Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 50: Manusia Magis III


__ADS_3

"Apa-apaan orang itu, bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar itu, dia bukanlah manusia melainkan monster!"


Gerald menggerutu sembari berlari kencang sambil menyeret Katharine di tangannya yang benar-benar tersakiti oleh pria kasar itu.


Beberapa kali Katharine memberontak untuk melepaskan diri dari cengkraman Gerald namun bukannya berhasil malah tamparan keras yang mengarah langsung ke wajahnya.


"Diamlah atau aku akan membunuhmu!" ancam Gerald dengan wajah sangarnya.


Untuk sekarang dia akan membawa Katharine sebagai sandra-nya agar membuat Aldo tidak membunuhnya dengan cara misterius yang ia perlihatkan ketika membunuh bawahannya.


Gerald terus berlari menelusuri lorong rahasia atau bisa dibilang lorong darurat yang khusus dibuat untuk melarikan diri jikalau ada serangan langsung ke kediamannya seperti saat ini.


Booomm....


Ledakan besar terdengar jauh di belakang sana, itu adalah ledakan yang berasal dari pintu baja tebal yang dihancurkan oleh Aldo dengan pukulannya.


Bisa dibilang lorong rahasia itu memiliki desain yang unik yaitu sebuah penghalang baja akan segera menutupi lorong setelah secara otomatis setelah Gerald melewatinya, itu adalah sistem keamanan canggih yang dimilikinya namun dapat dengan mudah dihancurkan oleh Aldo.


"Dia benar-benar seorang monster, tapi setidaknya dengan ini maka pergerakannya akan terhambat. Aku harus bergerak lebih cepat untuk meninggalkan negara ini karena sudah tidak aman di negara ini..." ujar Gerald mempercepat langkahnya.


Sementara itu Aldo dengan kemarahan yang menggebu-gebu memukuli penghalang baja yang menghalangi jalannya untuk menyelamatkan kekasihnya.


Perlu tiga kali pukulan kuat agar dapat menghancurkan benda yang terkenal sebagai baja terkeras di dunia tersebut.


Namun itu masih belum cukup karena nyatanya bukan hanya satu penghalang yang menghalangi jalannya melainkan sangat banyak dan letaknya yang berturut-turut.


Jika begini terus maka ia akan kehilangan jejak Gerald yang sedang membawa Katharine.


Membayangkan jika dirinya akan berpisah dengan Katharine, gadis yang telah menjalin hubungan asrama dengan dirinya hingga ke tingkat int*m membuat kemarahan Aldo semakin memuncak.


Aldo berteriak keras, meluapkan segala emosi yang ada dalam dirinya hingga menggetarkan seluruh lorong rahasia beserta kediaman besar itu bagaikan gempa bumi yang sangat besar.


[Selamat, anda telah berevolusi menjadi Manusia Magis III berkat banyaknya aura yang telah anda serap dalam satu hari.]

__ADS_1


[Kemampuan Magis Anda telah meningkat pesat!]


BOOOOOOOM!!!


Ledakan aura yang sangat besar terjadi di sekeliling Aldo yang berasal dari dirinya sendiri, Aldo sedikit tertegun sebelum informasi mengenai kemampuan barunya sebagai Manusia Magis III tiba-tiba terkirim dalam benaknya.


Manipulasi Aura, itu adalah salah satu kemampuan baru yang didapatkan berkat evolusinya menjadi Manusia Magis III.


Aura yang keluar dalam diri Aldo memiliki warna emas yang terasa sangat megah, berbeda dengan Aura makhluk hidup biasa yang berwarna putih.


Aldo dapat menggerakkan auranya sendiri melalui pikirannya, Aldo mulai menyebar aura emasnya ke berbagai arah dan menyerap semua aura biru yang menjadi struktur penyusun benda mati di sekelilingnya.


Hingga tak berselang lama setelah aura biru tersebut diserap, lorong baja beserta penghalangnya yang awalnya memiliki tekstur yang sangat keras tersebut langsung berubah menjadi seonggok besi karatan yang begitu rapuh.


Dengan begini maka Aldo bisa melanjutkan perjalanannya menyelamatkan Katharine dengan lancar, namun di sisi lain Gerald sudah keluar dari lorong rahasia.


Dirinya bersama dengan Katharine tiba di sebuah hutan lebat yang terhubung langsung dengan kediamannya, tak jauh dari sana terdapat sebuah helikopter yang terparkir dengan rapi sebagai kendaraan darurat.


