
"Katharine, aku menginginkan dirimu lebih dulu"
Aldo mengutarakan isi hatinya setelah selesai mengeluarkan semua cairan suci miliknya ke tubuh Ashlee dan Katharine.
"Iya.., Aldo.., aku sudah siap.." Jawab Katharine kepada sang lelaki yang sedang memeluk dirinya.
Paras wajah sang gadis yang begitu ayu tersebut pun kini terlihat telah memerah merona karena gejolak batin yang sedang dialaminya sementara kedua tangannya merangkul leher Aldo.
"Apa kamu takut? Khawatir, Sayang...?" Aldo kembali menanyai Katharine sambil membelai rambut halus nan lembut milik sang gadis yang terurai panjang.
Sementara itu, Ashlee dengan penuh pengertian telah pergi menyingkir ke pinggir ranjang untuk memberikan ruang pribadi yang cukup untuk Aldo dan Katharine setelah dirinya mendapatkan kecupan dari sang lelaki di keningnya.
Ashlee dengan sabar ingin menunggu kedua insan yang sedang berada di momen penting dalam hubungan int*m mereka berdua, terutama bagi Katharine yang akan segera memberikan kesuciannya yang berharga kepada sang lelaki, Aldo.
"Sayang, aku masukin sekarang ya.." kata Aldo dengan perlahan - lahan memposisikan batang tombaknya yang telah kembali tegak ke liang cinta Katharine yang kini telah menjadi begitu basah.
"Ayo.., Aku sudah siap.." Katharine membuka kedua kakinya lebar - lebar, memamerkan segala keindahan yang terdapat pada taman pribadinya.
Dengan perlahan, Aldo kini mulai menekan sedikit demi sedikit batang tombak pusakanya yang telah menempel dengan gerbang suci milik Katharine.
Sang lelaki menekan maju batang tombak pusakanya, dan dengan perlahan, Aldo menembus sedikit demi sedikit lorong cinta yang begitu ketat menjepit batang tombak sang lelaki.
Katharine yang juga sedang merasakan sensasi nikmat itupun mulai mengeluarkan erangan panas dari bibirnya yang manis merekah begitu menggoda.
Dan ketika ujung tombak panas milik Aldo telah berhasil membentur tembok suci yang masih mempertahankan kesucian sang gadis hingga saat ini, Katharine meninggikan erangan yang keluar dari bibir manisnya.
Aldo dengan lembut meraih rambut Katharine dan membelai kepalanya, sambil bertanya, "Kamu baik-baik saja Kat? Apa itu sangat sakit?" tanyanya dengan begitu lembut dan penuh perhatian serta kasih sayang.
"Aku sudah baik-baik saja sekarang, sayang... silahkan terus lanjutkan.." Katharine berkata demikian untuk meyakinkan Aldo kalau dirinya sudah baik - baik saja.
Aldo pun kembali bergerak melanjutkan laju serangannya menggempur lubang cinta milik sang gadis, serta mencoba untuk menembus selaput darah tipis yang menghalangi jalannya.
Hingga ujung tombak pusaka milik sang lelaki pun kini dengan mulus telah merobek tembok suci milik Katharine.
Tak lama setelah itu pun, darah segar mulai mengalir keluar dari lubang cinta milik Katharine, yang menjadi tanda bahwa sang gadis kini telah memberikan keper4wanan dirinya yang berharga kepada Aldo seorang.
Dengan sekali sentakan, dihujamkannya batang tombak pusaka miliknya yang telah menjadi begitu panas itu lebih dalam ke liang cinta Katharine.
Katharine merasakan hujaman keras dari ujung tombak pusaka milik Aldo yang kini telah membentur bagian terdalam dari daerah paling pribadinya.
__ADS_1
"Aldo...!"'
Goyangan bin4l Aldo dan Katharine tak hanya menggoyang ranjang dengan begitu hebatnya, tapi juga telah mampu untuk menggetarkan hati Ashlee yang sedang menonton persenggamaan kedua insan tersebut.
Sprei putih dengan noda merah darah menjadi bukti pemberian keper4wanan Katharine kepada Aldo pun menjadi semakin kusut tatkala ranjang yang ditutupi oleh nya tak henti - henti nya berderit menahan gempuran mereka berdua.
Tubuh Katharine yang telah basah oleh keringat menebarkan aroma khas seorang gadis yang dengan begitu semerbak telah mengharumkan seisi ruangan.
"Sebentar lagi.... Aldo.... Sebentar lagi aku rasanya mau keluar... Ah Ah Ah Akh Aaaah Aaakhhhh Ah !!"
Sambil neracau penuh napsu, Katharine memberi tahu Aldo yang juga sudah hampir mencapai puncak kenikmatannya dapat dengan jelas terasa.
"Katharine ... aku juga sebentar lagi sudah mau keluar!!" erang Aldo sambil terus menambah genjotannya kepada Katharine.
Setelah beberapa saat berlalu yang terasa bagaikan sebuah waktu yang sangat lama bagi kedua insan itu, akhirnya puncak gunung kenikmatan pun terlihat juga di pandangan mata Aldo dan Katharine.
Dan akhirnya, bagaikan sebuah dentuman bom atom yang dengan dahsyat mencoba meluluh lantakkan segenap jiwa dan raga, maka datang lah klim4ks yang telah dengan mantap mereka berdua kumpulkan dari pergempuran mereka.
