
20 Juni merupakan hari terbesar di setiap tahun dimana itu merupakan hari ulang tahun pernikahan Daniel selaku CEO dari perusahaan Fortune Group Cinematic, perusahaan terbesar di seluruh Asia.
Seperti yang diketahui orang-orang, Daniel adalah seorang pria yang sangat mencintai keluarganya lebih dari apapun.
Dia memiliki seorang istri cantik yang sebelumnya merupakan seorang model, namanya adalah Evelyn. Mereka telah menikah selama 5 tahun dan dikaruniai seorang anak perempuan berusia 4 tahun.
Mereka adalah keluarga yang harmonis.
Dan di setiap ulang tahun pernikahannya, Daniel selalu mengundang banyak rekan bisnisnya untuk ikut merayakan hari membahagiakan tersebut. Bukan hanya rekan bisnis namun saingan bisnisnya juga turut ia undang sebagai bentuk formalitas padahal sebenarnya mereka berperang mati-matian di balik layar.
Salah satu saingan bisnis perusahaan FGC adalah VenoMusic, itu adalah agensi besar yang menampung banyak penyanyi-penyanyi terkenal, sangat berkebalikan dengan FGC yang fokus menampung para aktor dan aktris film.
Namun kabarnya Daniel selaku CEO dari perusahaan FGC juga sudah mulai melebarkan sayap bisnisnya ke bidang Music berkat kepopuleran Aldo yang mengunggah sebuah lagu dengan FGC sebagai pendukungnya.
Tentu saja ini akan membuat persaingannya dengan VenoMusic akan semakin memanas....
...
...
...
"Kita sudah sampai."
Aldo memarkirkan mobil Venom GT miliknya di sebuah parkiran besar yang tersedia di luar halaman mansion milik Daniel.
Sebagai seorang lelaki, Aldo turun terlebih dahulu dari mobil dan membukakan pintu untuk kedua wanitanya yaitu Ashlee dan Katharine, mereka juga ikut dalam pesta karena ajakan Aldo.
Di parkiran luas tersebut bukan hanya mobil milik Aldo yang mencolok, namun banyak mobil mewah lainnya yang dimiliki oleh orang-orang kaya.
"Pasti disana sangat ramai. Aku jadi gugup..."
__ADS_1
"Aku juga."
Ashlee dan Katharine menjadi gugup karena harus berada dalam situasi yang sangat tidak mengenakkan baginya.
Bayangkan saja Ashlee dan Katharine yang dulunya hanya masyarakat biasa sekarang mengikuti pertemuan besar yang diisi oleh orang-orang kaya dan berkuasa dalam bidang bisnis, bagaimana mereka tidak gugup.
"Santai saja dan anggap mereka bukanlah siapa-siapa. Sekarang kalian berdua juga orang kaya, jadi jangan merendah karena sejujurnya kedudukan kalian sama dengan mereka." kata Aldo menenangkan Ashlee dan Katharine.
Ashlee dan Katharine menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Kami sudah siap!" kata Ashlee dan Katharine bersamaan.
Mereka bertiga mulai berjalan ke arah pintu masuk mansion beriringan dengan orang-orang yang juga ingin memasuki tempat itu.
Tidak ada rasa gugup ataupun khawatir dalam benak Ashlee dan Katharine setelah mendapatkan kata-kata motivasi dari Aldo.
Di dalam sana Aldo bisa melihat banyak orang-orang kaya dan berkuasa yang juga ikut diundang dalam pesta, mereka bukan hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri.
Kebetulan juga Aldo melihat timnya ada disana, mereka berkumpul dan saling berbincang riang dengan secangkir wine di tangan mereka.
Daripada hanya berdiam diri, mereka lebih memilih ikut bercengkrama dengan orang yang mereka kenal.
"Ah ... Aldo, Ashlee, Katharine. Akhirnya kalian datang, aku kira kalian tidak diundang sebab dari tadi aku tidak melihat kalian..." ujar Aria melihat kedatangan Aldo dan kedua wanitanya.
"Hahaha maaf membuat kalian khawatir..." ujar Aldo tertawa canggung.
Sebelumnya Aldo sibuk mencari tentang identitas Merlin, oleh karena itu dia agak terlambat datang ke pesta.
Saat Ashlee dan Katharine bercengkrama riang dengan Aria dan timnya, mata Aldo sibuk menelusuri ruangan pesta. Dia mencari Merlin Northern, pria yang menjadi target Aldo kali ini.
Dia tidak ada, apa dia tidak diundang dalam pesta ini? Tapi itu sepertinya mustahil mengingat dia adalah artis papan atas - pikir Aldo.
__ADS_1
Aldo meneguk wine di tangannya, dan tak lama kemudian bisik-bisik orang disebelahnya terdengar di telinga Aldo yang sudah sangat sensitif.
"Lihat itu, Tuan Merlin sudah datang."
"Aku dengar dia kembali memerankan film yang sangat menakjubkan."
"Tapi apa gunanya itu jika dia tidak mendapatkan piala Oscar?"
Begitulah bisik-bisik yang terdengar.
Aldo mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk, disana terlihat Merlin yang baru saja memasuki tempat pesta dengan gaya sombongnya.
Jadi itu dia, Merlin Northern - pikir Aldo.
Sebuah aura merah pekat tiba-tiba terbentuk di sebelah Aldo, aura itu berkumpul dan berputar bagaikan angin beliung dan membentuk sosok arwah wanita gentayangan yang sangat menyeramkan.
Sorot matanya merah tajam, dia menggertakkan giginya yang sudah tumbuh banyak taring bersamaan dengan mengeram dengan ganas bagaikan binatang buas.
Tangan pucat dinginnya memunculkan kuku-kuku setajam silet.
Swoos....
Dengan satu hentakan tubuh di tanah, arwah penuh dendam itu melesatkan tubuhnya dengan cepat di udara.
Targetnya adalah Merlin Northern yang tentunya tidak bisa melihat keberadaannya. Dalam sekejap mata ia sudah tiba di atas pria sombong itu dan bersiap untuk mencincang habis tubuhnya.
*Tunggu, Maria*!
Aldo mengehentikan tindakan Maria yang semena-mena tepat sebelum kuku-kuku tajamnya menyentuh tubuh Merlin dan mencincangnya.
Maria sontak berhenti karena perintah Aldo yang tidak bisa dilanggarnya.
__ADS_1
*Jangan sekarang* - Aldo memberikan sebuah isyarat yang membuat Maria kembali menghilang dari dekat Merlin dan memilih untuk bertengger di atas lampu hias.
Wanita itu masih belum menghilangkan tatapan dendamnya terhadap Merlin, dari atas sana Maria akan terus memperhatikan pergerakan Merlin dan siap untuk membunuhnya dalam hitungan detik.