Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 91: Ayo Kita Menikah!


__ADS_3

"M- menjalin hubungan? Menjalin hubungan seperti apa maksud kakak? A- aku tidak mengerti sama sekali, hahaaha..."


Melody berkata tergagap sambil tertawa canggung, ia berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Maria namun wajahnya yang memerah padam tidak dapat berbohong.


"Maksud kakak, kau dan tuanku akan menjalin hubungan semacam hubungan pernikahan, dan dengan begitu kita akan tinggal bersama di mansion ini." jelas Maria.


"Bagaimana kakak bisa membicarakan hal itu dengan begitu mudah!" sanggah Melody benar-benar merasa malu dengan kata-kata kakaknya yang sangat sensitif.


Ia bahkan tidak sanggup melihat wajah Aldo semenjak kakaknya mengatakan hal itu, dia terlalu malu untuk melihat wajah Aldo.


"Sadarlah Melody, kau sudah dewasa sekarang dan belum pernah berpacaran sama sekali, sudah saatnya bagimu untuk merasakan apa yang dinamakan dengan cinta."


"C- cinta..." gumam Melody dengan pikiran yang meleleh.


Melihat reaksi Melody yang sangat lucu seperti anak kecil membuat Aldo ingin tertawa, namun ia menahannya karena tidak sedang berada di suasana yang tepat.


Meskipun sudah berumur 20 tahun, namun Melody belum pernah pacaran sama sekali ataupun dekat dengan pria manapun. Itu karena dia sudah di sibukkan dengan karirnya semenjak remaja.


Jadi mendengar kata cinta yang di ucapkan oleh Maria membuat pikirannya melayang kemana-mana, sekilas dia memikirkan video dewasa yang dia tonton beberapa bulan lalu tanpa sepengetahuan siapapun.


Apakah itu yang dinamakan dengan cinta? Apakah nantinya aku akan melakukan hal itu... - batin Melody.


Memikirkan hal itu malah membuat wajahnya semakin memerah.


Merasakan situasi yang berubah menjadi canggung, Aldo berdehem untuk mencairkan suasana.


"Ekhem, kau terlalu terburu-buru, Maria. Kita tidak bisa langsung menikah begitu saja tanpa saling mengenal terlebih dahulu." kata Aldo.


Pertemuan Aldo dan Melody bisa dihitung dengan jari, dan Aldo maupun Melody juga belum terlalu mengenal satu sama lain meskipun Aldo sudah tahu jika Melody merupakan salah satu pecahan jiwa istrinya di masa lalu. Setidaknya ia harus mendapatkan kepercayaan wanita itu.


"Bagaimana dengan berkencan?" saran Maria.


"Itu ide yang bagus." jawab Aldo.


Keduanya sudah menentukan pilihan untuk berkencan, namun tidak dengan Melody. Di kepalanya saat ini terpikirkan sesuatu yang panas ketika mereka membicarakan tentang kencan.


Kencan, itu artinya kita akan menghabiskan sepanjang hari bersama-sama, jalan bersama, makan bersama, ke tempat hiburan bersama, hingga malam hari tiba ... kita akan tidur bersama dan melakukan hal itu - batin Melody dengan pikiran yang semakin tak karuan.


Kencan ide yang bagus, dengan ini maka kita berdua bisa menjadi dekat hanya dengan menghabiskan 1 hari saja - batin Aldo sangat berlainan dengan pikiran Melody.


"Aku menolaknya!" Melody tiba-tiba berdiri dari kursinya dan menggebrak meja dengan keras, membuat Maria dan Aldo sangat terkejut.


"M- Melody, kenapa?" tanya Maria tergagap.

__ADS_1


"Aku menolak kencan!" ungkap Melody dengan keras.


Aldo dan Maria sempat tertegun, mereka mengira jika Melody tidak menyukai Aldo dan tidak pernah ingin bersamanya.


Namun sebelum mereka berbicara, Melody melanjutkan-


"Ayo kita menikah saja."


"Eh?"


"Eh?"


Aldo dan Maria sama-sama kebingungan mendengar ungkapan Melody, ia tidak ingin berkencan dan ingin segera menikah?


Lagi-lagi tidak membiarkan Aldo dan Maria berbicara terlebih dahulu, Melody kembali menyela-


"Tapi aku punya satu syarat." kata Melody sambil menunjukkan satu jarinya, "Aku tidak ingin tidur denganmu sebelum hatiku benar-benar siap."


Wajah Melody sedikit memerah karena mengatakan hal itu, namun dia berusaha untuk tetap bersikap kuat.


