Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 87: Jangan Lari


__ADS_3

Baik Tuan!]


[Karena garis darah masih merupakan garis darah manusia biasa, maka saya menyarankan kemampuan magis satu ini.]


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


γ€ŠGaris Darah Raja》(Tingkat Awal)


Sebuah garis darah yang pernah di miliki oleh sang Raja di masa lalu, dengan menggunakan garis darah ini maka kemampuan anda dalam menyerap dan mengeluarkan aura akan menjadi jauh lebih efisien.


Anda juga dapat menyerap aura secara otomatis dengan garis darah ini.


[Harga: 1 juta Poin Magis]


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


"1 juta Poin Magis? Ini sangat mahal!" teriak Aldo melihat nominal yang harus di bayarnya untuk mendapatkan barang saran Alexa.


[Itu wajar Tuan.]


Aldo sedikit berpikir dan membaca keseluruhan deskripsi tentang garis darah raja dengan seksama. Disana di jelaskan jika ia dapat menyerap aura secara otomatis dengan garis darah itu.


"Bukankah itu artinya aku akan membunuh siapapun yang ada di dekatku jika memiliki garis darah ini?" tanya Aldo, ia merasa jika garis darah itu sangat mengerikan.


[Tidak tuan, aura yang diserap secara otomatis oleh garis darah ini bukanlah aura biasa. Itu akan menyerap aura spiritual di sekitarnya dan tidak akan mempengaruhi makhluk hidup atau benda mati di sekitar anda.]


Meskipun kurang yakin, tapi Aldo akan mempercayai apa yang Alexa sarankan. Setidaknya dengan itu maka kekuatan Aldo akan cepat meningkat.


"Tidak masalah menghabiskan 1 juta Poin Magis, karena setelah memiliki garis darah Raja maka Poin Magis akan terus aku dapatkan secara otomatis." gumam Aldo.


Ia kemudian menyetujui transaksi dengan Alexa, hingga beberapa saat kemudian sebuah botol kecil dengan cairan merah darah muncul di depan matanya.


Aldo mengambilnya dan melihat benda itu dengan seksama.


"Apa ini benar-benar darah?" tanyanya sambil mengernyitkan keningnya.


[Benar, sebaiknya anda menghabiskannya dengan sekali tegukan.]


Alexa kembali memberikan saran, entah kenapa rasanya system dalam diri Aldo itu sudah menjadi sedikit pintar dan memiliki kesadaran setelah Aldo memberinya nama.


"Baiklah kalau begitu..."


Aldo mempersiapkan dirinya untuk melakukan sesuatu yang paling menjijikkan menurutnya, yaitu meminum darah segar.


"Aku akan protes kepadamu jika ini tidak bekerja, Alexa."


Itulah kata-kata terakhir Aldo sebelum meneguk habis darah segar yang tersimpan dalam botol kaca bening ukuran kecil tersebut.

__ADS_1


Aldo memejamkan matanya agar tidak merasakan rasa jijik dari darah yang ia minum, tapi bukan rasa amis khas darah yang ia rasakan, tapi rasa manis seperti madu.


"Alexa, apa ini benar-benar darah?"


[Darah dari sang Raja memang memiliki rasa yang berbeda dari darah manusia biasa, selama hidupnya banyak iblis dan monster yang menginginkan darah tersebut, namun sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang bisa melukainya dan membuatnya mengeluarkan darah.]


"Aku mengerti."


Tiba-tiba gejolak yang luar biasa terjadi dalam tubuh Aldo yang perlahan-lahan mulai memanas, perutnya mual sementara kepalanya pusing.


"Alexa, apa yang terjadi..." tanya Aldo lirih.


[Garis darah Raja sedang bereaksi, itu akan menggantikan darah tidak murni yang ada dalam tubuh Anda. Sebaiknya anda turun dari mobil sekarang agar menghindari terjadinya kecelakaan.]


Sesuai perkataan Alexa, Aldo menghentikan mobilnya di area sepi lalu turun dengan tertatih-tatih. Karena kakinya yang lemas dan terasa ingin meleleh, Aldo menjatuhkan tubuhnya di aspal.


Beberapa saat kemudian rasa mual yang luar biasa terasa di perut Aldo, itu mendorong sesuatu untuk keluar dari dalam tubuh Aldo. Ia kemudian memuntahkan darah hitam dan kotor dari dalam tubuhnya.


"Ugh ... ini sangat tidak nyaman..." gumam Aldo usai memuntahkan semua darah kotornya, lalu mengelap mulutnya.