CRRRROOOOOOT!!
Dengan penuh kejayaan, tombak panas milik Aldo yang telah menggempur dan menghantam bagian terdalam dari lubang cinta milik Katharine menyemburkan seluruh muatan yang telah tersimpan di dalamnya.
Semprotan lahar putih kental nan panas yang mengandung miliaran kehidupan kecil itu pun dengan cepat memenuhi ruangan pribadi sang Katharine.
BOOOOMMMM!!!
Tiba-tiba sejumlah besar aura berwarna merah muda yang tak terkira jumlahnya menyembur keluar dari tubuh Katharine, memenuhi dan menenggelamkan seisi ruangan dengan aura kenikmatan duniawi itu.
Dan ternyata tak hanya Katharine seorang diri saja, tapi bahkan Ashlee sedari tadi dengan penuh perhatian yang sangat khidmat menyaksikan setiap momen panas di antara Aldo dengan Katharine pun ternyata juga ikut mengalami puncak kenikmatan ketika ia melihat betapa luar biasanya apa yang dialami oleh Katharine.
Kedua perempuan itu tentunya tidak menyadari perubahan aura yang terjadi di sekitar mereka karena hanya Aldo seorang yang bisa melihatnya menggunakan mata batin miliknya.
Aura merah muda yang dihasilkan dari kegiatan panas mereka itupun langsung bergerak dengan cepat memasuki tubuh Aldo dengan sendirinya walaupun Aldo tidak menyerapnya.
Aldo sangat terkesima melihat seluruh aura yang tidak terhitung jumlahnya itu memasuki dirinya diiringi dengan indikator Poin Magis yang berhasil dia kumpulkan.
[1000 Poin Magis berhasil didapatkan dari Katharine.]
Sungguh menakjubkan! Aldo telah berhasil mendapatkan sangat banyak Poin hanya dengan sekali 'keluar' dalam diri Katharine.
__ADS_1
Dan semua itu adalah berkat kemampuan Royal Heart Sutra yang terbukti memang benar - benar merupakan kemampuan magis yang sangat hebat.
"Hah ... hah ... hah ..."
Nafas Katharine dan Aldo terengah-engah setelah mengalami puncak kenikmatan mereka secara bersamaan.
Aldo berhenti sejenak dan membiarkan Katharine beristirahat sambil mengatur kembali nafasnya, wajahnya memerah padam sementara dadanya naik turun seirama dengan hembusan nafasnya.
Meskipun sudah keluar dua kali di hari yang sama namun tombak pusaka milik Aldo tampak masih berdiri dengan tegak menandakan keperkasaannya.
Ashlee yang sedari tadi menonton kegiatan panas antara Aldo dan Katharine juga mengalami puncak kenikmatan dengan sendirinya karena tak kuasa menahan napsunya yang terpendam dalam.
Perlahan namun pasti Ashlee mulai menaiki ranjang dan mendekati Aldo dengan senyuman penuh napsu di wajahnya, Aldo juga tersenyum melihat itu dan menerima sepenuhnya diri sang wanita.
Dan begitulah siang hari panas mereka bertiga berlangsung sampai pagi...
...
...
...
>Keesokan paginya
Cahaya matahari pagi yang cerah dan hangat menembus jendela kaca kamar hotel sembari tiupan angin pagi yang lembut menerbangkan tirai putih yang menutupi jendela sebelum angin lembut itu menerpa wajah seorang wanita cantik jelita yang sedang tertidur lelap.
Wanita itu sedikit mengerjap, merasakan rasa geli yang menyelimuti lehernya dan membuat wanita itu terbangun dari tidurnya dengan perasaan hangat yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Wanita itu sedikit linglung melihat pemandangan ranjang yang berantakan dan tubuhnya yang lengket karena keringat, ia juga melihat wanita dewasa yang di satu ranjang bersamanya yang juga memiliki keadaan sama seperti dirinya.
Ia mengingat-ingat kejadian kemarin yang membuatnya begitu kelelahan hingga tertidur lelap sebelum dia mengingat yang sebenarnya terjadi, "Ah ... aku baru ingat kalau kemarin kami melakukan hal itu bersama-sama..."
Wajah Katharine sontak memerah mengingat seberapa agresif dirinya kemarin saat dengan buas menyerang seluruh tubuh Aldo dengan pikiran yang dipenuhi hawa napsu.
Katharine menggeleng cepat untuk menghilangkan hal memalukan itu dari pikirannya, "Lupakan itu, sekarang aku harus mencari Aldo." ujarnya karena tidak melihat keberadaan Aldo di kamar itu.
Katharine beranjak turun dari ranjang, namun saat dia mencoba untuk berdiri dan berjalan rasa sakit yang teramat sangat langsung menyerang area selang**ngannya dan membuatnya langsung bersimpuh di lantai.
"Aww ... aku baru ingat kalau itu akan terasa sangat sakit ketika pertama kali melakukannya ..." gumam Katharine lirih.
__ADS_1
Ada rasa sedikit jengkel terhadap Aldo karena bukan hanya sekali mengeluarkan cairan hangat miliknya, tapi ia mengeluarkannya berkali-kali dan membuat area pribadinya penuh.
Bahkan setelah semalaman waktu berlalu cairan bening milik Aldo masih mengalir keluar dari tempat pribadinya tersebut.