
Setelah kekalahan Red Devils, kelompok mafia Red Devils yang berjaga di luar ruangan pesta dan mengurung seluruh tamu undangan langsung bergerak mundur.
Mereka berpikir pasti ada orang kuat di dalam sana yang bisa mengalahkan Red Devils, jadi sebelum mereka dibasmi seperti semut, mereka memilih untuk mundur terlebih dahulu.
Tak berselang lama setelah mundurnya kelompok mafia Red Devils, pihak kepolisian langsung mendatangi tempat itu untuk melakukan investasi.
Mereka mengetahui kerusuhan yang terjadi di tempat itu dari siaran langsung yang merekam momen pernikahan tersebut. Bukan hanya polisi tapi seluruh media mengetahui hal itu.
Namun satu hal yang mereka tahu adalah penyebab tragedi yang menewaskan puluhan orang itu adalah karena ulah *******.
Lagipula tidak ada yang akan percaya jika itu adalah kejadian supranatural atau sebagainya.
Beberapa ambulans berdatangan untuk mengangkut orang-orang yang terluka ataupun sudah meninggal.
Sebagian orang menangis sedih karena kehilangan keluarga mereka dan sebagian lagi depresi hingga trauma setelah melewati kejadian mengerikan itu.
Salah satu yang menangis karena kehilangan teman-temannya adalah Aria, wanita cantik dengan dress biru itu hanya bisa menitihkan air matanya melihat Gilbert, Joey, dan Luca terbaring tak bernyawa.
Ia hanya bisa tertunduk sedih saat ketiga jasad temannya itu diangkut ke mobil ambulans untuk dikembalikan ke pihak keluarganya.
"Nona Aria ..." panggil Myra dengan suara pelan.
Aria tidak menoleh ke arah melainkan hanya berucap dengan pelan, "Mereka bertiga lebih dari sekedar rekan kerja bagiku ... mereka adalah orang-orang yang baik, tidak sepantasnya mereka berakhir seperti ini..."
"Nona ... aku turut berduka atas kepergian mereka, faktanya bukan hanya Nona yang merasa kehilangan disini, lihatlah sekelilingmu..."
Mendengar perkataan Myra, Aria melihat ke sekelilingnya yang dipenuhi dengan tangisan dan kesedihan dari orang-orang yang juga kehilangan.
Salah satunya yang menyita perhatian Aria adalah seorang anak kecil yang sangat dia kenal.
"Lia..." gumam Aria.
Benar sekali, disana terlihat Lia yang tengah menangisi kematian kedua orangtuanya, Daniel dan Evelyn.
Anak itu tidak membiarkan pihak berwajib untuk mengangkut jasad kedua orangtuanya ke dalam mobil ambulans.
__ADS_1
Ia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi, ia terus mencoba membangunkan ayah dan ibunya sambil menangis sedih sebelum Aria datang dan memeluknya.
"Lia ... kau masih ingat denganku?" tanya Aria dengan hatinya yang merasa teriris melihat anak sekecil itu telah kehilangan kedua orangtuanya.
"Kak Aria ... hiks ... ayah dan ibu berdarah dan tidak bangun-bangun ... hiks ..."
"Mungkin ini berat, tapi ... kau harus merelakan mereka pergi ..." ucap Aria menegarkan hati kecil Lia.
Setelah beberapa bujukan dan rayuan, gadis kecil itu akhirnya merelakan kedua orangtuanya yang diangkut ke dalam mobil ambulans meski hatinya tak rela.
"Nona Aria, kami sangat berterimakasih karena kau telah menyelamatkan kami. Terima kasih banyak..." ucap Myra mendatangi Aria dan Lia.
"Seharusnya kau berterimakasih kepada Leon."
"Aku sudah mengatakannya, ngomong-ngomong ayo kita masuk ke dalam, Aldo dan yang lainnya sudah menunggu."
Aria tidak memiliki alasan untuk menolak ajakan Myra, lagipula ia juga ingin mendengar penjelasan Aldo dan Leon secara langsung tentang yang sebenarnya terjadi beberapa saat lalu.
Dia dengan jelas melihat kekuatan mistis yang digunakan Leon untuk bertarung melawan orang misterius tadi.
