Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 88: Masa Lalu


__ADS_3

Novita tersentak kaget ketika melihat kemunculan Aldo yang sangat tiba-tiba di depannya.


"K- kau, kenapa bisa ada disini?"


"Sebuah tindakan pencegahan agar kau tidak melarikan diri melalui pintu belakang seperti kemarin." jawab Aldo menatap tajam ke arah Novita.


Novita berusaha keras untuk menekan pria di hadapannya itu, "Kau selalu menanggu pekerjaanku, bisakah kau tidak datang kesini terus!"


"Aku hanya ingin bicara denganmu."


"Tidak ada yang bisa kita bicarakan!"


Novita tidak menghiraukan barang-barang bawaannya yang berserakan di lantai dan langsung berniat untuk berpaling pergi, namun Aldo menghentikannya dengan menggenggam lengannya.


"Lepas!"


"Tidak akan sebelum kau berjanji tidak akan melarikan diri lagi seperti hari-hari sebelumnya."


Pertikaian kecil terjadi di antara mereka berdua, Aldo sudah kesal karena wanita itu selalu melarikan diri darinya, ia bahkan terlihat tidak sudi untuk sekedar berbincang dengan dirinya.


"Novita, dengarkan aku sebentar saja."


"Sudah kubilang kau salah orang, aku bukan Novita yang kau kenal." Novita beralasan, namun Aldo tentu saja tidak percaya dengan apa yang dikatakan wanita itu.


"Kau kira bisa membodohiku? Meskipun penampilanmu berbeda jauh dengan dulu tapi aku masih bisa mengenalimu."


Novita kehabisan kata-kata untuk dia ucapkan, ia mengendurkan perlawanannya terhadap Aldo lalu berkata dengan lirih dan tanpa menatap mata Aldo.


"Aki sudah memiliki anak..."


"Aku sudah tahu." jawab Aldo tidak terkejut lagi.


Sebelum Jack pergi, Aldo memintanya untuk menyelidiki tentang Novita dan mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan tentang keluarganya yang ternyata ia adalah anak Pak Suman dan Bu Siska, juga kakak Myra.


Selain itu diketahui juga Novita telah memiliki anak laki-laki bernama Alex.

__ADS_1


Hanya itu yang diketahui oleh Jack, sementara semua kehidupan Novita ketika di luar negeri tidak pernah dia dapatkan sama sekali.


"Kalau begitu, untuk apa kau bersikeras mengejarku?" tanya Novita tanpa sadar memukul dada bidang Aldo.


"Aku hanya ingin tahu, apa alasanmu meninggalkanku 10 tahun lalu." jawab Aldo sukses membuat Novita tertegun.


"I- itu-" Novita sangat gugup ketika Aldo menanyakan hal itu.


"Kau meninggalkanku begitu saja tanpa alasan yang jelas padahal sebelumnya hubungan kita baik-baik saja, aku masih ingat dengan jelas ketika aku mengejarmu ke bandara, berharap bisa menghentikanmu tapi sayangnya pesawat sudah lepas landas..." ungkap Aldo.


Sejak hari itu kehidupan Aldo sudah tidak karuan, ia mengurung dirinya selama berminggu-minggu karena tidak sanggup menerima kepergian wanita yang menjadi pacar pertamanya itu.


Ia bahkan tidak sanggup menceritakan hal tersebut kepada keluarganya, oleh karena sampai sekarang keluarganya masih mengira Aldo dan Novita masih menjalin hubungan sebagai kekasih.


Padahal kenyataannya hubungan mereka sudah berakhir sejak lama dan Aldo sudah banyak bergonta-ganti pasangan.


Aldo ingin melupakan Novita dengan cara mencari wanita lain yang mungkin bisa mengobati luka di hatinya itu, namun ternyata semua wanita itu tidak sama dengan Novita.


Malah merekalah yang membuat luka baru di hati Aldo dengan mencampakkannya.


Dan saat 10 tahun berlalu, Aldo akhirnya sudah benar-benar melupakan Novita. Namun setelah mendapatkan Alexa sebagai systemnya, Aldo harus kembali mengingat masa lalunya itu.


Novita masih tidak bisa berkata-kata, tubuhnya bahkan sedikit gemetaran karena mendapatkan pertanyaan itu dari mulut Aldo.


