Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 53: Konflik Dengan Keluarga Pak Suman


__ADS_3

Myra adalah seorang gadis polos yang bahkan belum pernah merasakan nikmatnya percintaan karena ia memang belum pernah memiliki pacar sebelumnya.


Dan sekarang ketika bibirnya di cumbu dengan mesra oleh Aldo, untuk pertama kalinya ia merasakan apa yang dinamakan kenikmatan sek**ual.


Myra mengerang tipis ketika tangan Aldo mulai bergerak turun dan meraba segenap tubuhnya yang masih dalam pertumbuhan tersebut sementara bibir mereka berdua masih asyik bercumbu.


Aldo menuntun lidah Myra untuk membawanya menari-nari dalam rongga mulutnya sendiri, membuat gadis itu semakin berg4irah.


Beralih dari kedua gunung Myra yang masih dalam pertumbuhan dan di balut seragam sekolah SMA nya, Aldo memegang pinggul sang gadis dan dipeluknya dengan erat dan penuh kasih sayang.


Dengan begini mereka berdua bisa merasakan hawa panas dari tubuh mereka yang sudah saling berpelukan dalam cinta dam napsu.


Aldo melepas cumbuannya terhadap Myra dan membelai rambut belakangnya dengan lembut.


"Kau sangat cantik sweetie..." ujar Aldo lalu mencumbu leher Myra yang membuat sang gadis langsung menggeliat geli dan erangan nikmat keluar secara otomatis dari bibir indahnya.


Cukup lama Aldo menciumi leher sang gadis sebelum ia membaringkannya ke sofa ruang tamu lalu menindih tubuh indahnya sambil mencumbui belahan gunung sang gadis yang kancing bajunya sudah terbuka.


"Ahn ... Om ... Jangan!!" erang Myra ketika sebentar lagi Aldo akan mengulum kedua butiran merah muda yang terdapat di puncak gunung sang gadis.


Aldo berhenti dan menatap mata sang gadis yang wajahnya sudah sangat merah merona.


"Jangan berhenti...." lanjut Myra membuat Aldo tersenyum lembut dan kembali mencumbui segenap raga Myra.


Hingga tiba saatnya untuk mereka memadu kasih untuk saling melepaskan kerinduan, pintu ruang tamu tiba-tiba terbuka dan sontak mengalihkan pandangan Aldo dan Myra.


Bruk...


Bu Siska menjatuhkan barang belanjaannya dengan mata yang terbelalak melihat hal tidak senonoh yang dilakukan oleh putri bungsunya tersebut.


"Apa yang kalian berdua lakukan...." gumam Bu Siska tak percaya lalu berteriak histeris ke lantai bawah memanggil suaminya...


...


...


...


Pak Suman memijit pelipisnya yang sangat pusing sambil terus memutar otak untuk mencari penyelesaian masalah yang melanda keluarganya tersebut.


Sementara itu Bu Siska yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi hanya duduk terdiam sambil mendelik tajam ke arah putri bungsunya yang duduk bersebelahan dengan Aldo.

__ADS_1


Suasana ruang tamu hening seketika karena permasalahan yang mereka hadapi bukan masalah sepele.


Hingga tak berselang lama kemudian, Pak Suman berkata setelah menghela nafas panjang, "Apa kalian tahu yang sebenarnya kalian lakukan barusan itu apa?"


Tidak ada jawaban dari Aldo ataupun Myra yang merasa sangat bersalah karena telah terbawa oleh napsu mereka sendiri hingga berbuat hal yang tidak senonoh.


Pak Suman kembali berkata, "Aldo, kau adalah dermawan keluarga kami, kaulah yang telah membawa kebahagiaan kepada keluarga kami yang dahulu kala sudah berada di ujung jurang kehancuran. Tapi mengertilah kalau aku tidak bisa membenarkan perbuatanmu..."


"Aku tahu perasaan cinta antara kalian berdua dan aku tidak akan melarang kalian menjalin hubungan, tapi ini bukan waktu yang tepat."


"Maksudku Myra itu masih terlalu kecil, ia masih duduk di bangku SMA, gadis kecil yang sangat polos dan lugu. Belum saatnya bagi dia untuk beranjak dewasa."


Bukannya Pak Suman enggan membiarkan putrinya, Myra menjalin hubungan dengan Aldo. Justru sebaliknya dia akan sangat bahagia jika putrinya bisa menikah dengan pria hebat seperti Aldo. Namun ini bukan saat yang tepat...


Aldo mengangguk mengerti dibarengi dengan anggukan patuh Myra dan rasa bersalah besar yang mereka berdua rasakan di hati.


Pak Suman tersenyum lembut, "Kalau begitu masalah ini sudah selesai dan jangan pernah di ulangi kembali. Ayo kita sarapan pagi terlebih dahulu." ajak Pak Suman.


