Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 66: Melody


__ADS_3

----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------


[Misi Normal]


Membuat Akun Instagram (4 juta / 5 juta)


Membuat Akun Facebook (3 juta / 5 juta)


Membuat Akun Twitter (4 juta / 5 juta)


Membuat Akun YouTube (5 juta / 5 juta)


Mendapatkan masing-masing 5 juta pengikut dalam waktu 1 bulan!


Hadiah: 5 juta Poin System, 5 juta Poin Kemampuan, +50 Kharisma.


----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------


Aldo tersenyum senang ketika melihat perkembangan akun media sosialnya yang sudah mendekati target misi yaitu 5 juta pengikut.


Hanya akun Youtube-nya yang sudah memiliki 5 juta Subscribers karena Aldo mengunggah lagunya di YouTube terlebih dahulu dan mendapatkan viewers kurang lebih 300 juta.


Dari hasil pengamatan Aldo mengenai YouTube, rata-rata video dengan view terbanyak selalu diisi oleh video music, bahkan beberapa lagu terkenal sudah mencapai view dengan jumlah Miliyaran.


Jadi satu-satunya cara untuk mendapatkan banyak pengikut atau Subscribers adalah dengan cara mempopulerkan sebuah lagu.


Bukan hanya mengunggah lagunya di media sosial tapi Aldo juga menjual album resminya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.


"Mungkin sekarang laguku belum menyaingi lagu-lagu yang sudah mendunia dan di nyanyikan oleh penyanyi terkenal. Tapi seiring berjalannya waktu aku yakin laguku pasti bisa menyaingi mereka." gumam Aldo.


Aldo berjalan menuruni tangga mansionnya yang cukup besar itu, di bawah sana ia melihat beberapa wanita berpakaian maid yang sedang membersihkan setiap sudut mansion, sementara di halaman mansion juga terlihat beberapa tukang kebun yang sedang memangkas rumput dan merawat bunga.


Mereka adalah orang-orang yang dipekerjakan Aldo di mansionnya.


Awalnya Aldo kesulitan mencari seseorang yang mau bekerja di tempatnya karena rumor tentang mansion di atas bukit indah yang angker. Namun setelah Aldo meninggikan gajih setiap pekerjanya, banyak orang yang memberanikan diri mereka untuk bekerja.

__ADS_1


"Tolong jangan menakut-nakuti mereka, Maria..." ujar Aldo berbicara sendiri, namun jika diperhatikan dengan baik ada sosok menyeramkan yang sedang bergelantungan di lampu hias mansion.


Dia adalah Maria, arwah wanita yang menjadi penjaga kediaman tersebut...


"Baik Tuan, tapi kapankah saya bisa membalaskan dendam saya?" tanya Maria penuh kesopanan.


"Segera, aku akan segera mencari orang yang bernama Merlin Northern dan membawanya ke hadapanmu. Tidak hanya itu aku juga pasti akan mempertemukanmu dengan adikmu." jawab Aldo.


...


...


...


Di sebuah panggung besar dan megah yang terdapat di negri ginseng Korea Selatan, sorakan penonton menggema dengan heboh dan sangat antusias.


Mereka berkerumun menjadi satu untuk menyaksikan penampilan luar biasa dan sangat dinanti-nantikan oleh semua orang yang sudah membeli tiket dari seminggu yang lalu.


Itu adalah penampilan besar dari seorang bintang terkenal di seluruh dunia, konser yang sangat besar dan mampu mengguncang satu negara dengan nyanyian dari seorang gadis cantik nan ayu.


Lampu-lampu yang saking banyaknya menyelimuti panggung kini padam secara bersamaan, tak lama kemudian satu buah lampu terlihat menyoroti sosok cantik bak seorang dewi yang ada di tengah-tengah panggung.


Semua orang mulai meneriakkan namanya.


Begitulah nama yang disuarakan dengan penuh semangat oleh para penonton.


Melody adalah seorang penyanyi papan atas yang namanya sudah terkenal hampir di seluruh dunia, walaupun dia berasal dari Indonesia namun dia tidak hanya menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia.