Aldo tidak ingin menekan wanita itu lebih jauh lagi, ia takut jika Novita semakin membencinya dan terus melarikan diri darinya.


Jadi Aldo menghela nafas panjang dan berkata, "Lupakan pertanyaanku tadi ... aku hanya ingin hubungan kita kembali seperti dulu..."


Novita sangat terharu mendengar perkataan Aldo, namun ia menggelengkan kepalanya seolah memaksa dirinya agar sadar dengan kenyataan.


"Tidak bisa, sekarang aku memiliki seorang anak yang harus aku rawat..."


"Aku tidak peduli itu, aku juga tidak peduli Alex itu anak dari siapa, aku akan menerima dia sepenuh hatiku dan menyayanginya seperti anakku sendiri. Jadi kembalilah kepadaku..."


Perkataan Aldo kembali membuat Novita tertegun, tidak bisa dipungkiri jika dia merasa senang dengan pengakuan Aldo namun sebagian dari dirinya merasa tidak bisa menerima hal itu begitu saja.

__ADS_1


Melihat Novita yang menundukkan kepalanya dan tampak sedih, Aldo mundur beberapa langkah dan membiarkan wanita itu sendirian untuk beberapa saat.


"Aku akan menemuimu lagi, tolong pikiran apa yang aku katakan tadi." kata Aldo sebelum pergi dari tempat itu.


Aldo ingin membiarkan Novita berpikir dan memutuskan keinginannya dengan baik-baik. Jika Novita bersedia kembali dengan Aldo maka itu bagus, tapi jika dia tidak ingin maka Aldo tidak akan memaksanya lebih jauh lagi.


Aldo tidak peduli dengan misinya yang akan gagal jika Novita menolaknya, bagaimanapun ia tidak bisa memaksa seorang wanita untuk mencintainya.


Cinta yang dipaksakan tidak akan berakhir baik.


Novita melihat kepergian Aldo dengan tatapan sayu, hingga sosok Aldo sudah menghilang dari pandangannya, ia menundukkan kepalanya tampak sedih dan berkata dengan lirih.


"Maafkan aku Aldo ... sebenarnya Alex adalah anakmu, tapi aku tidak tahu bagaimana harus menyampaikannya kepadamu..."


...


...


...


"Apa dunia sudah kiamat sehingga membuat orang yang malas bekerja sepertimu datang untuk bekerja, Aldo?"


Setelah sampai di perusahaan tempatnya bekerja, Aldo langsung disambut dengan gelagar Aria yang sedikit bercampur kekesalan.


Bagaimana tidak, sudah lebih dari seminggu Aldo tidak datang untuk bekerja padahal saat ini dia memegang peranan penting sebagai ketua dalam agensi baru mereka yaitu Fortune Music Cinematic.


Dalam beberapa hari ini juga Aria-lah yang menggantikan pekerjaan Aldo sekaligus menjalankan pekerjaannya, bagaimana mungkin wanita itu tidak kesal?


"Ah, maaf telah merepotkanmu, Nona Aria. Tapi aku benar-benar mempunyai masalah penting akhir-akhir ini." jawab Aldo sadar telah merepotkan Aria.


Aria mendengus pelan, "Tidak masalah, lagipula gajimu juga menjadi bagianku karena akulah yang menggantikanmu bekerja."


Aldo tidak masalah dengan itu, lagipula uang bukan lagi masalah besar baginya karena memiliki fitur tambang harta di systemnya.


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan perekrutan penyanyi untuk agensi kita?" tanya Aldo yang belum tahu perkembangan agensi barunya.

__ADS_1


"Aku sudah melakukan casting secara langsung ditemani oleh Nona Melody, dan hasilnya sangat memuaskan. Setidaknya kita memiliki puluhan orang dengan bakat menyanyi yang sangat baik."


"Itu bagus, tapi agar berkembang lebih bagus lagi sebaiknya kita menyuruh mereka untuk latihan dengan giat agar bisa menyaingi agensi VenoMusic. Bagaimanapun perusahaan itu sudah lama berada di bidang musik dan memiliki banyak penyanyi-penyanyi terkenal, meskipun telah kehilangan Melody namun itu tidak akan melemahkan mereka."


__ADS_2