Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 107 Antonio


__ADS_3

> Kediaman Keluarga besar Leyton.


Pyarr!!


Gelas kaca yang tampak sangat mewah dibanting dengan penuh kemarahan oleh seorang pria paruh baya ketika mendengar kabar anaknya dari salah satu bawahannya.


Matanya memerah menatap bawahannya yang membungkuk di hadapannya karena marah.


"Dasar tidak berguna, kenapa kalian membiarkan anakku berada dalam kondisi seperti ini!" bentak pria paruh baya tersebut.


Dengan tubuh menggigil, sang bawahan-pun menjawab, "M- maafkan kami tuan, tapi kami sama sekali tidak mendapatkan kabar penyerangan apapun dari kediaman Tuan Muda Leyton."


"Lalu kenapa anakku bisa berada dalam kondisi yang mengenaskan seperti itu? Apa kau tahu jika dia bisa saja kehilangan nyawanya karena itu!"


Pria paruh baya itu bernama Antonio, ia adalah kepala keluarga dari sebuah keluarga yang namanya cukup besar di seluruh asia.


Dia cukup terkenal karena kekayaannya yang melimpah, orang-orang hanya tahu jika dia adalah penguasa besar di bidang minyak tanah namun sebenarnya kekayaannya itu tidak murni dari bisnis minyak tanah.


Selain bisnis minyak tanah, ia juga memiliki bisnis gelap dengan menjual narkoba ke berbagai daerah sampai ke luar negeri.


Terlepas dari kesuksesannya sekarang, dulu Antonio hanyalah seorang kepala sekolah di salah satu SMA yang ada di kampung kecil.


Kesuksesannya yang sekarang bisa dibilang suatu keberanian dirinya yang ingin mencoba hal yang lebih efisien untuk menjadi kaya, yaitu memulai bisnis gelap.


Dia sedikit takut jika suatu hari dirinya akan tertangkap oleh pihak berwajib, jadi dia membuat bisnis lain agar pendapatan kekayaannya tidak mencurigakan, yaitu memulai bisnis minyak tanah yang mempunyai penghasilan cukup besar.


Kembali ke Antonio, dia sangat kesal ketika mengetahui kondisi putra satu-satunya yang sangat mengenaskan.


Beberapa hari yang lalu, seorang bawahannya menemukan seorang gelandangan yang tampak sangat kacau, tubuhnya dipenuhi kotoran dan perutnya keroncongan karena belum makan berhari-hari.


Awalnya tidak ada yang aneh, namun setelah diperiksa lebih teliti lagi ternyata gelandangan tersebut adalah satu-satunya anak Antonio yaitu Leyton. Itulah penyebab kemarahan Antonio.


"Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi kepada perusahaan anakku di Surabaya?!" tanya Antonio dengan tatapan mendelik tajam.


"S- setelah diselidiki, perusahaan real estate tuan muda ternyata sudah berpindah tangan ke orang lain." jawab sang bawahan dengan gugup, membuat Antonio semakin marah.


"Kenapa bisa begitu? Siapa orang yang mengambil perusahaan anakku?!"

__ADS_1


"Perusahaan tersebut ditandatangani atas nama Aldo, setelah diselidiki dia adalah seorang aktor yang berada di bawah naungan perusahaan FGC, tapi setelah dipikir-pikir tidak mungkin seorang aktor biasa bisa merebut perusahaan yang dijaga oleh kelompok mafia Red Devils."


"Itu berarti identitas bocah itu tidak sesederhana yang terlihat." gumam Antonio langsung bisa menangkap maksud perkataan bawahannya.


Ia sangat marah dan ingin menghancurkan Aldo secepatnya, namun dia juga mempertimbangkan siapa musuh yang dilawannya ini.


Antonio sudah lama menyelami bisnis gelap yang ada di dunia bawah, dia sudah banyak melihat kehancuran keluarga ataupun kelompok karena menyinggung orang yang lebih kuat dari mereka.


Dia berpikir jika Aldo menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya, jadi dia belum bisa bergerak sebelum mengetahui identitas musuhnya dengan pasti.


