Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 104: Mafia Red Devils


__ADS_3

Leyton menjelaskan jika dirinya telah mengeluarkan banyak uang untuk proyeknya kali ini dan semua itu akan sia-sia jika keluarga Aldo tidak mau menjual tanahnya.


Namun Aldo sama sekali tidak peduli dengan seberapa besar kerugian yang Leyton alami.


"Aku mengerti apa yang kau alami, tapi tetap saja aku tidak bisa menerima apa yang telah kau lakukan kepada keluargaku." ucap Aldo setelah Leyton usai menjelaskan semuanya.


Wajah Leyton yang awalnya tampak ramah sontak berubah menjadi dingin ketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Aldo.


"Apa kau tidak mendengar penjelasanku?" tanya Leyton geram.


Aldo tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum meremehkan pria yang sudah kehilangan kesabarannya itu.


Dari awal Aldo tahu jika sikap ramah dan sok akrab yang Leyton nampakkan hanyalah kepura-puraan belaka, tidak mungkin orang dengan penuh dendam dan kebencian seperti dia bisa menjadi sangat baik.


Dan sekarang Aldo berhasil membuat pria licik itu memperlihatkan jati dirinya.


"Awalnya aku ingin menggunakan cara yang halus untuk membuatmu ingin menyerahkan tanah pabrik itu kepadaku, tapi sepertinya itu tidak diperlukan sekarang." ujar Leyton, ia kemudian menjentikkan jarinya dan puluhan orang bersenjata datang dari segala penjuru pintu.


Mereka mengenakan seragam jas hitam legam, dan beberapa dari mereka mengenakan kacamata hitam dengan wajah yang sangar.


Senjata yang mereka pegang berupa tongkat pemukul dan benda tajam seperti pisau lipat dan lain sebagainya, namun Aldo bisa tahu jika mereka membawa senjata api di punggung mereka.


Namun hanya satu hal yang dapat Aldo simpulkan dari sekumpulan orang sangar itu.


"Mafia."


Leyton menaikan sebelah alisnya, "Oh? Ternyata kau tahu tentang mafia."


"Tidak banyak." jawab Aldo.


"Kalau begitu aku akan memberitahumu ... keluargaku adalah salah satu keluarga yang menjalin hubungan dengan kelompok mafia Red Devils, mereka adalah kelompok mafia yang sangat berbahaya di seluruh belahan Asia." jelas Leyton.

__ADS_1


Menjalin hubungan dengan kelompok mafia sama dengan menjadi musuh bagi negaranya sendiri, jika benar apa yang di katakan oleh Leyton berarti keluarganya bisa dibilang sebagai *******.


Itu adalah salah satu hal yang paling ilegal bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.


"Aku mengerti, jadi apakah kau tidak khawatir jika aku melaporkan hal ini?" tanya Aldo mencoba menguji Leyton.


Dan benar saja ia terpancing dan langsung mengatakan sesuatu yang sangat mencengangkan dari negaranya tersebut.


"Jika kau bisa maka laporkan saja, namun perlu kau ketahui jika hampir 50% pemerintahan di negara ini sudah dikuasai oleh mafia Red Devils. Jika kau melaporkan hal ini maka bukannya dapat perlindungan, sebaliknya kau akan dibunuh oleh mereka."


Mengetahui itu, Aldo berpikir jika kelompok mafia Red Devils ini bukanlah kelompok kecil seperti geng tengkorak yang telah dia kalahkan.


Setidaknya kelompok itu memiliki kekuatan yang hampir sama dengan kelompok mafia El Causse di Prancis dulu.


Aldo ingin memancing Leyton lebih jauh lagi untuk mendapatkan informasi yang lebih jauh tentang kelompok itu, namun sebelum dia melakukannya salah satu orang dari kelompok mafia Red Devils sudah menyela terlebih dahulu.


"Tuan muda, anda tidak seharusnya mengatakan hal itu kepada orang asing, itu adalah rahasia yang sangat dijaga!"


Leyton menatap orang yang menyelanya dengan tatapan sinis, "Apa kau takut jika rahasia itu bocor?"


