
Keesokan harinya di pagi-pagi buta, rombongan Aldo telah sampai di bandara internasional yang ada di Indonesia.
Disini mereka akan berpisah terlebih dahulu dan kembali ke rumah mereka masing-masing karena sudah sekian lama mereka meninggalkan keluarga mereka, setidaknya mereka harus pulang terlebih dahulu sebelum kembali ke perusahaan FGC.
"Sampai jumpa di perusahaan senior!" Leon melambaikan tangannya kepada Aldo dengan cara yang aneh dan sedikit ambigu.
Tapi begitulah sifatnya, jadi Aldo tidak terlalu menghiraukan pria itu dan fokus dengan tujuannya sendiri.
"Jadi Aldo, dimana tempat kita tinggal?" tanya Ashlee, bagaimanapun dia baru pertama kali berada di Indonesia dan tidak tahu harus pergi kemana.
"Aku akan mengunjungi rumah kenalanku terlebih dahulu, bagaimana kalau aku memesankanmu sebuah penginapan untuk semalam saja?"
"Ah, lebih baik kalau kak Ashlee tinggal di rumahku? Disana ada ibuku juga yang sudah keluar dari rumah sakit sejak beberapa hari lalu." ajak Katharine dibalas dengan persetujuan Ashlee.
"Itu ide yang bagus."
"Baiklah kalau begitu sudah diputuskan kalau Ashlee akan tinggal di rumah Katharine untuk sementara sebelum aku mengurus tempat tinggal kita bertiga." kata Aldo memutuskan.
Setelah itu Aldo kemudian berpisah dengan Ashlee dan Katharine yang menaiki taksi yang berbeda.
Di tengah perjalanan Aldo hanya berdiam diri sambil menutup matanya, tak lama setelah itu dia memanggil system.
"System, bagaimana dengan kondisi orang itu?" ucapnya dingin.
[Dia masih hidup walaupun dengan luka yang sangat parah dan kehilangan beberapa anggota tubuhnya.]
Aldo tersenyum, ia kemudian membuka inventorinya dan melihat sebuah kotak hitam yang memiliki gembok besar yang menguncinya dengan erat.
Itu adalah salah satu item magis yang dibelinya dari toko system....
----------πΎπππππ----------
γKotak penyiksaanγ
Sebuah item magis berbentuk kotak dengan keamanan tingkat tinggi, dengan kotak ini anda bisa memasukan manusia di dalamnya dan melakukan penyiksaan terhadapnya tanpa perlu khawatir jika ia akan mati.
Manusia yang tersimpan (1)
----------πΎπππππ----------
__ADS_1
Tidak perlu ditanyakan lagi siapa yang ada di dalam kotak mengerikan itu.
Kala itu Aldo tidak langsung membunuh Gerald, melainkan menyiksanya terlebih dahulu dan memasukannya ke dalam kotak penyiksaan yang dia beli dari toko system dengan harga yang fantastis.
Aldo juga berbohong terhadap Steven dan yang lainnya tentang kejadian yang sebenarnya terjadi di tempat itu dengan berkata kalau kelompok mafia El Causse menciptakan senjata biologis pembunuh masal.
Jadi dengan itu kematian sekumpulan anggota El Causse yang mati dengan sangat janggal dan mengerikan dapat ditutupi.
Selain itu Aldo berhasil mendapatkan banyak hadiah berkat penyelesaian misi menumpas kelompok mafia El Causse.
"Sebentar lagi Gerald, aku pasti akan membuatmu merasakan apa itu neraka yang sebenarnya..." bisik Aldo pada kotak penyiksaan tersebut dan tentu bisa di dengar oleh Gerald yang mengharapkan kematian datang lebih cepat kepadanya.
...
...
...
Beberapa saat kemudian, "Kita sudah sampai di tempat tujuan, Tuan." ucap sang supir kepada Aldo.
Aldo turun dari taksi dan membayar biayanya sebelum menatap ke sebuah lorong yang dulu terlihat sempit dan kotor sekarang sudah bersih kembali.
"Aku pulang, Myra..." gumam Aldo kecil menatap haru sebuah keluarga pak Suman.
Biasanya pagi-pagi seperti ini warung makan sudah terbuka dengan beberapa pengunjung yang ingin merasakan lezatnya nasi goreng spesial buatan Pak Suman.