"Baiklah..." Aldo menyetujui syarat yang di ajukan Melody setelah mencerna kata-katanya barusan.


"Kau serius tentang ini, Melody?"


Sebelumnya Melody hanya memiliki dua pilihan, yaitu kencan atau menikah.


Di pikirannya, kencan merupakan tindakan cepat untuk melepaskan keper4wanannya dan tidak memiliki jaminan apapun karena dia tidak terikat dengan status hubungan apapun.


Sementara menikah adalah cara melepaskan keperawanan dengan cara yang jauh lebih aman, dia tidak harus khawatir hamil karena sudah memiliki suami untuk itu.


Di dalam pikiran Melody yang polos itu, kencan bukanlah sesuatu yang baik karena selalu berujung pada tidur bersama, setidaknya begitulah yang dia pelajari dari video edukasi ranjang yang pernah dia tonton.


Fufu~ sungguh pilihan yang bijak, diriku - pikir Melody yang benar-benar bangga terhadap dirinya sendiri.


"Kalau begitu aku akan segera menyiapkan pernikahannya, kau-"


"Tunggu sebentar, sebelumnya ada yang ingin aku tanyakan ... apa kau sudah memiliki kekasih, Aldo?" potong Melody sambil menatap Aldo dengan sinis.


Aldo sempat tertegun, namun dia kembali tenang dan berbicara dengan jujur.


"Aku memiliki 2 wanita, sekarang mereka sedang di rumah sakit dan dalam keadaan hamil."


Melody menghela nafas panjang, "Sudah kuduga, apa kau tahu kalau rumor tentang itu sudah tersebar cukup luas di media sosial?"

__ADS_1


"Tidak." jawab Aldo jujur, ia memang memiliki media sosial namun tidak pernah aktif dengan itu semenjak misinya mengumpulkan 5 juta pengikut telah selesai.


Melody menghela nafas sekali lagi dan kali ini lebih panjang, "Media beranggapan kalau kau itu orang yang bejat dan tidak tahu diri karena kau seolah-oleh menyembunyikan fakta itu dari publik, sebaiknya kau segera membuat klarifikasi."


Aldo sedikit berpikir laku berkata, "Aku akan melakukannya bersamaan dengan pernikahan kita nantinya. Akan ku tunjukkan kepada semua orang jika kita ini adalah keluarga yang harmonis."


Dan aku adalah seorang pria sejati - lanjut Aldo dalam batinnya.


Melody tersenyum lalu berkata dengan lega, "Sekarang tidak ada lagi hal yang mengganggu dalam benakku."


"Melody, apa kau tidak masalah dengan 2 wanita tuan?" tanya Maria keheranan melihat sikap Melody yang tampak baik-baik saja meski tahu pria yang akan menjadi suaminya sudah memiliki 2 wanita lain.


"Aku tidak masalah, lagipula aku yakin jika mereka adalah orang yang baik-baik." jawab Melody yakin.


Melihat itu, Aldo sedikit tersenyum.


Seperti kata Alexa, setiap pecahan jiwa istriku adalah wanita yang baik dan akur satu sama lain - pikir Aldo.


...


...


...


"Jadi kau sekarang memiliki 3 orang wanita? Dan salah satunya adalah penyanyi terkenal?"


Johan benar-benar tercengang mendengar hal yang di ceritakan sahabat karibnya, Aldo.


"Yah, jadi aku butuh bantuanmu untuk mempersiapkan pernikahanku." jawab Aldo sambil meneguk secangkir wine di tangannya.


"Aku selalu siap membantumu. Kau adalah yang terbaik Aldo! Dengan ini maka rezekimu akan selalu lancar selancar hubunganmu dengan ketiga wanita cantik itu!" teriak Johan yang sudah sedikit mabuk.


"Kenapa begitu?" tanya Aldo.


Johan naik ke atas kursi lalu mengangkat satu tangannya tinggi-tinggi dan berkata dengan heboh, "Seperti kata pepatah, banyak istri maka banyak rezeki!"


"Kau keliru, Johan. Yang benar banyak anak maka banyak rezeki."


"Bagaimana cara agar kau memiliki banyak anak? Tentu kau harus punya banyak istri terlebih dahulu. Jadi pepatah yang benar adalah banyak istri maka banyak rezeki." Sanggah Johan.


"Terserah kau saja..." balas Aldo pasrah berbicara dengan orang mabuk.


Johan kembali duduk di kursinya dan berkata dengan lirih, "Ngomong-ngomong Aldo ... apakah kau sudah mengabari keluargamu tentang hal ini?"

__ADS_1


__ADS_2