Melody telah mempelajari banyak bahasa dan dapat menyanyikan sebuah lagu dengan berbagai macam bahasa, karena itulah nama Melody tidak hanya terkenal di Indonesia namun juga di seluruh dunia.


Dan saat ini, Melody tengah menyanyikan sebuah lagu barunya dalam bahasa Korea dan sangat dinikmati oleh semua penontonnya.


Suaranya yang lembut seolah menghipnotis setiap orang, membawa mereka semua masuk ke alam bawah sadar mereka hingga suasana panggung yang awalnya heboh kini hening seketika.


Semua orang menghayati makna dari lagu yang dibawakan oleh Melody hingga ke titik tertinggi mereka.

__ADS_1


Dan tanpa sadar, lagu telah selesai dinyanyikan oleh Melody bersamaan dengan sorakan riang para penonton yang sudah kembali ke raga mereka setelah asyik berkelana dalam alam bawah sadar.


"Terima kasih semuanya!" kata Melody dalam bahasa Korea sambil melambaikan tangannya dan menerbitkan senyuman manis di wajah cantiknya.


Melody berbalik pergi memasuki ruangan di belakang panggung dan menghilang dari pandangan semua penonton, namun sorakan penonton masih terdengar heboh di luar sana.


Melody duduk di meja riasnya yang penuh dengan lampu-lampu pijar, beberapa penata rias mendatangi Melody lalu mulai melakukan tugas mereka yaitu merias wanita cantik tersebut.


Mereka mengganti gaun Melody, mengubah gaya rambutnya, memasangkan sepatu hak baru, dan memasangkan berbagai macam perhiasan yang rasanya cukup berat di lehernya dan sangat menggangunya.


"Bisa kau singkirkan benda itu?" ujar Melody yang agak risih.


"Mohon maaf nona, tapi ini adalah keinginan Nyonya Rini." jawab salah satu penata rias sopan.


Melody hanya mendecak kesal, dari awal ia tidak pernah menyukai pilihan pakaian dari asistennya yaitu Rini. Bagaimana tidak, pakaian yang orang itu pilihkan selalu membuatnya tidak nyaman seperti beberapa hari lalu Melody harus mengenakan pakaian terbuka saat konser di Amerika.


Tentu saja Melody menolaknya dengan keras dan mengancam akan membatalkan konser apapun yang terjadi jika dia harus memakai pakaian tidak senonoh itu. Dan itu berhasil membuat asistennya tersebut mundur.


"Kuharap kau mau memakai perhiasan itu untuk penampilan berikutnya, Nona Melody..." seseorang yang sangat dibenci oleh Melody akhirnya tiba.


Dia adalah Rini, seorang wanita tua berusia 40 tahunan yang sangat mencolok dengan make up tebalnya menutupi kerutan di wajahnya. Padahal dia sudah pantas disebut nenek-nenek tapi masih saja suka berdandan seperti seorang gadis.


"Perhiasan ini terlalu berat, aku tidak bisa bergerak dengan bebas." jawab Melody singkat seolah tidak ingin membuang-buang suara indahnya untuk wanita nyentrik seperti Rini.


"Kalau begitu tinggal diganti dengan yang lebih ringan kan? Tidak mungkin kau akan tampil tanpa perhiasan sama sekali, orang-orang tidak akan tertarik lagi padamu."


"Walau tanpa perhiasan dan make up sekalipun aku masih cantik." ujar Melody dengan terang-terangan menyindir Rini.


Rini menghela nafas kasar dan berusaha keras untuk tidak membuat masalah lebih dalam dengan Melody, "Lupakan itu. Selesaikan penampilanmu hari ini, besok kau harus kembali ke Indonesia."


"Kenapa?" tanya Melody heran.


Beberapa bulan ini dia terus dilempar dari satu negara ke negara lainnya untuk mengadakan konser oleh agensinya, dan sekarang dia tiba-tiba disuruh pulang? Ini sangat aneh baginya.


"Orang terbesar di Indonesia, Tuan Daniel akan segera mengadakan pesta ulang tahun pernikahannya, dan kau akan menjadi perwakilan agensi VenoMusic untuk ikut serta dalam pesta itu."

__ADS_1


[Ilustrasi Melody]



__ADS_2