Tapi entah kenapa sekarang warungnya belum buka sama sekali. Aldo ingin memasuki warung sekaligus rumah tersebut melalui kunci cadangan yang tersimpan di bawah pot bunga, namun pintu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan seorang gadis manis dengan seragam sekolahnya.
"O- Om sudah kembali? Kenapa tidak mengabari kami?" ucap gadis tersebut yaitu Myra yang ingin beranjak berangkat ke sekolah.
"Ah, aku lupa mengabari kalian..." kata Aldo senantiasa memperhatikan Myra yang sangat manis dengan seragam sekolahnya.
Lebih dari 1 bulan setelah mereka berdua berpisah dan sekarang Myra terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya.
Myra yang diperhatikan dengan lekat oleh Aldo langsung tersipu malu dan salah tingkah dibuatnya.
"N- ngomong-ngomong, ayo kita masuk dulu!" ajak Myra mengalihkan perhatian.
Aldo hanya mengangguk dan berjalan memasuki kedai dan naik ke lantai 2 tepatnya di ruang tamu yang tidak terlalu luas itu.
__ADS_1
"Apa paman dan bibi sedang keluar?" tanya Aldo penasaran.
"Itu benar." jawab Myra singkat tanpa penjelasan lebih karena terlalu gugup di hadapan Aldo.
Ia kemudian berbalik menatap Aldo secara langsung dengan tatapan sendu yang membuat Aldo sedikit kebingungan.
"Myra ... ada apa denganmu?-"
"Aku sudah menonton filmmu." potong Myra cepat.
Secara umum Myra telah berusia 18 tahun dan mungkin beberapa bulan lagi dia akan berusia 19 tahun, jadi masalah dia menonton film dengan rating 18+ bukan masalah besar bagi Aldo.
Tapi dia tidak yakin apakah Pak Suman dan Bu Siska membiarkan putrinya yang masih remaja itu menonton film yang terlalu vulgar tersebut. Mungkin dia menontonnya secara diam-diam...
"Benarkah? Lalu bagaimana pendapatmu tentang aktingku?" tanya Aldo yang malah membuat Myra sakit hati.
"... kau pria brengsek...." ucap Myra dingin.
Ia kemudian beranjak mendekati Aldo dengan jarak yang sangat dekat, wajahnya juga sangat dekat dengan wajah Aldo walaupun dia sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggi badannya dengan Aldo.
"Apa kau menyukai peranmu itu?" tanya Myra yang nafas panasnya bisa Aldo rasakan dengan jelas.
Butuh beberapa saat bagi Aldo untuk menyadari apa yang sebenarnya terjadi kepada Myra, tampaknya gadis itu cemburu melihat kedekatannya dengan Katharine di film yang dia perankan...
Aldo menatap mata Myra dalam-dalam, dengan perlahan ia kemudian menggapai dagu gadis itu dan membawanya bertemu dengan bibirnya. Sebuah kecupan hangat terjadi diantara mereka yang membuat Myra sangat tercengang.
Myra yang tersentak kaget langsung mendorong dada bidang Aldo ke belakang sehingga membuat ciuman mereka terlepas hanya dalam beberapa detik saja.
"A- apa yang kau lakukan, dasar mesum!" teriak Myra tegas namun dia tidak bisa bohong dengan wajahnya yang sudah merah merona.
"Bukankah kau juga menginginkan hal seperti di film itu?" tanya Aldo perhatian.
Myra pasti merasa sangat cemburu dan kesal menonton film yang diperankan oleh Aldo tersebut. Sejak awal mereka bertemu di kedai yang sama, Aldo sempat menyelamatkan Myra dari geng Death Metal yang ingin berbuat jahat kepadanya.
Dari sanalah rasa cinta Myra kepada Aldo terbentuk, namun Myra dengan lihai dapat menyembunyikan perasaannya hingga tidak ada yang tahu ataupun curiga termasuk Aldo sendiri.
Tapi sekarang Aldo sudah tahu hal itu dengan jelas berkat kecemburuan Myra terhadap kedekatannya dengan Katharine di dalam film.
Aldo kembali menggapai dagu Myra dan mencumbunya dengan perlahan, Myra tidak melakukan perlawanan sama sekali melainkan hanya memejamkan matanya dan menikmati ciuman yang dia rasakan untuk pertama kalinya.
__ADS_1