
"Alex!"
Mendengar teriakan keras Alex yang berasal dari pintu depan, Novita dan Myra sontak berlari dengan penuh kekhawatiran terhadap keselamatan Alex.
Sesampainya di sana, Myra langsung memeluk tubuh kecil Alex yang menggigil ketakutan sementara Novita bersiaga dengan kuda-kudanya dan siap untuk menyerang.
"Kau!" Novita benar-benar terkejut melihat siapa orang yang ada di depan pintu, itu adalah Aldo!
"Kurasa ada kesalahpahaman disini, aku bisa menjelaskannya." ucap Aldo sambil mengangkat kedua tangannya ke atas mengahadapi kuda-kuda Novita yang siap menyerang kapan saja.
"Kau, kenapa kau ada disini?!"
"Tadinya aku mencarimu ke kantor pemberitaan, tapi kata seniormu kau sudah keluar, jadi aku ke rumahmu." Aldo menjawab pertanyaan Novita namun tidak membuatnya puas.
"Aku tidak butuh jawabanmu!"
Brak!
Novita kemudian menutup pintu rumahnya dengan sangat keras hingga membuat suara yang bising dan menggetarkan jendela kaca.
Di luar sana, Aldo masih mengangkat tangannya dengan kebingungan, "Bukannya dia yang bertanya?"
Di dalam rumah, Novita langsung mengajak Myra dan Alex kembali ke ruang tamu dan menyuruh mereka untuk jangan pernah membukakan pintu untuk Aldo.
Sementara Myra sangat kebingungan melihat interaksi kakaknya dengan Aldo.
"Apa kalian berdua saling kenal, kak?"
"Ya, maksudku tidak! Aku tidak mengenalnya sama sekali dan aku peringatkan kau agar jangan pernah mengenalnya." jawab Novita tegas memperingati, namun itu tidak berguna di hadapan Myra.
Myra adalah gadis yang pintar, dalam beberapa menit saja dia sudah dapat menganalisa situasinya.
"Apakah Om Aldo adalah pria yang kakak maksud dengan serangga?" tanya Myra.
Novita tahu tidak dapat menyembunyikan apapun dari adiknya yang pintar dan cerdik itu, jadi dia menjawab, "Ya!"
Beberapa saat kemudian, Novita menyadari ada yang salah dengan kata-kata Myra barusan.
"Om Aldo? Kenapa kau memanggilnya seolah-olah memiliki hubungan yang dekat dengannya? Apa kau sudah mengenal dia sebelumnya?" tanya Novita dengan perasaan yang semakin khawatir, ia merasakan ada yang salah disini.
__ADS_1
"Ya, aku mengenalnya, dia adalah pria yang waktu itu aku ceritakan kepadamu kak, apa kakak masih ingat?"
Bak petir yang menyambar di siang hari, begitulah perasaan yang dialami oleh Novita, keterkejutan yang luar biasa hingga membuat tubuhnya diam membeku.
Benar, Myra sudah menceritakan tentang perasaan cintanya terhadap Aldo kepada Novita dari awal pertemuannya hingga perpisahannya. Namun Myra merahasiakan tentang apa yang hampir mereka lakukan sebelum terciduk oleh ibunya.
Myra bisa menduga jika kakaknya itu akan marah besar ketika mengetahui jika ada seorang pria yang menyentuh adik kesayangannya.
Bahkan ketika Myra menceritakan tentang dirinya yang menyukai Om Om tampan usia 27 tahun saja sudah membuat Novita cukup marah dan mengomelinya sepanjang malam.
"Kak? Kakak baik-baik saja?"
"Ibu ada apa denganmu?"
Myra dan Alex mencoba untuk menyadarkan Novita dari keterkejutannya hingga sukses membuatnya terbangun.
Novita tidak tahu harus berkata apa, ia segera menjatuhkan dirinya ke atas sofa sambil memeluk bantal yang tersedia di sana dan bergumam, "Semuanya telah kacau ... kenapa bisa menjadi seperti ini...?"
"Semuanya akan menjadi baik-baik saja, Novita. Percayalah kepadaku dan lakukan sesuai rencanaku." suara Aldo tiba-tiba terdengar dalam ruang tamu.
Myra, Novita, dan Alex menoleh ke asal suara dan menemukan Aldo yang telah berada di satu ruangan bersama mereka.
"Lewat jendela." jawab Aldo santai.
Novita ingin berkata kalau itu adalah tindakan kejahatan memasuki rumah seseorang lewat jendela, namun sebelum ia sempat menyampaikannya, Aldo telah menyelanya.