Aldo tiba-tiba berdiri dengan tegas lalu sedikit meminta maaf kepada Pak Suman dan Bu Siska, "Maafkan aku tapi sepertinya aku tidak bisa tinggal di tempat ini lebih lama lagi."


Perkataan Aldo membuat mereka sekeluarga sangat terkejut.


Aldo menggelengkan kepalanya pelan, "Meskipun begitu semuanya tidak akan sama lagi setelah kejadian ini."


Setelah mengatakan itu Aldo kemudian pergi memasuki kamarnya dan mengemasi barang-barangnya yang masih tersisa di tempat itu. Salah satu barangnya adalah sebuah syal merah yang sudah menemani dirinya sejak dahulu kala.


Itu adalah syal yang sama ketika Aldo ditinggalkan oleh para kekasihnya yang jumlahnya sudah lebih dari 100 orang tersebut.


Dan jika dipikir-pikir, itu adalah syal yang pertama kali Aldo beli 10 tahun lalu ketika ia masih berpacaran dengan pacar pertamanya yaitu Novita. Sebuah syal yang memiliki banyak kenangan indah dan menyedihkan.


Aldo memberikan syal merah tersebut kepada Myra dan berkata dengan singkat, "Jagalah syal itu untukku."


Setelah itu Aldo pergi meninggalkan rumah yang dia tempati tidak lama namun menyimpan banyak kenangan indah bersama Myra dan keluarganya.


Myra tidak bisa melakukan apapun selain menatap kepergian Aldo dari belakang bersama kedua orang tuanya dengan rasa haru di hati....


...


...


...

__ADS_1


"Kurasa ini pilihan yang tepat..." gumam Aldo ketika sudah memasuki taksi bersama dengan barang bawaannya.


Mengesampingkan permasalahannya dengan keluarga Myra, sebenarnya Aldo juga enggan untuk berpisah dengan mereka karena ia sudah menganggap keluarga itu sebagai keluarganya sendiri.


Tapi bagaimanapun Aldo harus berpisah dengan mereka mengingat ia sudah berjanji kepada Ashlee dan Katharine untuk menyediakan sebuah rumah untuk mereka bertiga tinggali.


Tidak mungkin selamanya akan tinggal di rumah keluarga Pak Suman lagipula Aldo juga sudah memiliki uang yang cukup untuk membeli tempat tinggal.


Aldo membuka ponselnya untuk mencari informasi mengenai mansion yang akan dijual, dan entah kebetulan atau bukan di hari itu juga sedang diadakannya sebuah pelelangan tanah beserta dengan mansion-nya.


Aldo kemudian menyuruh supir taksi untuk mengantarkannya ke tempat dimana pelelangan dilaksanakan.


Tak butuh waktu lama bagi Aldo untuk sampai di tempat pelelangan dilaksanakan, ia keluar dari taksi dan langsung memasuki tempat itu setelah membayar biayanya.


Kedatangan Aldo cukup mencolok karena menaiki sebuah taksi di kalangan orang-orang kaya yang semuanya menaiki mobil mewah.


Itu membuat Aldo dipandang rendah oleh orang-orang yang tidak tahu jika sebenarnya Aldo adalah orang yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan, yaitu tentang aktor baru yang memenangkan piala Oscar.


Meskipun paras Aldo bisa dibilang sangat tampan dan merupakan idaman seorang wanita, tapi dengan kondisi keuangannya yang sudah jelas terlihat sangat kurang membuat tidak ada seorangpun yang menginginkan Aldo sebagai kekasih mereka.


Para wanita yang ada disana lebih memilih seorang pria gemuk dan jelek asalkan dompetnya tebal daripada seorang pria tampan tapi miskin.


"Mohon maaf tuan, tapi sepertinya anda salah tempat." salah satu satpam penjaga pintu masuk menghentikan langkah Aldo yang ingin memasuki tempat pelelangan dengan tatapan merendahkan.


"Aku ingin mengikuti pelelangan, apa itu tidak boleh?" tanya Aldo dengan tatapan mendelik tajam ke arah si satpam.


"Mohon maaf tapi sepertinya anda tidak akan sanggup bahkan untuk membeli barang termurah." cibir satpam itu lagi yang sekarang sukses membuat Aldo menjadi kesal.


Padahal hanya karyawan kecil tapi dia berani menghina seorang tamu, apakah moralitas seorang karyawan sudah serendah itu?


"Kyaa!! Itu Tuan Daniel!"


"Aku tidak pernah menyangka jika Tuan Daniel akan menghadiri pelelangan ini!"


"Aku sangat beruntung!"


Teriakkan teriakan dari para wanita yang ada di tempat itu sontak mengalihkan Aldo ke sebuah mobil sport mewah yang datang dengan gagahnya.


Mobil tersebut berhenti untuk parkir dan dari kursi pengemudi keluarlah seorang pria tampan dan kharismatik yang dengan parasnya saja sudah menggetarkan hati para wanita.


Dia adalah Daniel!

__ADS_1


__ADS_2