Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 122: Kemunculan Musuh Di Mansion


__ADS_3

Melody mengantar Maria ke halaman belakang untuk bertemu dengan Leon, disana ia melihat seorang pria tampan berambut pirang yang tengah bermeditasi.


Leon langsung membuka matanya ketika menyadari kedatangan dua orang tersebut, ia memandang Maria dengan penuh arti kemudian tersenyum.


"Kau pasti Maria."


"Darimana kau tahu?" tanya Maria heran.


"Aku mendengar banyak tentangmu dari Aldo." jawab Leon santai.


Maria dibuat bertanya-tanya kenapa pria di depannya itu bisa memanggil tuannya dengan begitu akrab.


"Em, aku harus kembali menemani Katharine, kalian berdua berbincanglah sesuka hati kalian." sahut Melody kemudian berbalik pergi meninggalkan Maria dan Leon.


Setelah Melody pergi, Maria langsung bertanya kepada Leon, "Apa kau orang yang diperintahkan oleh Tuan Aldo untuk menjaga para istrinya?"


"Itu benar, dan apakah kau adalah roh yang kembali dihidupkan oleh Aldo?" ucap Leon kembali bertanya.


Maria terbelalak kaget mendengar ucapan Leon, dengan wujudnya yang sekarang mustahil seseorang bisa menyadari jika ia bukanlah manusia. Bahkan Aldo menyuruhnya untuk jangan pernah mengungkap identitasnya.


"Kau ... siapa kau sebenarnya? Kenapa kau tahu begitu banyak tentangku?" tanya Maria sedikit waspada.


"Yang pasti aku bukanlah musuhmu, kita berada di pihak yang sama jadi tolong bersikap santailah sedikit." kata Leon meyakinkan jika dirinya bukanlah musuh.


"Selain itu kau datang kesini pasti bukan tanpa alasan, bisa kau jelaskan padaku?" sambung Leon.


Maria menghela nafas, ia sekarang sudah yakin jika pria di hadapannya itu bukanlah musuhnya.


Fakta Leon yang bisa mengetahui identitasnya membuat Maria yakin jika Leon adalah orang yang kuat.


"Sebenarnya, Aku diberikan tugas untuk mengawasi orang-orang yang mendatangi negara ini..."


Maria menjelaskan jika setelah penyerangan di pesta pernikahan Aldo, ia diberikan tugas untuk mengawasi orang-orang yang tiba di Indonesia.


Aldo memiliki insting jika seseorang pasti akan datang untuk menyelidiki kematian Red Devils, mereka adalah pihak yang mengirim Red Devils ke pesta pernikahan Aldo dan menghancurkan segalanya.


Tentu saja itu bukanlah tugas yang mudah karena Maria harus membagi kesadaran rohnya ke setiap bandara yang ada di Indonesia.


Dan beberapa hari lalu, salah satu kesadaran rohnya terbunuh oleh sosok yang misterius. Dari itu Maria bisa menyimpulkan jika musuh yang diprediksi Aldo telah tiba.


"Oleh karena itu aku segera ke tempat ini untuk berjaga-jaga sekaligus melaporkan hal itu kepada Aldo, tapi ternyata Aldo tidak ada disini..."


"Dia memiliki urusan dengan dalang penyerangan di pesta pernikahannya, jadi dia pergi sendirian ke sarang musuh." kata Leon menjelaskan kepergian Aldo.


Mendengar itu membuat Maria sedikit mengkhawatirkan kondisi Aldo yang datang ke tempat musuh sendirian.


"Apa Tuan akan baik baik saja pergi sendirian?"

__ADS_1


"Sepertinya dia sendiri sudah lebih dari cukup untuk meratakan musuhnya, percayalah padanya. Kita disini hanya perlu melindungi istrinya." ucap Leon meyakinkan Maria.


Maria menganggukkan kepalanya yakin kepada tuannya yang telah memberikannya kehidupan kedua.


Mereka berdua terdiam sejenak sebelum merasakan sesuatu yang aneh di sekeliling mereka.


Insting mereka menajam ketika merasakan aura penghalang di sekitar mansion telah di tembus oleh seseorang.


"Apa kau juga merasakannya?" tanya Leon.


"Ya, ada seseorang yang memasuki penghalangnya." jawab Maria.


Penghalang aura yang di ciptakan oleh Aldo dapat menahan siapa saja yang mencoba untuk masuk tanpa izin. Tapi seseorang kini berhasil menembus penghalang itu.


Tidak mungkin Aldo mengizinkan musuh memasuki area mansion, jadi mereka berpikir jika musuh yang datang memiliki kekuatan khusus untuk menembus penghalang.