"Dengarkan aku Novita, aku tahu semua situasi ini sangat kacau dan berantakan, tapi semuanya masih bisa di perbaiki asalkan kau mau bekerjasama."
Sambil mengatakan itu, Aldo bergerak selangkah demi selangkah untuk menghampiri Novita, dan itu membuat Alex sangat ketakutan hingga memeluk tubuh ibunya dengan erat.
"Berhenti disana, kau membuat anakku ketakutan." ucap Novita pelan, namun sukses membuat Aldo diam di tempatnya.
Aldo menghela nafas, "Perlu kalian ketahui jika aku bukanlah orang jahat, atau Om jahat seperti yang Alex panggil tadi."
Melihat ke belakang, Aldo sama sekali tidak pernah berbuat jahat kepada anak kecil itu, ia pernah menyembuhkan lukanya saat di bandara namun dibalas dengan tiketnya yang di curi.
Saat pesta pernikahan Daniel dan Evelyn juga Aldo sempat menangkap Alex, namun ia segera melepaskannya karena sadar akan buruk bagi anak kecil jika tertangkap oleh pihak keamanan.
Tapi lagi-lagi, Alex mencuri kunci mobilnya ketika Aldo lengah. Aldo juga tidak pernah menuntut hal yang dilakukan oleh anak kecil itu.
__ADS_1
Dan sekarang, anak itu memanggilnya dengan sebutan Om jahat? Itu tidak masuk akal sama sekali.
"Alex, minta maaf kepada Om karena telah mencuri kunci mobilnya waktu itu. Ibu tidak pernah mengajarimu untuk mencuri." kata Novita, setelah beberapa pertimbangan, ia juga merasa bersalah.
Melihat ibunya yang tampak serius, Alex turun dari sofa dan menghampiri Aldo dengan perlahan-lahan meskipun ada rasa takut dalam dirinya, takut jika di marahi karena telah mencuri barangnya sebanyak dua kali.
Melihat keteguhan hati anak laki-laki itu, Aldo tersenyum lembut dan menundukkan badannya untuk menyelaraskan tingginya dengan Alex.
"Maafkan aku Om..." ucap Alex lirih.
Aldo mengelus rambut hitam pekat milik Alex lalu berkata dengan lembut, "Tidak usah dipikirkan, lain kali jangan ulangi hal itu karena mencuri itu tidak baik. Dan tolong jangan panggil aku Om."
Aldo berpikir sejenak lalu berkata sambil tersenyum lembut, "Panggil saja aku ayah."
Mata Alex berbinar-binar ketika mendengar perkataan Aldo, ia sangat senang hari ini karena akhirnya ada seseorang yang ingin dia memanggilnya Ayah.
Semenjak lahir Alex belum pernah bertemu dengan ayah kandungnya karena satu-satunya keluarga yang dia miliki hanya ibunya.
Dia sudah melihat banyak pria yang mencoba mendekati ibunya karena memang ibunya sangat cantik populer, namun semua itu pria itu berakhir dengan buruk karena Alex yang selalu menjahili mereka dengan kecerdikannya.
Berbuat jahil adalah keahlian Alex, ia dapat dengan mudah menipu orang dewasa dengan sikap lugu dan tatapan polosnya. Namun jauh di dalam mata jernih dan polos itu terdapat iblis kecil yang manipulatif.
Siapapun yang mencoba menggoda sang ibu akan hancur!
Itulah prinsip yang di pegang oleh Alex.
Namun pria tampan di depannya itu jelas sangat berbeda dengan semua pria yang pernah mencoba mendekati ibunya.
Ia merasa akrab dengan aura penuh kasih sayang yang di pancarkan oleh Aldo.
"A- Ayah..." ucap Alex dengan sedikit ragu.
Aldo tersenyum lalu kembali mengelus rambut Alex dengan lembut, "Bagus, itu terdengar lebih baik."
Aldo dan Alex tengah asyik pada dunia mereka sendiri dan tanpa sadar Novita menatap kedua orang itu dengan tatapan penuh kerinduan.
Ia ingin bergerak dan memeluk kedua orang di hadapannya namun rasa sakit di hatinya membuatnya tidak sanggup untuk melakukannya.
"Kenapa kalian malah asyik sendiri ...? Adakah seseorang yang bisa menjelaskan semua ini!!!" teriak Myra yang merasa tidak di hiraukan dari tadi.
__ADS_1