Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 21: Berangkat Ke Prancis


__ADS_3

Katharine menunggu di luar ruangan ibunya dengan perasaan yang sangat gelisah dan takut kehilangan satu-satunya orang yang bisa dia sebut sebagai keluarga.


Dia tahu jika penyakit kanker yang di derita ibunya mustahil untuk disembuhkan hanya dengan berbekal banyak uang, bayangkan saja sudah berapa banyak orang kaya yang meninggal karena kanker.


Tapi walaupun begitu Katharine masih berdoa untuk kesembuhan ibunya itu.


3 jam telah berlalu dan akhirnya Aldo keluar dari ruangan itu disusul dengan dokter sebelumnya, Katharine langsung beranjak bangkit melepaskan kegelisahannya kepada Aldo.


"Aldo, bagaimana dengan keadaan ibuku? Tolong katakan kalau dia baik-baik saja..."


"Tenanglah, ibumu sudah terbebas dari penyakit kankernya namun ia masih memerlukan waktu untuk sembuh sepenuhnya." jawab Aldo sambil tersenyum.


Mendengar itu Katharine juga sangat lega dan melepaskan segala kekhawatirannya yang telah menumpuk sedari tadi.


"Aku tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas jasamu, Aldo. Bukan hanya menerimaku bekerja tapi kau jaga menyembuhkan ibuku..."


Katharine adalah orang yang baik, dia tidak akan pernah melupakan segala jasa-jasa seseorang yang membantunya dan akan melakukan apapun untuk balas budi.


"Cukup lakukan saja pekerjaanmu dengan baik, itu akan sangat membantuku dan orang-orang dalam timku." kata Aldo.


Katharine mengangguk paham, "Aku akan berusaha keras untuk itu."


Gadis itu kemudian memasuki ruangan ibunya untuk menjenguk sekaligus melepaskan kerinduannya, bersamaan dengan itu suara system terdengar memberitahu kesuksesan misinya.


[Berhasil menyelesaikan misi menyelamatkan nyawa Ibu Katharine. Hadiah: 500 Poin System, 500 Poin Kemampuan, 20+ Kharisma]


"Tuan, anda benar-benar sudah sangat berjasa dalam menyelamatkan nyawa pasien di rumah sakit ini bukan hanya sekali tapi dua kali, saya sebagai dokter sangat mengagumi anda..." kata dokter di sebelah Aldo menatapnya penuh hormat.


"Katakan saja apa keinginanmu sebenarnya." Aldo bisa tahu jika pria paruh baya di sebelahnya itu memiliki keinginan kuat yang terpancar dari matanya.


Karena sudah disadari oleh Aldo, maka dokter itu tidak perlu ragu lagi untuk menyatakan keinginannya.


"Tolong jadikan saya sebagai murid anda!"


"Hah?"


Aldo sangat tercengang, bukannya tidak ingin tapi kemampuan medis yang dia dapatkan berasal dari system jadi bagaimana dia bisa mengajari seseorang kemampuan itu?


Seolah mengerti kebingungan Aldo, systempun berkata, [Anda bisa menyalin semua ilmu medis yang anda punya ke dalam buku catatan dan memberikannya sebagai bahan pelajaran.]


Itu terdengar menarik, tapi aku tidak punya banyak waktu untuk menyalin sesuatu yang jumlahnya tidak sedikit itu - pikir Aldo.


"Apa ada cara lain?" gumam Aldo yang membuat dokter itu sedikit keheranan pasalnya Aldo bicara sendiri.

__ADS_1


[Buku yang memuat segala ilmu medis bisa anda dapatkan setelah bintang di status anda bertambah, mohon bersabar untuk itu.]


"Begitu ya ... aku akan bersabar."


"Tuan?" ujar dokter itu membuat Aldo tersadar jika dari tadi dia sedang berbicara sendiri.


"Ah, aku baik-baik saja. Untuk permintaanmu tadi aku bisa menjadikanmu sebagai muridku tapi mohon bersabar beberapa minggu lagi untuk bisa menerima pembelajaran dariku."


"Terima kasih tuan! Ini benar-benar membuat saya bahagia!"


"Dan ... bisakah aku tahu namamu?" tanya Aldo, sudah beberapa hari dia bertemu dengan dokter di hadapannya itu namun dia masih belum tahu namanya.