Keluarga Leyton bisa dibilang sebagai salah satu keluarga dengan bisnisnya yang menguntungkan bagi mafia Red Devils, berkat keluarga itu mereka bisa memasuki kota Surabaya dengan mudah.


Jadi sudah sepatutnya mereka menghormati Leyton dan memanggilnya sebagai tuan muda.


Namun para petinggi di mafia Red Devils hanya menganggap keluarga Leyton sebagai alat untuk mencapai tujuannya, yaitu menguasai seluruh perekonomian dunia.


Namun Leyton hanya tersenyum sebagai tanggapan, "Tenang saja karena orang mati tidak bisa bicara."


Dia menatap Aldo dengan penuh arti, memberikan sebuah isyarat untuk menghabisinya agar rahasia yang sengaja dia berikan bisa tertutup dengan rapat kembali.


Semua orang mengerti arti isyarat yang Leyton berikan dan mulai mengerumuni Aldo dari segala arah.

__ADS_1


Aldo hanya tersenyum meremehkan sekumpulan orang-orang itu, membuat Leyton mengerutkan keningnya.


"Kau masih sok tenang meskipun kematian sudah jelas ada di depanmu, apa kau mau memohon ampun untuk nyawamu beserta seluruh keluargamu?" ujar Leyton sombong seperti biasanya.


Aldo menggeleng ringan, "Sepertinya kau keliru dalam satu hal ... aku datang padamu bukan untuk memohon ampun, melainkan menyuruhmu untuk pergi selamanya dari kota ini..."


"Hahaha, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh orang sepertimu?! Aku akui jika kau cukup populer sebagai seorang selebritis namun itu tidak menutup kemungkinan kalau kau itu orang yang lemah, kau masih anak lemah yang bisa aku kalahkan dengan beberapa orang saja!" ungkap Leyton.


"Heh ... sepertinya kau sudah menyelidiki latar belakangku, tapi sepertinya kau salah dalam satu hal..."


"Sudah cukup bicaranya! Bunuh dia sekarang juga!" perintah Leyton dengan suara yang menggelegar.


"Kalau aku bukan orang lemah seperti dulu lagi..." sambung Aldo sebelum semua orang serentak berlari menghampirinya sambil mengangkat senjatanya masing-masing.


Mereka semua mengepung Aldo dari segala penjuru namun Aldo masih tampak tenang seolah itu bukan apa-apa.


Gerakan cepat mereka terlihat lambat di mata Aldo yang entah sejak kapan sudah berubah menjadi warna emas menyala.


Salah satu tongkat pemukul mengarah ke kepalanya lebih dulu dari serangan lainnya, Aldo menatap tongkat pemukul itu dengan ringan dan dalam sepersekian detik saja tongkat tersebut sudah menjadi abu.


Orang yang memegang tongkat pemukul tersebut tentu sangat terkejut ketika melihat tongkat miliknya sudah hancur menjadi debu di tangannya sendiri.


Di detik itu juga Aldo sudah menundukkan seluruh badannya hingga setara dengan pinggang orang-orang, ia melakukan sedikit putaran untuk menjatuhkan lawannya dengan menyerang area kakinya.


Lalu dengan sekali gerakan lagi, Aldo menghempaskan semua orang seolah-olah mereka terkena badai angin yang sangat dahsyat, membuat semua orang terlempar dan menabrak dinding hingga retak.


Hening, itulah situasi yang terjadi di ruangan yang luas nan mewah tersebut, hanya terdengar sedikit suara rintihan sebelum mereka meninggal dunia.


"Monster..." gumam Leyton dengan mata membelalak.


Ia menatap satu orang, yaitu Aldo yang berdiri di tengah medan tempur tanpa tergores sedikitpun.

__ADS_1


Leyton tampak sangat tercengang hingga sampai ketika mata mereka bertemu, ia baru sadar jika Aldo sudah berjalan mendekatinya.


"Mafia Red Devils? Aku tidak peduli dengan siapapun mereka..."


__ADS_2