Setelah berpikir sejenak, Antonio kemudian berkata, "Suruh seseorang untuk mengawasi bocah itu, cari tahu identitasnya yang sebenarnya dan jangan bergerak sebelum kita mengetahuinya."


"Baik Tuan!" balas bawahannya dengan patuh sebelum pergi dari hadapan Antonio sambil menghembuskan nafas lega.


"Nak ... ayah akan membalaskan semua dendammu, tapi sampai itu terjadi mohon bersabarlah..." gumam Antonio.


Ia merasa sedih ketika memikirkan anak satu-satunya, Leyton yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.


Istrinya atau ibu Leyton telah meninggal setelah ia melahirkan Leyton, jadi selama ini hanya Antonio-lah yang bertanggungjawab untuk membesarkan Leyton.


...


...


...


[Pesawat telah mendarat dengan sempurna, dimohonkan untuk seluruh penumpang memeriksa barang bawaannya agar tidak ada yang tertinggal...]


Pesawat telah mendarat di salah satu bandara yang ada di kota Jakarta, semua penumpang turun dengan rapi termasuk Aldo, Novita, dan Anita.


Anita menghirup udara dalam-dalam ketika turun dari bandara, "Aku benar-benar berada di Jakarta..." gumamnya.


Ini adalah pertama kalinya bagi Anita untuk pergi ke luar daerahnya sendiri, jadi ini momen yang cukup besar bagi gadis remaja itu.


"Ayo kita pergi." ajak Aldo.


Ia kemudian menuntun kedua perempuan itu untuk keluar dari bandara yang setiap menit semakin padat itu.

__ADS_1


Di luar bandara, Aldo melihat sebuah mobil Limosin hitam yang terparkir di tempat parkir. Hanya melihatnya saja Aldo sudah tahu jika mobil tersebut adalah mobil yang digunakan untuk menjemput mereka bertiga.


"Selamat datang kembali Tuan dan Nyonya!" seorang supir keluar dari mobil kemudian menyambut kedatangan Aldo dan yang lainnya.


Aldo mengangguk sebelum menyerahkan seluruh barang bawaannya kepada supir tersebut untuk dimasukkan melalui pintu belakang mobil yang cukup besar itu.


Tak lama setelah itu, mereka kemudian berangkat menuju kediaman utama mereka yaitu mansion di atas bukit indah.


Dalam perjalanan, Aldo bertanya kepada sang supir, "Apa mereka semua sudah dipindahkan ke mansion?"


"Sudah Tuan!" jawab sang supir tanpa mengalihkan perhatiannya pada jalan raya.


Novita sedikit mengerutkan keningnya, "Siapa yang kau maksud?"


"Nanti kau tahu sendiri." jawab Aldo.


Novita merasa sedikit heran sekaligus kebingungan, namun ia hanya duduk diam dan menikmati perjalanan menuju kediaman barunya.


Sesampainya disana, situasi mansion tampak lebih ceria daripada biasanya. Novita dan Anita tidak tahu apa yang terjadi.


"Apa ada pesta ulang tahun sebelumnya disini?" gumam Novita dengan sendirinya.


Bagaimana tidak, pemandangan di depan mereka adalah sebuah taman mansion dengan balutan balon-balon dan penuh dengan mainan anak-anak. Apa yang ada di hadapan mereka sangat mirip dengan acara pesta ulang tahun.


Di tengah kebingungan Novita, seorang anak tiba-tiba keluar dari mansion sambil berteriak, "Ibu!!"


Novita terkejut melihat anak laki-laki tersebut yang ternyata adalah Alex, ia kemudian memeluk Alex penuh kerinduan sambil bertanya penuh kekhawatiran.


"Alex, apa yang kau lakukan disini? Dimana bibi Myra?"


"Ibu, aku-"


Sebelum Alex bisa menjawab, suara Myra juga terdengar keluar dari mansion, "Kakak, tenanglah karena semuanya baik-baik saja."


Novita menatap Myra keheranan, "Apa maksudmu, Myra?"


Myra tersenyum lembut lalu berkata, "Ikutlah masuk, semua orang sudah menunggu."

__ADS_1


__ADS_2