Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 56: Mansion Angker


__ADS_3

Aldo tetap melakukan mobilnya hingga memasuki kawasan mansion yang memiliki ukuran lebih dari 20 hektar, sangat luas bagi sebuah bangunan mansion.


Aldo telah sampai di depan pintu gerbang mansion namun tidak ada yang menyambut kedatangannya karena sejatinya tempat itu memang sudah ditinggalkan. Bahkan tidak ada satupun yang berani berada dekat dengan mansion tersebut.


Dengan menghela nafas panjang Aldo kemudian keluar dari mobilnya dan memilih untuk membuka gerbangnya sendirian.


Kreekk...


Suara gerbang terbuka cukup berisik di tempat hening itu, bahkan tidak ada satupun serangga yang berani mengeluarkan suara padahal lokasi mansion yang berada di tengah-tengah hutan.


Sudah kuduga aura di tempat ini sangat pekat, bahkan aku bisa merasakannya langsung tanpa mengaktifkan mata batinku - pikir Aldo.


Ia kemudian kembali memasuki mobilnya dan mengendarainya menuju mansion utama karena halaman mansion tersebut yang sangat luas.


Sesampainya di depan mansion, tanpa basa-basi lagi Aldo ingin langsung membuka pintu besar mansion tersebut namun sebelum ia memasukan kuncinya, pintu tersebut terbuka dengan sendirinya.


Mungkin jika orang biasa yang mengalami hal ini akan lari terbirit-birit, tapi tidak ada yang bisa menakutiku di dunia ini bahkan jika itu adalah hantu - pikir Aldo lalu berjalan memasuki mansion dengan santainya.


Ia hanya menganggap jika pintu mansion yang di bukakan itu sebagai sebuah sambutan terhadap si pemilik mansion yang baru yaitu dirinya sendiri.


Namun seolah menolak kedatangan Aldo, sebuah hempasan angin yang sangat besar layaknya sebuah badai menerjang tubuh Aldo, berniat untuk membuatnya terlempar keluar.


Aldo sama sekali tidak terpengaruh dan masih berdiri dengan kokoh di tempatnya berdiri sambil mengibaskan tangannya dan menghilangkan hempasan angin tersebut.


"Bukankah tadi kau menyuruhku untuk masuk, lantas kenapa kau mengusirku lagi? Apa kau sedang bermain-main denganku?" ucap Aldo dengan niat mengintimidasi.


'Dia bisa merasakan hawa keberadaanku....'


'Dia bisa merasakan hawa keberadaanku....'


'Dia bisa merasakan hawa keberadaanku....'


'Dia bisa merasakan hawa keberadaanku....'


Suara bisikan halus khas seorang wanita menggelitik telinga Aldo secara berulang-ulang, itu adalah bisikan roh jahat yang mendiami mansion tersebut dan dari hawanya saja Aldo tahu jika itu merupakan roh dengan level tinggi.


Tapi bukan berarti Aldo tidak bisa mengatasi roh jahat tersebut.


"Sudah cukup main-mainnya, keluarlah kalian kau!" teriak Aldo dengan suara menggelegar namun tidak ditanggapi dengan serius oleh roh jahat yang mendiami tempat itu.

__ADS_1


Aldo sangat kesal karena tidak ditanggapi, ia kemudian mengaktifkan kemampuan mata batinnya dan melihat jika di sekelilingnya sudah diselimuti oleh aura hitam yang sangat pekat.


Aldo berkonsentrasi lalu fokus untuk menyerap seluruh aura yang ada di sekitarnya, dan dalam sekejap mata saja sebagian besar aura hitam pekat yang menyelimuti ruangan tersebut terserap dengan cepat ke dalam tubuh Aldo.


[+100 Poin Magis]


[+400 Poin Magis]


[+1500 Poin Magis]


[+3700 Poin Magis]


[+5300 Poin Magis]


[+7700 Poin Magis]


"Hentikaaaann!!"


Seiring bertambahnya Poin Magis yang di dapatkan oleh Aldo, suara serak dari teriakan seorang wanita memecah keheningan dan menggetarkan seluruh mansion.


Tampaknya roh tersebut sangat tersiksa ketika sebagian besar aura gelap miliknya di serap oleh Aldo.


Berbeda dengan perempuan-perempuan cantik bagaikan bidadari yang pernah Aldo temui dalam kehidupannya, sebaliknya wanita roh tersebut memiliki paras yang menyeramkan layaknya sosok iblis.


