Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 77: Kecelakaan


__ADS_3

"Sepertinya kau melakukan sesuatu yang besar, Maria." gumam Aldo dengan sendirinya ketika ia tengah berada di mobilnya.


Maria tiba-tiba muncul di kursi belakang mobil Aldo sambil menundukkan kepalanya patuh, "Saya akan menyingkirkan siapapun yang menyakiti Melody."


Kobaran api tekad yang sangat kuat dapat Aldo lihat dalam diri Maria ketika mengatakan hal itu, dia bersumpah akan menyingkirkan siapapun yang pernah menyakiti adik tercintanya tersebut.


Hal yang terjadi kepada asistennya itu hanya permulaan, ke depannya akan ada lebih banyak korban yang berjatuhan dari perusahaan VenoMusic.


"Itu bagus, tapi apakah kau akan menyingkirkanku?" tanya Aldo membuat Maria sangat terkejut sekaligus kebingungan.


"Maksud anda?"


"Sebenarnya aku tertarik dengan adikmu dan ingin memilikinya sebagai salah satu istriku di masa depan. Apa kau akan menghentikanku melakukan itu?" ungkap Aldo.


Maria sedikit berpikir lalu berkata, "Suatu kehormatan jika Melody bisa menjadi istri anda, namun itu kembali lagi apakah Melody bersedia menjadi istri anda."


"Dia pasti bersedia."


"Anda tampak sangat yakin."


"Itu memang benar."


...


...


...


"Langsung saja, mulai sekarang perusahaan Fortune Group Cinematic akan menjadi agensi Music yang akan membawa banyak penyanyi-penyanyi hebat di dalamnya!"


Daniel mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan bisnis ke bidang musik, semua orang yang merupakan pemegang saham perusahaan FGC menyimak dengan baik sebelum salah satu orang mengajukan pertanyaan.


"Apa alasan anda melakukan ini, Tuan Daniel?"


"Pertanyaan yang bagus, beberapa hari yang lalu anggota terhormat kita mengunggah sebuah lagu yang menjadi viral di media sosial. Banyak tanggapan positif yang kita dapatkan sehingga aku memiliki ide untuk mengembangkan bidang musik selain bidang film di perusahaan kita."


"Oleh karena itu, aku juga mengundang yang berkaitan untuk hadir dalam rapat kali ini."


Daniel menunjuk ke arah Aldo yang juga ikut hadir dalam rapat para petinggi tersebut. Aldo berdiri dari kursinya dan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu sebelum memberikan dukungan untuk mengembangkan bidang musik di perusahaannya.


Semua pemegang saham termasuk Daniel sangat puas dengan pidato Aldo yang menekankan kalau perusahaan mereka akan bisa jauh berkembang jika mengemban bidang musik.

__ADS_1


"... Bukan hanya berkembang, tapi aku yakin jika perusahaan kita bisa menyaingi perusahaan VenoMusic." tambah Aldo.


Siapa yang tidak tahu perusahaan VenoMusic, itu adalah perusahaan besar yang berfokus untuk mengembangkan para penyanyi terkenal dengan lagu-lagu populer mereka.


Jika Fortune Group Cinematic berkuasa atas film-film buatannya, maka VenoMusic berkuasa atas lagu-lagu ciptaannya.


"Saya terkesan dengan kepercayaan diri anda, Tuan Aldo. Namun bisakah kita menemukan para penyanyi-penyanyi handal seperti milik VenoMusic?" tanya salah satu pemegang saham.


Dengan percaya diri Aldo menjawab, "Tentu kita memilikinya, bahkan sekarang kita sudah memiliki satu penyanyi hebat."


Semua orang kebingungan dan bertanya-tanya, "Siapa itu?"


"Dia adalah Nona Melody." ungkap Aldo.


Tentunya mereka tahu siapa itu Melody yang Aldo maksud, namun masih ada keraguan dalam diri mereka.


"Bukankah dia adalah penyanyi dari VenoMusic? Kita tidak bisa merekrutnya jika dia masih menjalin kontrak kerjasama dengan mereka, itu adalah sesuatu yang ilegal."


"Aku tahu hal itu, namun kalian tidak perlu khawatir karena Melody telah berpisah dengan perusahaan itu." Aldo meyakinkan semua orang hingga akhirnya mereka semua benar-benar percaya dengan perkataan Aldo.


"Baiklah kami percaya dan akan mendukung gagasan ini sepenuhnya."


