Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 90: Bertemu


__ADS_3

Di bawah langit tengah malam dengan bintang-bintang yang bersinar terang di atasnya, seorang wanita cantik dengan sweater biru muda tengah berdiri di halaman mansion di atas bukit indah.


Ia tidak peduli dengan hawa dingin yang menusuk tulang dan dagingnya, ia masih tetap berdiri sambil menunggu kedatangan seseorang yang telah di anggapnya meninggal beberapa tahun lalu.


Mansion di depannya tersebut menjadi saksi meninggalnya sang kakak, Melody masih ingat dengan jelas bagaimana dia menonton tayangan berita yang meliput kematian kakaknya itu.


Ia sangat sedih dan menyesal karena telah meninggalkan keluarga satu-satunya dan berakhir dengan kematian sang kakak.


Setiap ulang tahunnya, Melody selalu berharap jika kakaknya dapat kembali ke sampingnya. Menjalani hari seperti sebelum-sebelumnya saat mereka berdua bersama.


"Hah..."


Melody membuang nafas kasar hingga terbentuk kabut asap di mulutnya karena hawa dingin malam itu.


Ia masih berdiri menghadap pintu mansion tanpa bergerak sedikit, lama dia menunggu hingga ia merasa telah dibodohi.


Namun sebelum ia sempat berbalik pergi, pintu mansion tiba-tiba terbuka dengan cukup kencang.


Melody melihat ke arah wanita yang keluar dari ujung kakinya yang tanpa mengenakan alas kaki, memamerkan sepasang kaki yang ramping dan seksi, daster putih polos melekat di tubuh indahnya, tengkuk leher yang jenjang dan wajah berparas cantik dengan sepasang mata cerahnya.


Melody mengenal seorang wanita dengan ciri-ciri itu...


"Kakak..." Melody tidak dapat menahan rasa rindu bercampur kesedihan di hatinya.


Tanpa sadar dia mulai meneteskan air matanya, begitu juga dengan sang kakak.


"Melody!" panggil Maria.


Ia kemudian berlari menuruni tangga dan menapaki jalan paving halaman mansion hingga sampai di hadapan Melody, tanpa pikir panjang ia langsung memeluk adik kesayangannya itu.


Melody membalas pelukan Maria dengan erat, seolah tidak ingin membiarkan kakaknya itu pergi dari pelukannya untuk selama-lamanya.


"Aku merindukanmu kak ... kemana saja kakak pergi selama ini? Kenapa kakak tidak mengabariku kalau kakak masih hidup?"


Melody memberikan rentetan pertanyaan dengan wajah yang masih terbenam di dalam pelukan wanita bertubuh hangat itu.


Maria tidak tahu harus menjawab seperti apa pertanyaan adiknya, namun ia tahu sebuah kalimat yang selalu ingin dia ucapkan kepada adik satu-satunya itu.

__ADS_1


"Maafkan kakak ... maafkan kakak atas semua kesalahan kakak, maaf karena tidak mendengarkanmu tentang pria itu, maaf karena membuatmu pergi dari rumah..."


"Kakak tidak perlu minta maaf, lagipula aku tidak pernah menyalahkan kakak atas semua itu."


"Benarkah?"


"Itu benar."


"Senang mendengarnya..."


Sementara kedua kakak adik itu tengah menyalurkan rindu mereka karena telah sangat lama berpisah, Aldo hanya menatap mereka berdua dari jendela di lantai atas sambil menikmati secangkir wine.


[Anda memberikannya terlalu banyak aura raja.]


Tiba-tiba Alexa berbicara, ini terasa agak aneh bagi Aldo karena tidak biasanya Alexa akan berbicara jika ia tidak mengawalinya. Satu hal yang pasti, kecerdasan Alexa telah banyak meningkat.


"Tidak masalah bukan? Auraku akan terkumpul secara otomatis karena aku memiliki darah raja sekarang." jawab Aldo santai.


[Ini bukan masalah anda, tapi masalah arwah yang anda berikan aura raja.]


[Anda seharusnya tahu kalau jiwa yang telah mati tidak akan bisa di hidupkan lagi, itulah hukumnya. Apa yang telah anda lakukan kepada Maria sedikit melanggar hukum karena telah membuatnya hidup meskipun tidak benar-benar hidup.]