[Selamat, darah Raja telah mengalir dalam pembuluh darah Anda sekarang.]


[Mendapatkan 100+ Kharisma, dan tambahan 100 Poin Magis setiap 1 menit terlalui.]


"Akhirnya ... sudah selesai..." gumam Aldo lega.


Karena statistik Aldo yang berjumlah 500 Poin, kemampuan panca inderanya sudah jauh meningkat melampaui manusia biasa, tapi sekarang setelah mendapat garis darah Raja, panca inderanya itu setidaknya kembali meningkat dua kali lipat.


"Aku harus segera mandi."


Aldo mengubah tujuannya menjadi mandi di kediamannya sendiri, sebenarnya ia bisa mandi di pemandian umum tapi mengingat kondisi tubuhnya yang mengeluarkan kotoran sangat bau itu, Aldo takut mengotori pemandian umum.


...


...


...


Menjelang siang, Aldo akhirnya tiba di tempat tujuan awalnya setelah membersihkan tubuhnya di mansion.


Sekarang kulit Aldo sudah jauh lebih halus dan bersinar dengan pori-porinya yang halus dan rapat, terlebih lagi tinggi badannya juga bertambah setidaknya 10 cm dengan otot-otot yang kencang. Membuatnya menjadi jauh lebih tampan dan berkharisma.


Bahkan saat ini, saat Aldo pergi ke kantor berita lokal untuk menemui seseorang, banyak pegawai wanita yang tergila-gila kepadanya.


Bagaimana tidak, kedatangan Aldo sangat mencolok dengan mobil sport Venom GT miliknya.


"Maaf, aku kesini untuk mencari seseorang yang bernama Novita. Apa kau mengenalnya?" aldo bertanya kepada salah seorang karyawan wanita yang tampaknya memiliki pangkat lebih tinggi dari karyawan lainnya.

__ADS_1


Dia adalah senior di kantor tersebut, ia sedikit tertegun dan tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan pria tampan dan kaya itu.


Namun sebagai seseorang yang telah bekerja disana cukup lama dan mendapatkan julukan senior, wanita itu bisa menunjukkan sikap profesionalnya.


"Ah, ya. Tentu, saya akan segera memanggilnya."


Sang senior kemudian memasuki ruangan kantor tempat karyawan yang lainnya sedang bekerja, ia menghampiri salah satu karyawan wanita yang terkenal sangat cantik di tempat kerja mereka.


Dia adalah Novita.


"Em, Novita ... bisakah kau ikut denganku sebentar? Ada seorang pria yang ingin bertemu dengamu."


"Siapa?" tanya Novita tanpa mengalihkan pandangannya dari komputernya.


Ia sedang sibuk bekerja untuk mengumpulkan informasi berita yang cocok untuk di tayangkan hari itu juga.


"Kau pasti mengenalnya, dia adalah seorang aktor yang terkenal baru-baru ini." ungkap Sang senior yang membuat Novita sontak menghentikan pekerjaannya.


"Apa kau bilang?"


"Novita, kau tidak mendengarnya? Dia adalah aktor tampan yang sangat terkenal itu, ternyata dia lebih tampan dari yang terlihat di televisi! Ngomong-ngomong kenapa dia mencarimu?"


Senior Novita terlihat sangat antusias ketika menceritakan Aldo, namun itu tidak membuat Novita puas, justru sebaliknya wanita itu terlihat sangat panik.


"Aku harus pergi, maaf."


Novita segera mengemasi barang-barangnya dan membuat seniornya sangat kebingungan.


"Novita, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau tiba-tiba ingin pergi?"


"Tidak ada, aku hanya sedang tidak enak badan." Novita memberikan alasan yang kurang meyakinkan.


Tanpa bicara lebih banyak lagi, ia bergegas pergi dari kantornya itu nelalui pintu belakang yang sudah di renovasi beberapa hari lalu.


Baru saja keluar dari pintu belakan-


Bruk!


Novita tiba-tiba menabrak dada seseorang dan membut barang-barangnya yang ada di dalam tas jatuh berserakan.


"Maaf, aku tidak melihat jalan."


Novita terburu-buru memunguti barang-barangnya yang terjatuh, namun sebuah tangan menghentikannya. Ia mendongkak ke atas untuk melihat orang yang dia tabrak tadi, dan alangkah terkejutnya ketika dia menyadari orang itu.


"Aldo!" ucap Novita dengan melebarkan matanya.


"Kau tidak akan bisa lari dariku lagi, Novita..."

__ADS_1


__ADS_2