
Daniel adalah seorang pria yang sangat sempurna di mata para wanita, bukan hanya parasnya yang sangat tampan dan berkharisma tapi juga dompetnya yang tebal.
Bisa dibilang dia adalah orang terkaya di Indonesia dengan perusahaannya yaitu Fortune Group Cinematic atau disingkat FGC yang merupakan perusahaan tersohor. Ditambah lagi kabarnya orang dari perusahaannya kembali memborong piala Oscar tahun ini.
Namun para wanita yang mendambakan dirinya hanya bisa mendapatkan sosok Daniel di dalam mimpinya karena sebenarnya Daniel sudah beristri dan memiliki anak perempuan yang masih balita.
Daniel adalah pria yang setia terhadap istri dan anaknya, meskipun dengan statusnya saat ini sebenarnya dia bisa mendapatkan wanita lebih dengan cara mencari sugar baby. Tapi dia tidak melakukannya.
...
...
...
Daniel mengabaikan teriakan para wanita yang sangat mendambakan dirinya, sementara manik mata tajam dan tegasnya tanpa sengaja melihat sosok Aldo yang sepertinya sedang dalam masalah.
Tanpa pikir panjang ia kemudian membelah lautan manusia yang kagum terhadap dirinya dan menghampiri Aldo.
"Sepertinya kau sedang dalam masalah." ujar Daniel tepat di hadapan Aldo.
Ia kemudian menatap satpam yang tadi menghina Aldo habis-habisan dengan tajam dan membuat orang itu ketakutan setengah mati.
Hanya dengan sekali lihat saja Daniel sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi disana.
"Sepertinya kau sudah kelewat batas bagi seorang satpam. Apakah aku harus menyuruh atasanmu memecatmu atau kau pergi dari tempat ini sendirian?" tanya Daniel dengan penekanan di setiap kata-katanya.
Satpam itu sangat tidak menyangka jika orang yang barusan dia singgung ternyata memiliki hubungan khusus dengan salah satu orang berkuasa, ia tidak ingin mencari masalah lebih dan memilih untuk menundukkan kepalanya sebelum pergi menghilang dari hadapan semua orang.
Hal itu membuat orang-orang yang melihat kejadian tersebut dibuat kebingungan dan bertanya-tanya siapa identitas Aldo yang sebenarnya.
"Terima kasih." kata Aldo.
"Tidak masalah, lagipula kau adalah rekanku yang sangat berharga." balas Daniel.
Daniel tidak menganggap Aldo sebagai bawahan ataupun karyawannya melainkan rekannya yang berharga. Itu membuat Aldo sedikit senang.
Aldo dan Daniel kemudian berjalan memasuki tempat pelelangan.
__ADS_1
"Suatu kebetulan kita bertemu disini di hari pertama kepulanganmu ... ngomong-ngomong apa kau ingin membeli rumah di pelelangan ini? Kalau iya kenapa aku tidak memberikanmu satu mansion milikku?"
"Itu tidak usah, aku ingin membeli rumahku sendiri." Aldo menolak pemberian Daniel.
Ia sudah mendapatkan banyak hal dari pria itu mulai dari uang yang jumlahnya miliyaran sampai dengan pekerjaan yang sangat menguntungkan baginya. Aldo tidak ingin bergantung lagi kepada Daniel.
"Bagaimana denganmu?" tanya Aldo yang sejak awal berbincang dengan Daniel tanpa formalitas sama sekali.
Bukannya ingin lancang tapi Daniel sendirilah yang menyuruh Aldo untuk tidak terlalu formal terhadapnya, dia ingin percakapannya dengan Aldo berjalan layaknya seorang sahabat.
"Beberapa Minggu lagi adalah ulang tahun pernikahanku, jadi aku ingin membeli beberapa barang untuk diberikan hadiah kepada istriku." ucap Daniel.
Mereka berdua kemudian telah sampai di ruang pelelangan, Aldo sebenarnya ingin duduk di kursi biasa namun Daniel mengajaknya untuk duduk di kursi VIP bersamanya.
Aldo tidak bisa menolaknya, lagipula banyak keuntungan yang akan di dapatkannya sebagai tamu VIP.
"Sebuah mansion seluas 5 hektar di wilayah pondok indah, harga dimulai dari 5 miliyar rupiah!"
Pembawa acara membuka pelelangan dengan mansion yang bisa dibilang paling murah diantara yang lainnya, dalam beberapa menit saja sudah banyak orang yang mengajukan harga hingga mansion tersebut terjual dengan harga 7 miliyar rupiah.
Aldo dan Daniel belum menawar sama sekali karena mereka rasa belum menemukan sesuatu yang menarik perhatian mereka.
