
Dengan lembut, pria tampan berusia 27 tahun itu kemudian menatap dua orang wanita cantik yang terbaring di atas ranjang besar dan empuk berukuran King Size.
Dibelai - belainya tubuh indah nan gemulai dari kedua orang wanita cantik yang setara dengan sepasang bidadari yang turun dari kahyangan tersebut.
Kulit mereka yang berwarna putih mulus terasa sangat lembut dan begitu nikmat untuk disentuh meskipun tubuh indah kedua wanita tersebut masih dibalut oleh pakaian yang mereka kenakan.
Baik Aldo maupun Ashlee, serta Katharine merasakan sensasi nikmat yang begitu luar biasa hanya dengan saling bersentuhan satu sama lain.
"Ah... Aldo..., rasanya enak..." ******* nakal yang menggugah hasr4t keluar dari bibir manis Ashlee yang begitu mempesona.
Wanita itu akhirnya lega setelah melampiaskan napsunya yang sempat tertunda sebelumnya.
"Nngh.... Nngh...." Sementara itu Katharine mengeluarkan erangan - erangan panas yang tertahan di mulutnya.
Tampaknya sang gadis masih malu - malu kucing untuk mengungkapkan perasaan dan isi hatinya meskipun sempat agresif di awal tadi.
Namun tubuh indah sang gadis tak bisa berbohong dengan penuh kejujuran menggeliat - geliat tanpa henti, memperlihatkan sebuah pemandangan yang begitu tak tertahankan di mata Aldo yang baru pertama kalinya berada dalam situasi seperti itu selain saat syuting.
Disini dia memiliki kebebasan mutlak, tak akan ada sutradara yang menyuruhnya berhenti.
"Aldo... aku menginginkan dirimu..." Ashlee yang melihat pandangan mata Aldo tak mau lepas dari geliat tubuh Katharine yang terlihat begitu HOTS tersebut mencoba menarik perhatian sang lelaki dengan suaranya yang sangat memikat jiwa.
Dan berhasil..
Aldo kini berpaling menatap dirinya dan memberikan seluruh perhatian yang dimilikinya kepada sang wanita yang terbaring di sisi kirinya itu.
Setelah puas membelai rambutnya yang halus dan meraba sekujur tubuh sang wanita yang begitu indah, Aldo kini memusatkan perhatiannya kepada kedua belah gundukan besar milik Ashlee yang terlihat begitu menggoda.
Dibelainya kedua gunung kembar itu yang terasa begitu kenyal, lembut dan elastis hingga memenuhi tangan Aldo saking besarnya aset milik Ashlee.
Tangan nakal Aldo semakin berani bergerak dengan semakin intens, menguleni, menekan - nekan dan meremas gunung milik sang wanita.
Ashlee pun juga turut merasakan perasaan nikmat yang begitu sensasional oleh tangan sang lelaki.
Irama permainan itu terus berubah bentuk seperti adonan kue mochi hangat dan semakin lama semakin menyenangkan bagi kedua insan hingga Ashlee pun akhirnya mengalami org4sme pertamanya.
Dengan penuh napsu, Ashlee menatap lapar Aldo, nafas mereka yang panas kini saling menyatu dengan menipisnya jarak di antara wajah mereka.
Aldo dengan penuh pengertian meraih dagu sang wanita dan dibawanya bibir merah strawberry sang wanita untuk bertemu dengan bibirnya.
__ADS_1
Mereka berdua pun kemudian mulai saling berciuman.
Ashlee, belum pernah mencium laki-laki lain dalam hidupnya kecuali suaminya dahulu mulanya sedikit canggung dan kikuk menerima ciuman dari Aldo.
Namun, dengan perlahan tapi pasti, permainan lidahnya mulai menjadi semakin mulus mengikuti irama tarian lidah sang lelaki.
Hampir 15 menit kedua insan berbeda jenis tersebut saling berciuman hingga akhirnya Ashlee pun kembali mendapatkan puncak dari kenikmatan.
Mereka berdua pun akhirnya saling melepaskan dengan membentuk serangkaian benang perak yang terjalin dari campuran air liur mereka berdua.
Dibelainya lembut rambut sang wanita dengan penuh kasih sayang sebelum kemudian dia merasakan ada seseorang yang menaruh telapak tangannya di punggungnya.
Aldo menoleh dan berbalik, menatap Katharine yang tadinya berbaring di sebelah kanan kini sedang duduk bersimpuh di atas kasur dengan tatapan mata membara dalam api napsu.
"Kamu mau juga ya?"
Katharine mengangguk, Aldo dengan perlahan mendekati Katharine yang terus menatap kedua matanya dalam - dalam.
Dibelainya dengan lembut pipi sang gadis, sembari mengundang paras wajahnya yang begitu cantik tersebut untuk semakin mendekat kepada sang lelaki.
Lalu dengan perlahan - lahan sang lelaki pun mengecup halus bibir manis sang gadis.
Sang gadis yang merasakan sensasi nikmat begitu menggoda tersebut memejamkan matanya dan memasrahkan dirinya untuk menerima segala macam permainan yang akan dilakukan oleh sang lelaki kepada dirinya yang masih per4wan itu.
Dengan tanpa daya, Katharine dengan tatapan matanya yang sudah meleleh bagaikan coklat yang melumer di atas panggangan panas pun jatuh lemas dalam pelukan Aldo.