"Akhirnya aku sampai!" gumam Gerald senang, tak berselang lama lorong yang barusan dia lalui yang sudah terhalang oleh pintu baja tiba-tiba hancur hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring.


Kemunculan Aldo sangat mencolok karena mampu mengubah sebuah baja terkeras di bumi menjadi karatan dengan seketika, tidak hanya itu bahkan tanah yang dia injak beserta pepohonan di sekitarnya juga tiba-tiba kering dan mati karena auranya yang terserap oleh Aldo.


"Kau tidak akan bisa lari lagi, Gerald..." ucap Aldo dingin yang membuat tubuh Gerald kembali gemetaran.


Pria paruh baya itu merogoh kantong bajunya dengan terburu-buru lalu mengambil sebuah pisau lipat yang diarahkannya langsung ke leher Katharine, "Jangan bergerak atau aku akan membunuhnya.." ancam Gerald membuat Katharine menegang takut.


Disisi lain Aldo tidak gentar sama sekali, ia tetap berjalan mendekati Gerald yang ketakutan setengah mati lalu tak lama kemudian mengubah pisau lipat itu menjadi karatan hingga hancur menjadi debu.


"T- tidak mungkin!" Gerald melotot tak percaya hingga ia tersadar karena Katharine menginjak kakinya dengan keras untuk lepas darinya.


Katharine akhirnya berhasil lepas dari cengkraman Gerald, ia menjauh dari laki-laki itu kemudian terjatuh karena tersandung ranting.


Dengan menahan rasa sakit yang teramat sangat, Katharine memandangi Aldo yang kini jauh berbeda dari Aldo yang dia kenali.

__ADS_1


"Aldo..." gumamnya lirih sebelum pandangan matanya memudar dan pingsan.


Gerald yang sangat panik dan kesal karena perbuatan dua pasangan kekasih di hadapannya kini berusaha keras untuk pergi dari Aldo yang memiliki kekuatan aneh.


Ia ingin menggapai helikopternya dan pergi sejauh-jauhnya, namun lagi-lagi wujud dari helikopter mewah nan mahal itu berubah menjadi besi rongsokan karena Aldo telah menyebarkan aura emasnya ke seluruh tempat itu.


Gerald merasa sangat putus asa ketika Aldo sudah berdiri tepat di hadapannya dan mencekik lehernya lalu mengangkatnya ke atas hingga terangkat dari tanah.


Gerald kesulitan bernapas di hadapan tatapan dingin Aldo yang seakan-akan bisa membunuhnya dalam sekejap mata jika dia mau.


"Kau adalah orang pertama yang pernah membuatku begitu marah dalam 27 tahun hidupku, tidak hanya kejam terhadap masyarakat tapi juga melukai kedua wanitaku. Aku akan pastikan kehidupanmu sengsara mulai detik ini juga..." ucap Aldo dingin dan penuh kebencian.


"B- bunuh aku..."


Gerald merasa jika kematian jauh lebih baik daripada harus sengsara dalam kehidupan yang penuh rasa sakit, namun Aldo tentu tidak akan membiarkan keinginan pria itu terwujud.


"Bagiku membunuhmu itu sangat mudah, aku bisa melakukannya kapanpun yang aku mau. Tenang saja kau tidak akan mendapatkan kematian sebelum menebus seluruh dosa yang kau perbuat di dunia ini..."


...


...


...


Sementara itu di sisi lain Scarlet dan Rey yang baru tiba di tempat yang diarahkan oleh Aldo sebelumnya dibuat sangat terkejut dengan situasi yang mereka lihat di tempat itu.


Banyak mayat anggota mafia El Causse yang meninggal dengan sangat mengerikan dan terkesan janggal, tubuh mereka menua tanpa sebab dan meninggalkan sosok mumi yang mengerikan.


"Apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini..." gumam Rey membelalakkan matanya.


"Hei, sepertinya disini masih ada orang yang hidup." panggil Scarlet bersimpuh di hadapan seorang wanita cantik.


Ia ngecek kondisi tubuhnya dan memastikan jika dia hanya pingsan.

__ADS_1


"Kita akan bawa dia ke markas nanti, yang lebih penting dimana pimpinan musuh dan Aldo?" ujar Scarlet kebingungan...


__ADS_2