Sesampainya di ruang khusus di restoran Johan, Aria melihat orang-orang yang dikenalinya telah berada disana seperti Aldo, Leon, Alex Novita, Katharine, Ashlee, dan Melody.
Namun anehnya tidak ada perbincangan sama sekali diantara mereka sebelum Novita membuka mulut.
"Jadi semuanya sudah ada disini, bisa kalian jelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi? Kuharap kalian tidak mencari-cari alasan yang tidak masuk akal."
Bersamaan dengan perkataan Novita, semua orang langsung menatap Aldo dan Leon yang terlihat sedang berfikir keras untuk mengalihkan pembicaraan.
Namun sepertinya mereka berdua tidak bisa mencari alasan setelah apa yang dilihat oleh semua orang dengan mata kepalanya sendiri.
Aldo menghela nafas panjang, "Hah ... seperti yang kalian lihat, orang yang menyerang kita tadi adalah seorang iblis dari neraka."
"Penjelasanmu tidak hanya sampai di sana bukan?" kata Novita kembali mendesak Aldo untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Jika orang itu benar-benar iblis dengan kekuatan mistis, lalu kalian berdua ini apa? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika kalian memiliki kekuatan mistis yang sama." lanjut Novita mengintrogasi.
__ADS_1
Aldo benar-benar berpikir keras, dia tidak tahu bagaimana harus mengatakannya kepada semua orang bahwa dia memiliki System kuat yang membantunya serta identitasnya di masa lalu.
Namun di saat Aldo masih berpikir keras, Leon dengan santainya mengungkapkan semuanya.
"Seperti yang kalian lihat, kami adalah makhluk yang jauh lebih sempurna dan hebat dari manusia biasa!" ujar Leon sedikit bangga.
"Maksudmu kalian adalah manusia super yang memiliki kekuatan supranatural?"
"Kurang lebih begitu, hebat bukan?!"
Aldo menatap Leon dengan sedikit aneh, bagaimana dia bisa memberitahu hal yang terdengar sangat tidak masuk akal itu kepada semua orang?
"Meskipun sedikit tidak masuk akal tapi apa yang terjadi beberapa saat lalu telah membuktikannya..." sahut Ashlee.
"Tapi satu hal yang tidak aku mengerti, iblis tadi mengatakan sesuatu seperti Raja Dunia ... dan apa hubungannya hal itu dengan Alex?" sambung Novita yang masih khawatir dengan keselamatan anaknya.
Ia khawatir jika suatu saat iblis itu akan kembali muncul dan menyakiti Alex.
"Sebenarnya Aldo adalah Raja yang menguasai dunia ini, atau lebih tepatnya reinkarnasi Raja yang menguasai dunia berabad-abad dahulu. Para iblis tidak ingin Raja Dunia mendapatkan kembali kekuatannya, jadi mereka datang lebih dulu untuk membunuhnya." jelas Leon.
"Leon darimana kau mengetahui semua itu? Terlebih lagi apa kau memang Leon yang dulu aku kenal?" tanya Aldo mulai mencurigai Leon.
Dia masih sangat terkejut dengan fakta jika Leon juga memiliki kekuatan mistis yang sangat besar, ini tidak seperti pria konyol yang Aldo kenal dulu.
Leon tersenyum, "Aku sudah bilang sebelumnya kan? Aku ini adalah salah satu pelayan setiamu yang, The Eternal..."
[The Eternal, mereka adalah sekumpulan orang-orang kuat yang melayani Sang Raja dari masa ke masa. Mereka memiliki kekuatan yang besar hingga cukup untuk mengguncang dunia.]
Alexa menjelaskan, namun Aldo masih memiliki pertanyaan dalam kepalanya.
"Tapi bukankah seluruh manusia pada masa kerajaan Artex telah musnah setelah Sang Raja mengorbankan dirinya?"
"Kami tidak akan disebut Eternal jika tidak memiliki kekuatan untuk bertahan hidup dalam kiamat sekalipun..."
Leon mulai menceritakan tentang dirinya sewaktu menjadi salah satu anggota Eternal yang di sumpah untuk selalu setia melayani Sang Raja Dunia.
__ADS_1