Aldo mengaktifkan kemampuan mata batin miliknya dan bisa melihat sekilas aura merah dan hitam pekat yang menyelimuti gambar mansion tersebut.
Tempat itu memiliki banyak aura spiritual khususnya kekuatan gelap, kurasa aku bisa akan memperoleh banyak aura di tempat itu - pikir Aldo kemudian tanpa pikir panjang langsung mengajukan harga.
"10 Miliyar Rupiah!" teriak Aldo menggandakan harga dari yang awalnya dijual 7 miliyar menjadi 10 miliyar.
Tidak ada yang mengajukan harga lebih dari awal mansion itu ditawarkan oleh sang pembawa acara karena mereka tahu bahwa mansion itu bukanlah hal yang layak untuk ditinggali.
Tahun lalu mansion tersebut pernah terjual di tempat yang sama dan dibeli oleh seorang pria pembisnis yang bisa dibilang sangat sukses di karirnya.
Ia membeli mansion tersebut untuk tempat tinggal dirinya beserta seluruh keluarganya karena pemandangan dari atas bukit itu memang sangat indah. Namun kejadian buruk menimpa keluarga tersebut tak lama setelah mereka menempati mansion itu.
Bisnis keluarga tiba-tiba bangkrut, anak paling bungsu terjatuh dari tebing dan meninggal dunia sementara anak pertama dan sang istri meninggal dalam kecelakaan mobil, sisanya adalah sang pria yang meninggal secara misterius dalam tidurnya....
Tragedi itu sangat terkenal dan sering dihubung-hubungkan dengan sosok mistis yang menempati mansion tersebut hingga sampai sekarang tidak ada yang ingin membeli mansion tersebut hingga Aldo tiba-tiba membelinya.
__ADS_1
"Apa kau yakin dengan pilihanmu?" tanya Daniel.
"Aku yakin." jawab Aldo percaya diri.
Daniel adalah orang yang tidak percaya dengan hal mistis dan menganggap tragedi yang menimpa sekeluarga itu hanyalah kebetulan semata, jadi dia tidak terlalu memusingkan pilihan Aldo.
...
...
...
Pelelangan telah selesai dan Daniel ingin cepat-cepat kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan pesta ulang tahun pernikahannya. Meskipun jadwalnya masih beberapa Minggu lagi tapi Daniel sudah mempersiapkannya dari sekarang yang menjadi pertanda seberapa besar pesta tersebut.
Tidak lupa Daniel juga mengundang Aldo untuk hadir dalam pesta tersebut sebelum ia pergi menaiki mobil mewahnya meninggalkan tatapan iri orang-orang yang melihatnya.
Setelah kepergian Daniel, Aldo juga berencana untuk pergi mengunjungi mansion yang barusan dia beli sebelum menjadikannya sebagai tempat tinggal dirinya beserta kedua wanitanya.
Aldo kembali memesan taksi untuk pergi ke tempat itu, namun seketika dia berpikir kenapa dia tidak membeli mobil terlebih dahulu?
Aldo masih memiliki banyak uang meskipun 10 Miliyar uangnya sudah dibelanjakan, semua itu dia dapatkan dari suksesnya film yang dia perankan dan hadiah dari menjadi aktor terbaik tahun ini.
Jadi tanpa basa-basi Aldo langsung menyuruh supir taksi untuk mengantarnya ke mal terbesar yang ada di Jakarta dengan tujuan ingin membeli mobil.
Dan tanpa Aldo sadari, ada seseorang yang sedari tadi menatapnya dengan penuh kebencian.
"Tch ... bukan hanya merebut posisiku sebagai aktor terbaik tapi juga telah mempermalukanku secara tidak langsung di tempat ini juga..." ujar pria itu.
Di hadapannya terlihat seorang satpam yang sebelumnya mencari masalah dengan Aldo sedang berlutut dengan tubuh gemetaran di bawah kaki pria itu.
"Dan kau sekali lagi telah gagal melaksanakan perintahku..." ucapnya dingin.
Tubuh satpam itu semakin gemetaran, "M- maafkan saya tuan Merlin, tapi saya tidak bisa menentang kata-kata orang besar seperti Tuan Daniel..."
"Gagal tetaplah gagal, sekarang pergilah dari kota ini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi jika kau tidak mau sesuatu yang buruk menimpa dirimu..."
"B- baik tuan!" satpam itu kemudian bergegas pergi seusai perintah pria sombong itu.
__ADS_1
Benar sekali ... orang yang menyuruh satpam itu untuk mempermalukan Aldo di depan semua orang adalah Merlin Northern, orang yang memusuhi Aldo tanpa sepengetahuannya...