Kesepakatan telah terbentuk, dana yang cukup besar telah diberikan untuk menyukseskan apa yang akan mereka mulai ke depannya.


Projek itu dinamakan sebagai Fortune Music Cinematic.


Rapat telah usai dan Aldo telah berpisah dengan semua eksekutif perusahaan, ia ingin berkeliling sebentar di perusahaan tersebut dan menemui timnya, namun saat itu juga ada panggilan telepon dari Dr. Watson.


"Tuan, ini gawat!"


Watson menjelaskan situasinya dengan ekspresi Aldo yang berangsur-angsur mulai menjadi serius, bahkan sebuah kemarahan tampak dengan jelas di mata Aldo.


"Aku akan kesana."


Aldo keluar dengan cepat dari perusahaannya, menaiki mobilnya yang terparkir di tempat parkir lalu melaju dengan kencang ke rumah sakit tempat dimana Dr. Watson bekerja.


Sesampainya disana Aldo langsung menuju ruangan yang Dr. Watson maksud, di depan ruangan itu juga terlihat Katharine yang tengah bersedih dan Maria yang berdiri di belakangnya.


Maria menghampiri Aldo lalu menundukkan kepalanya tampak sangat menyesal, "Tolong maafkan kelalaian saya dalam menjaga Nona Ashlee. Saya siap menerima hukuman apapun yang akan anda berikan."


Aldo tidak sempat menjawab perkataan Maria karena saat itu juga Katharine berlari dan langsung memeluknya sambil menangis.

__ADS_1


Aldo membelai rambut Katharine dengan lembut lalu bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi."


"Hiks ... saat kami keluar dari mansion untuk berbelanja, tiba-tiba terjadi kecelakaan dengan mobil yang kita tumpangi. Kak Ashlee menyelamatkanku sehingga dia terluka cukup parah." jawab Katharine sambil menangis.


Padahal Aldo telah memasang jimat untuk melindungi Ashlee dan Katharine di dalam mansion, namun siapa sangka mereka akan dalam bahaya ketika berada di luar.


Aldo melirik ke arah Maria, meminta penjelasan darinya.


"Saya tidak sanggup menghentikan kecelakaan tersebut, yang bisa saya lakukan hanya melindungi Nona Ashlee dan Nona Katharine menggunakan tubuh saya."


Saat berbicara dengan Aldo, Maria terlihat sedang menahan kesakitan di tubuhnya. Tampaknya dia kehilangan cukup banyak aura karena menyelamatkan Ashlee dan Katharine.


Jika Maria tidak mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Ashlee dan Katharine, mungkin saja keduanya dalam keadaan yang jauh lebih parah dari ini.


Pintu ruangan rumah sakit terbuka dan memperlihatkan Dr. Watson yang telah selesai merawat Ashlee.


"Bagaimana dengan Ashlee dan janinnya?" tanya Aldo cepat.


"Anda bisa lega tuan, kondisi janin Nona Ashlee masih sehat dan tidak mengalami cacat apapun karena kesuburannya yang luar biasa. Tapi sepertinya Nona Ashlee mengalami koma karena benturan di kepala." jawab Dr. Watson.


"Apa, Koma?"


Aldo dan Katharine memasuki ruangan Ashlee dengan terburu-buru, di atas ranjang mereka melihat sosok Ashlee yang tengah tertidur dengan lelap. Namun itu bukanlah tidur melainkan koma.


"Hiks ... tolong lakukan sesuatu, Aldo. Tolong selamatkan Kak Ashlee seperti kau menyelamatkan ibuku." Katharine tidak bisa membendung air matanya lagi hingga tumpah di sebelah Ashlee yang tengah koma.


"Aku akan berusaha ... tolong keluarlah dari ruangan ini dulu..." jawab Aldo masih lekat menatap wajah pucat Ashlee.


Sesuai keinginan Aldo, Katharine keluar dari ruangan, memberikan Aldo waktu bersama dengan Alexa, systemnya.


Sambil membelai lembut rambut Ashlee, Aldo berbicara dengan Alexa.


"Alexa, apa ada barang yang bisa membangkitkan seseorang dari koma?"


[Tidak ada.]


Jawaban yang lugas dari Alexa dan terkesan dingin.


"Apa maksudmu tidak ada?"


[Sebaiknya anda memeriksa keadaannya terlebih dahulu menggunakan mata batin anda.]

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Aldo mengaktifkan mata batinnya, dan apa yang dia lihat dari dalam diri Ashlee membuatnya benar-benar terkejut.


"I- ini.."


__ADS_2