"Akhirnya kau keluar juga..." ujar Aldo menatap wanita roh tersebut dengan tubuhnya yang lemah akibat banyaknya aura yang hilang dalam dirinya.


Wanita itu menatap Aldo dengan mata penuh kebencian, dan seperti dengan gerakan yang sangat cepat ia melesat ke arah Aldo sambil melayangkan cakar tajamnya, berniat untuk membunuh Aldo.


"Gukhak!"


Namun tanpa ia duga, Aldo jauh lebih cepat darinya sehingga dalam sekejap mata Aldo sudah berhasil mencekik leher wanita itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas.


"Grooargh!"


Wanita itu masih belum menyerah dan berniat untuk mencakar wajah Aldo dengan ganas layaknya kucing jalanan yang belum makan berhari-hari.


Namun hasilnya sangat di luar dugaan, dimana tangan yang dia gunakan untuk mencakar wajah Aldo tiba-tiba berubah menjadi aura hitam dan terserap ke dalam tubuh Aldo.


Wanita itu sangat kebingungan sampai dia menyadari jika Aldo mengenakan sebuah kalung yang aneh di lehernya.

__ADS_1


"Sepertinya kau sudah menyadarinya jika aku menggunakan jimat penangkal roh. Tidak ada satupun roh yang bisa menyentuhku karena aura mereka akan secara otomatis terserap jika bersentuhan denganku. Kecuali jika aku sendiri yang berinisiatif untuk menyentuh roh tersebut maka tidak akan terjadi apa-apa." ucap Aldo sambil menyeringai.


"Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Kehilangan seluruh auramu karena diserap olehku atau menjadi bawahanku yang setia? Pilihlah salah satu diantara kedua pilihan tersebut..."


Aldo memberikan dua pilihan kepada wanita roh itu, jika dia salah memilih sedikit saja dan membuat Aldo tidak senang maka Aldo tidak akan segan untuk melenyapkan wanita roh itu dari dunia ini.


Setelah berpikir sejenak, wanita itu akhirnya buka mulut, "A- aku tidak ingin lenyap sebelum membalaskan dendamku!"


Aldo sedikit tersenyum, "Jadi kau bersedia menjadi bawahan setiaku?"


Wanita itu mengangguk kemudian Aldo melepaskannya.


"Untuk menjaga agar kau tidak mengkhianatiku aku akan memasang sesuatu kepadamu." kata Aldo tiba-tiba lalu memunculkan sebuah pil berwarna emas dari kehampaan.


Wanita itu sedikit terkejut dan benar-benar penasaran dengan identitas manusia di hadapannya tersebut, dari perlihatkannya sebagai roh Aldo adalah seorang manusia istimewa yang memiliki warna aura lain daripada yang lainnya.


Itu adalah aura emas, jenis aura terkuat yang pernah ada dan aura yang bisa melahap segala aura yang ada di dunia ini.


"Makanlah." perintah Aldo, membuat wanita itu hanya mengangguk pasrah akan dirinya yang akan menjadi pelayan setia Aldo.


Setelah wanita roh itu memakan pil pemberian Aldo, aura miliknya berubah drastis dari yang awalnya berwarna hitam pekat menjadi hitam keunguan. Itu adalah aura yang jauh lebih tenang daripada aura ganas sebelumnya, namun itu tidak mengubah penampilannya terlalu banyak.


"Apa yang terjadi dengan diriku?"


Wanita itu kebingungan sebelum Aldo menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


"Pil yang kau makan adalah sedikit aura milikku yang aku padatkan, itu membuat perubahan yang spesifik dari jenis auramu menjadi lebih tenang dan lebih baik daripada sebelumnya."


"Karena auramu telah bergabung dengan sedikit auraku, jadi aku memiliki kendali penuh atas dirimu. Dengan begini kau tidak akan pernah bisa mengkhianatiku kalau kau melanggar maka aku bisa membunuhmu dengan mudah." lanjut Aldo menjelaskan.


Sekarang wanita itu hanya bisa pasrah akan hidup dan matinya di tangan Aldo seorang...


"Ngomong-ngomong kau tadi mengatakan sesuatu soal dendam, bisa kau perkenalkan dirimu dan kehidupanmu sebelum kematian." tanya Aldo.


"N- namaku Maria...."


[Ilustrasi Maria]


__ADS_1


__ADS_2