"Aku akan mencegatnya di pintu masuk, kau ajak semua orang ke tempat yang aman!" perintah Leon.


"Baik!" jawab Maria tegas.


Mereka berdua kemudian berpencar dengan cepat.


Sementara itu di depan mansion terlihat seorang wanita cantik dengan penampilan yang sangat menggoda.


Nampak sedikit kepuasan di wajahnya ketika berhasil menembus penghalang buatan Aldo.


"Diantara aura kehidupan yang pernah aku rasakan, aura milik orang itu merupakan yang paling terbaik..." gumam wanita itu sambil menjilati bibirnya.


"Aku kira siapa yang datang, rupanya hanya wanita mesum..."


Suara seorang pria mengalihkan perhatian wanita itu, ia melihat ke depan dan menemukan pria tampan yang sedang berdiri menghalangi jalannya untuk memasuki mansion.


Ia bisa merasakan aura yang dimiliki Leon juga tak kalah nikmatnya dengan aura milik Aldo, seolah kedua aura mereka memiliki sumber yang sama.


"Namaku Exel, bisa kutahu siapa namamu?" tanya Exel menunjukkan sedikit ketertarikan.


Leon menatap Exel dengan jijik, "Kurasa kau tidak pantas mengetahui namaku."


"Sombong sekali ... kalau begitu akan kumakan seluruh auramu hingga kau mati!"


Kuku kuku Exel meruncing dengan sekejap mata, ia kemudian melesat dengan kecepatan suara ke arah Leon.


"Aura Barrier."


Sebuah aura yang sangat padat mengelilingi tubuh Leon dan menahan serangan Exel yang bisa merobek tubuh dengan mudah.


Exel tertegun karena pertahanan aura barrier milik Leon melebihi kemampuannya.

__ADS_1


Dalam waktu yang singkat itu Leon mengarahkan jari telunjuknya ke kening Exel kemudian berkata, "Aura Spear!"


Swoosh!!


Boom!!


Serangan aura super cepat bagaikan tombak dewa melesat dan menghantam kepala Exel hingga menghancurkannya menjadi gumpalan darah.


Sejauh 50 meter tanah di belakang Exel juga hancur akibat serangan aura Leon yang sangat dahsyat.


Leon menatap tubuh Exel yang tanpa kepala itu, ia telah tewas hanya dengan satu serangan dahsyat Leon.


"Rupanya tidak sekuat yang aku kira." gumam Leon.


Ia berpikir jika orang yang berhasil menembus aura penghalang buatan Aldo adalah orang yang sangat kuat, jadi dia mengerahkan hampir seluruh kekuatannya di awal pertarungan.


Tapi kenyataannya tidak seperti yang Leon pikirkan.


"Hah ... buang buang waktu saja..." gumam Leon kemudian berbalik pergi.


Belum sampai tiga langkah-


Jlebb!!


Crassh!!


Sebuah tangan dengan kuku kuku yang tajam tiba-tiba menembus perut Leon.


Leon sangat tertegun, ia menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya ia ketika melihat wanita yang baru saja dia kalahkan telah bangkit kembali walau tanpa kepala.


"T- tidak mungkin, aku sudah memastikan jika kau sudah terbunuh..." ucap Leon lirih sambil memuntahkan seteguk darah.


Kepala Exel mulai beregenerasi dengan cepat hingga seluruh kepalanya telah kembali pulih seutuhnya.


"Kau melakukan satu kesalahan, yaitu membunuhku dengan menggunakan kekuatan aura! Aura adalah sumber kehidupan, tidak mungkin sumber kehidupan merampas kehidupan bukan?" ucap Exel sambil terkekeh.


Leon terbelalak, normalnya siapa saja bisa mati ataupun hancur dengan kekuatan aura.


Meskipun kekuatan aura adalah sumber kehidupan, tapi sumber kehidupan itu juga bisa menghancurkan kehidupan lainnya. Itu adalah hukum alam.


Tapi sepertinya hukum alam itu tidak terpengaruh terhadap wanita di depannya itu.


Ia bisa menyerap aura lawan menjadi sumber kehidupan miliknya, dengan kata lain ia bisa mengubah serangan lawan menjadi kekuatan untuknya.


Itu adalah salah satu kemampuan unik yang belum pernah Leon dengar seumur hidupnya....


Sementara itu di bandara, terlihat Aldo yang sedang mengantri untuk menaiki pesawat dengan tujuan negara Rusia.

__ADS_1


Namun ia merasakan ada sesuatu yang aneh.


'Ada yang mengawasiku...' batin Aldo.


__ADS_2