Dengan penuh kepasrahan, Katharine merelakan lidahnya yang telah dibelit dan dipermainkan oleh lidah Aldo di dalam wilayah teritorinya sendiri.
Tidak lupa juga tangan sang lelaki dengan begitu nakal meraba dan merogoh sekujur tubuh sang gadis yang dengan jelas terasa menjadi semakin panas.
Tak ada satupun bagian tubuh sang gadis yang luput dari tangan nakal Aldo hingga tepat ketika ia menyapu bagian int*m milik sang gadis, tiba - tiba saja tubuhnya bergolak dan menghentak seolah dihantam oleh gelombang kejut yang begitu luar biasa.
Ciuman mereka berdua pun seketika terlepas hingga dari mulut Katharine keluarlah ******* panjang yang menandakan betapa luar biasanya kenikmatan yang diraih oleh sang gadis.
Sama seperti Ashlee, ia telah mendapatkan puncak kenikmatan pertamanya...
Aldo dengan sigap menangkap tubuh sang gadis ke dalam pelukannya dan memberikan belaian lembut di rambut dan punggung sang gadis, memanjakan dan mengirim kesadaran sang gadis tenggelam dalam sebuah ketenangan batin.
"Aldo ... Aku suka banget... Rasanya enak sekali..."
__ADS_1
Katharine berbisik lirih di tengah nafasnya yang masih terputus - putus sambil tersenyum hangat menatap mata sang lelaki.
Aldo yang melihat hal ini pun ikut melumer dalam napsu batinnya.
Dengan perlahan Aldo mendorong tubuh lembut sang gadis, menindihinya di atas ranjang hingga kedua insan itupun kembali mulai saling bercumbu memuaskan h4srat badani yang menyapu jiwa dan raga mereka berdua.
Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya tubuh panas Katharine yang telah menjadi begitu sensitif kembali mengalami puncak kenikmatan untuk kedua kalinya.
Menyamakan kedudukannya dengan Ashlee.
"Katharine, Ashlee, apakah kalian berdua bersedia bercinta denganku sekarang?" ajak Aldo sambil kedua tangannya meraih tangan kedua wanitanya.
Katharine dan Ashlee yang masih terbaring lemas tersenyum manis dan menerima ajakan Aldo
"Kak Ashlee, giliranku duluan ya..." Kata Katharine dibalas dengan anggukan patuh Ashlee layaknya seorang anak kecil, dia masih kelelahan dan ingin beristirahat sejenak.
Aldo tersenyum lembut lalu mulai melepas pakaian yang dikenakan Katharine sedikit demi sedikit hingga membuat tubuh gadis itu terekspos dengan sempurna. Memperlihatkan sebuah maha karya ciptaan tuhan yang sempurna.
Tangan Aldo dengan lihai langsung meraba segenap bagian tubuh Katharine yang begitu mulus dan memberikan sensasi nikmat yang tak terkira di setiap sentuhannya.
Baik Aldo mau pun Katharine kini serasa telah terperangkap dalam dunia milik mereka sendiri, dijebak oleh desiran hawa napsu mereka masing-masing.
Dengan kedua matanya yang tertutup menahan nikmat yang seolah ingin mengirim jiwanya kembali ke Alam Para Dewa, kedua tangan Katharine juga mulai ikut meraba - raba tubuh Aldo, mencoba untuk melepaskan pakaian yang masih dikenakan olehnya.
Aldo membiarkan tangan Katharine memeloroti celananya dan menarik baju kaos yang dikenakannya ke atas, bahkan sang lelaki ikut membantu untuk melucuti pakaian yang dikenakan oleh dirinya sendiri.
Dengan tanpa mengenakan pakaian, tubuh Aldo yang terlihat begitu atletis dan majestik pun langsung terpamerkan dengan penuh kemegahan memperlihatkan segala rahasia yang dimiliknya ketika celana dan baju kaos yang dikenakannya telah jatuh ke lantai.
Ashlee yang sedari tadi mengambil tempat duduk di sisi kasur dan menikmati tontonan panas yang tersuguhkan di hadapan matanya begitu terkesima ketika melihat sebuah organ yang hanya dimiliki oleh seorang pria.
Sementara Katharine yang matanya masih tertutup karena asyik menahan nikmat yang diberikan oleh sang lelaki masih tidak menyadari sesuatu yang telah dilihat dengan penuh kekaguman oleh Ashlee.
Tubuh Katharine yang dengan tanpa daya menerima seluruh bimbingan sang lelaki jatuh menimpa ranjang dengan posisi terlentang.
Sementara itu, tubuh perkasa sang lelaki kini dengan mantap menindihi tubuh indah sang wanita yang terkulai di bawahnya.
Di saat itu lah, Katharine merasakan ada sesuatu yang sangat besar, keras, dan panas beradu dengan perut dan selangk**ngannya yang begitu mulus bagaikan pahatan Lembah Eden yang keindahannya telah melegenda dari masa ke masa.
Kedua bola mata sang gadis yang semula tertutup mulai terbuka dan dilihatnya benda panas yang berkedut - kedut dengan nakal menekan perutnya yang mulai ikut terasa panas dari hasil kontak dengan benda tersebut.
__ADS_1
"Aldo! Punyamu gede banget!" pekik Katharine benar-benar tercengang dan penuh rasa takjub melihat tombak panas Aldo yang begitu mengagumkan.