"Nama saya Dr. Watson. Anda bisa memanggil saya Watson saja." jawabnya.


"Aku akan memanggilmu Dr. Watson saja karena itu terdengar lebih formal."


"Baik Tuan!"


...


...


...


"Apa semua pakaianmu sudah dikemas dengan baik?"


"Semuanya sudah dikemas dengan baik, bibi dan paman tolong jadi diri ya." kata Aldo sambil berjabat tangan dengan Bu Siska dan Pak Suman.


Aldo menggendong tas ransel miliknya yang penuh dengan pakaian dan barang-barang keperluan sehari-hari Aldo.


Tiga hari telah berlalu semenjak perekrutan Katharine dan sekarang tim mereka akan melakukan perjalanan ke Paris untuk keperluan syuting.


Mungkin ini akan memerlukan waktu berbulan-bulan lamanya, jadi keluarga Pak Suman dan yang lainnya sedikit enggan untuk berpisah lama dengan Aldo.


Tak berselang lama Myra keluar dari rumah dan menghampiri Aldo yang sedang mengucapkan salam perpisahan kepada Pak Suman dan Bu Siska.


"Ini untuk bekal perjalananmu, tolong makanlah tepat waktu dan jaga kesehatanmu Om." ucap Myra sambil memberikan beberapa kotak makanan yang dibungkus menggunakan plastik.


Aldo menerima bekal pemberian Myra dengan lembut, dia tahu jika gadis itu berlatih berhari-hari untuk mempersiapkan bekal makanan yang baik untuk Aldo. Jadi dia harus menerimanya dengan tulus.


"Terima kasih banyak, Myra." ucap Aldo tersenyum lembut hingga membuat Myra tersipu malu


"Ekhem, ini sudah waktunya untukmu berangkat, tolong jaga dirimu baik-baik di tempat asing dan jangan lupa jaga kesehatanmu." ujar Bu Siska berdehem memecah kecanggungan Myra.

__ADS_1


"C- cepat pulang ya Om..." ucap Myra gugup sebelum berbalik lari memasuki rumah.


Aldo terkekeh geli, "Kalau begitu aku berangkat dulu!"


Aldo melambaikan tangannya sebelum memasuki sebuah mobil sedan hitam yang terparkir dari tadi di depan rumah Pak Suman.


"Aku sudah selesai." kata Aldo begitu memasuki mobil.


Disana sudah ada Aria yang siap mengemudikan mobilnya kapan saja, tapi sebelum itu dia sedikit melirik kotak bekal makan yang disiapkan oleh Myra.


"Kau tahu sendiri kalau semua keperluan hidup termasuk makanan sudah disiapkan oleh perusahaan, kan?" tanya Aria heran.


"Aku tahu, hanya saja bekal makanan sendiri akan terasa jauh lebih nikmat, mungkin?" jawab Aldo sedikit ragu pasalnya ini adalah pertama kalinya Myra memasak makanan.


"Terserahmu saja, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Aria lalu mengemudikan mobilnya ke bandara internasional.


Di tengah perjalanan Aria tiba-tiba bertanya, "Apa kau sudah menguasai bahasa Prancis untuk keperluan syuting?"


Karakter yang diperankan oleh Aldo adalah orang keturunan Prancis, jadi tentu dia harus bisa bahasa Prancis walaupun hanya beberapa patah kata.


"Aku sudah menguasainya dengan baik." jawab Aldo bangga.


Tentu saja aku bisa menguasai bahasa Prancis dengan mudah karena aku memiliki system yang selalu membantuku - pikir Aldo sambil menatap layar transparan yang hanya bisa dia lihat.


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


γ€ŠBahasa Lv2》


Dengan kemampuan ini maka anda akan memiliki pengetahuan dalam berbagai jenis bahasa di dunia (fasih berbahasa dipengaruhi oleh level Kemampuan)


PS: Seorang pria sejati harus memiliki kemampuan berbicara dengan gadis luar negeri!


10+ Kecerdasan


5+ Kharisma


[Upgrade 200 Poin Kemampuan]


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


Beruntung aku mendapatkan kemampuan ini dalam sekali putaran - batin Aldo.


"Baguslah kalau begitu, jadi setidaknya kita tidak perlu menggunakan dubbing dalam bahasa Prancis." ucap Aria sebelum lalu fokus mengemudi.

__ADS_1


__ADS_2