriak pak Suman bersemangat diiringi dengan sorakan bahagia semua orang, tapi tidak dengan Aldo.


"Maaf, aku akan segera pergi dari tempat ini, jadi aku tidak bisa ikut..."


Semua orang terdiam.


"K- kenapa buru-buru seperti itu?" tanya Myra yang masih belum siap berpisah dengan Aldo.


"Sebenarnya aku baru saja diusir dari kosanku, jadi aku harus menemukan tempat tinggal lain sebelum malam tiba." jawab Aldo jujur.


Myra baru menyadari ransel besar yang dibawa oleh Aldo, jadi jelas jika Aldo tidak berbohong dengan alasan kepergiannya.


"B- bagaimana kalau kamu tinggal di rumah kami." ujar Myra sedikit ragu.


"Kau serius?"


Setelah berpikir sejenak akhirnya Aldo memilih setuju untuk tinggal bersama dengan keluarga Pak Suman, lagipula dengan begini dia tidak harus susah payah mengeluarkan uang untuk menyewa kos kosan. Dia juga bisa membantu Pak Suman di kedai dengan kemampuan memasaknya.


Myra sangat senang, ia kemudian menggenggam erat tangan Aldo lalu menuntunnya naik ke lantai atas karena memang rumah keluarga Pak Suman menyatu dengan kedainya.


"Biar ku antarkan ke kamarmu." kata Myra dengan antusias.


Aldo hanya menurut dan meninggalkan Pak Suman yang sedang menyiapkan nasi goreng spesial gratis untuk semua orang.


Bersamaan dengan itu suara system terdengar di kepala Aldo.


[Berhasil menyelesaikan misi pertarungan! Hadiah: 100 Poin System, 100 Poin Kemampuan, 15+ Kharisma]


*Sempurna* - batin Aldo.


"Ini akan menjadi kamarmu mulai dari sekarang, maaf karena kamarnya kecil dan sempit." kata Myra setelah sampai di kamarnya.


Beberapa barang-barang sudah terpajang dengan rapi di tempat itu yang menjadi pertanda jika kamar itu sudah pernah dipakai oleh seseorang sebelumnya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong siapa orang yang tinggal di kamar ini sebelumnya?" tanya Aldo yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Wajah gembira Myra sontak pudar ketika Aldo menanyakan hal yang sensitif baginya, seketika Aldo panik dan langsung meminta maaf.


"M- maaf, aku hanya sedikit penasaran, sebenarnya tidak masalah kalau kau tidak ingin menjawabnya-"


"Dia adalah kakak perempuanku."


"Eh?"


Diluar dugaan Aldo, ternyata Myra mau menjawab pertanyaannya walaupun sedikit enggan.


"Ini adalah kamar kakak perempuanku yang menghilang 10 tahun lalu saat dia melakukan tur perjalanan sekolah, kami sudah melapor polisi dan menyebar selebaran tapi dia masih belum ditemukan juga."


"Polisi bilang kalau kemungkinan besar kakakku telah meninggal di suatu tempat atau diculik dan dibawa ke luar negeri sebelum menutup kasus hilangnya. Tapi kami yakin jika dia masih hidup di luar sana..." lanjut Myra sedih.


Setelah dipikir-pikir ternyata keluarga Pak Suman sangatlah menderita, mulai dari bisnis mereka yang selalu didatangi oleh orang-orang jahat seperti geng Death Metal, ibu Myra yang terbaring di rumah sakit, dan kakaknya yang hilang.


Semoga dengan kedatangan Aldo dalam keluarga itu bisa membawa kedamaian kepada mereka.


"Kalau begitu aku pergi dulu untuk membantu ayah memasak, bye Om!" kata Myra yang mendapatkan kembali keceriaannya.


Sementara Aldo sedikit tertegun, "Apa, Om? Hei, aku ini masih 27 tahun!"


Aldo berteriak keras tidak terima jika dirinya dipanggil Om pada usia yang tidak seharusnya, namun Myra tidak menghiraukannya dan hanya terkekeh geli.


"Hah ... apa yang aku pikirkan? Dia itu gadis SMA yang sedang dalam masa pertumbuhan, jadi tidak seharusnya aku bersanding dengannya..." kata Aldo menghela nafas panjang.


Aldo kemudian merapikan barang-barang bawaannya, ketika dia membuka lemari pemandangan puluhan pakaian wanita muda menyambut matanya.


Bukan hanya pakaian luar tapi juga pakaian sekolah gadis SMA dan beberapa bra berwarna merah muda.


*Akan menjadi ujian yang besar selama aku tinggal di tempat ini* - batin Aldo tersenyum pahit.


Ia kemudian menutup lemari itu rapat-rapat, berharap iblis dalam dirinya tidak berbuat macam-macam dengan sekumpulan pakaian gadis muda yang ada disana.


...****************...


[Ilustrasi Myra]

__ADS_1



__ADS_2