[Mungkin jika anda memberikan aura raja lebih banyak lagi maka ia akan benar-benar bisa hidup, bukan hanya hidup namun ia akan menjadi makhluk paling sempurna di dunia ini. Dia tidak pernah bisa menua ataupun mati, dengan kata lain abadi. Selain itu kekuatannya sebagai arwah tidak akan hilang.]


[Dan konsekuensi menghidupkan kembali jiwa yang mati...]


Alexa sengaja menggantung kata-katanya dan membuat Aldo sangat penasaran.


"Apa konsekuensinya?"


[Maaf, setidaknya anda harus meningkatkan bintang ke_4 agar bisa mengetahui rahasia alam semesta beserta hukumnya.]


Aldo benar-benar kecewa mendengar perkataan Alexa, sekarang Aldo telah mendapatkan 3 bintang dengan 500 poin statistik secara keseluruhan, dan untuk meningkatkan bintangnya lagi, ia harus mencapai 1000 poin statistik.


"Akan butuh waktu untuk melakukannya..." gumam Aldo.


Ketika Aldo kembali melihat ke arah halaman mansion, tempat dimana Melody dan Maria bertemu. Ternyata mereka juga menyadari Aldo yang tengah menonton keduanya.

__ADS_1


Mereka tersenyum lembut lalu melambaikan tangan, Aldo juga membalasnya dengan tersenyum lembut dan melambaikan tangannya.


Karena malam sudah larut, Maria mengajak Melody untuk memasuki mansion karena tidak terasa di luar sudah sangat dingin.


Mereka berdua menemui Aldo di ruang tamu.


"Kau percaya sekarang?" tanya Aldo sambil tersenyum lembut ke arah Melody.


Melody juga tersenyum, "Maaf sudah meragukanmu Aldo, dan terima kasih banyak karena selama ini kau sudah merawat kakakku."


Melody pernah bertanya kepada Maria alasan kenapa dirinya tidak menemui Melody selama bertahun-tahun ini setelah selamat dari kebakaran di mansion, dan Maria beralas jika ia hilang ingatan karena peristiwa tersebut.


Ia juga mengatakan kalau Aldo-lah yang menyelamatkannya dan membayar semua biaya rumah sakitnya karena saat itu ia tengah lupa ingatan dan tidak tahu siapa dirinya.


Untuk membalas jasa Aldo, Maria bekerja sebagai pelayannya. Dan beberapa tahun kemudian ia akhirnya pulih dan mulai mengingat semua tentang dirinya termasuk adiknya, Melody.


Oleh karena itu Maria baru menemui Melody.


Melody menghirup nafas panjang dan mempersiapkan kata-katanya, "Sekarang sudah ada aku, apakah perlu kakak tetap bekerja sebagai pelayan di mansion ini?"


Melody merasa jika sudah saatnya kakaknya mengangkat derajatnya sebagai wanita terhormat seperti dahulu kala, bukan sebagai pelayan.


Maria menatap Aldo yang pura-pura tidak mendengar perkataan Melody lalu beralih menatap Melody dalam-dalam.


"Melody, ini bukan soal kehormatan sama sekali, kakak telah lama bekerja di tempat ini dan merasa sangat nyaman, jadi kakak tidak akan pergi dari sini karena hutang nyawa adalah sesuatu yang harus di bayar seumur hidup."


Melody tertegun, "Kalau itu keinginan kakak, maka aku tidak akan mempermasalahkannya. Lagipula aku percaya jika Aldo merawat kakak dengan baik."


Aldo walaupun terlihat tidak terlalu peduli dengan perbincangan kedua kakak beradik itu, namun dalam hatinya dia merasa bangga dan senang jika Maria telah membuktikan dirinya kalau ia adalah orang yang setia.


Namun terlepas dari itu, Melody merasa sangat sedih karena harus tinggal di tempat terpisah dengan kakaknya, ia merasa jika tidak sanggup pergi jauh lagi dari Maria.


Maria tersenyum lembut mengetahui isi hati Melody, ia kemudian berkata, "Bagaimana kalau kau menjalin hubungan dengan Tuanku dan tinggal di tempat ini? Dengan begitu kita tidak harus berpisah tempat tinggal bukan?"


Jawaban Maria yang lugas dan langsung ke intinya membuat Aldo secara refleks menyemburkan wine yang baru diminumnya dan belum sempat di telan.


Ia melihat wajah Maria yang terlihat penuh kemenangan. Kemudian ia beralih menatap Melody yang tak kalah terkejutnya dengan Aldo, wajahnya bahkan sudah sangat memerah.

__ADS_1


__ADS_2