
"Sepertinya kita harus berpisah disini. Aku akan menghubungimu setelah menemukan cara untuk jelas memusnahkan kelompok mafia El Causse." ucap Steven setelah kepergian Leon dan Joey kepada Aldo.
Kepolisian Prancis bisa dibilang sangat kuat, namun mereka masih belum bisa menyingkirkan satu kelompok mafia itu karena kesulitannya yang sangat ekstrem.
Selain jumlah anggota yang banyak dan persenjataan yang melimpah, El Causse juga memiliki pengaruh besar dalam politik negara karena memegang banyak perusahaan besar. Contohnya perusahaan orang tua Ashlee.
"Sebaiknya kau menghubungiku secepatnya karena aku akan kembali ke Indonesia setelah pekerjaanku di negara ini selesai." balas Aldo lalu berbalik memasuki hotel bersama dengan Ashlee meninggalkan Steven.
Steven tidak mempermasalahkannya dan langsung memasuki mobilnya lalu pergi.
Di dalam hotel, Aldo memesankan sebuah kamar untuk Ashlee yang sebenarnya sedikit keberatan dengan keputusan Aldo.
"Kenapa kita tidak tinggal bersama?" tanya Ashlee.
Aldo bisa melihat sebuah harapan dari manik mata biru Ashlee namun tentunya dia memiliki alasan tersendiri untuk keputusannya itu.
"Bisa dibilang aku memiliki seorang pasangan di tempat ini, yah walaupun belum resmi menjadi pasangan tapi setidaknya aku harus menjaga perasaannya kepadaku. Jadi sebelum aku meluruskan masalah ini sebaiknya kita bersikap netral terlebih dahulu."
"Apa kau membicarakanku, Aldo?"
Suara seorang gadis dengan penuh penekanan terdengar dari belakang Aldo, Aldo menoleh dan melihat Katharine tepat di belakangnya dengan senyuman lebar namun terlihat menyeramkan.
"Bisa kau jelaskan apa sebenarnya tujuanmu?" tanya Katharine sekali lagi.
Aldo tersenyum kecut, "Sepertinya tidak ada yang perlu aku sembunyikan lagi. Sebaiknya kita bicarakan ini di tempat yang tenang."
Aldo kemudian menuntun Ashlee dan Katharine ke kamarnya untuk membicarakan tujuan Aldo yaitu sesungguhnya terhadap kedua wanita itu.
Sembari menunggu lift yang mereka masuki sampai ke lantai atas, suasana di dalam lift sangat hening karena tidak ada seorangpun yang memulai percakapan.
Ashlee sedikit melirik Katharine yang tinggi tubuh gadis itu hanya mencapai pundaknya.
Meskipun pendek namun itu wajar untuk anak seusianya, bahkan Ashlee menganggap jika Katharine itu sangatlah imut dan menggemaskan layaknya boneka.
Rasanya sangat ingin Ashlee memeluk dan mencubit pipi tembem Katharine, itu pasti sangat lembut.
__ADS_1
Sementara itu Katharine juga sedikit melirik Ashlee tepatnya di bagian buah dadanya yang sangat besar. Rasa kagum sekaligus cemburu muncul di benak Katharine mengingat ukuran punyanya yang bahkan tidak pas untuk dipegang.
Dibandingkan dengan Laura, orang yang sangat Katharine waspadai karena ingin merebut Aldo, Ashlee jauh lebih menawan menurutnya.
Mereka bertiga akhirnya sampai di kamar Aldo, mereka bertiga duduk di sofa sebelum Aldo membuka pembicaraan.
"Mungkin ini sedikit tidak adil untuk kalian, tapi aku ingin mengatakan yang sebenarnya kepada kalian berdua tanpa menyembunyikan apapun."
Katharine dan Ashlee menatap Aldo serius walaupun sebenarnya Ashlee sudah tahu apa yang ingin Aldo katakan.
Aldo menggenggam tangan Katharine dan Ashlee lalu berkata, "Aku mencintai kalian berdua, jadi maukah kalian menjadi pasanganku?"
Ashlee tertegun dengan wajah yang tersipu malu, meskipun malu-malu tapi Ashlee mengangguk dengan setuju, "Hm, dari awal aku sudah bersedia bersamamu Aldo."
Sementara Katharine hanya terdiam mendengar pernyataan Aldo, rambutnya tergerai sehingga Aldo dan Ashlee tidak bisa melihat ekspresinya dengan jelas.
"Katharine?"
"Sudah kuduga kau adalah tipe laki-laki seperti itu ... laki-laki yang tidak akan puas hanya dengan satu wanita..." ungkap Katharine tiba-tiba.
"Bukannya aku menolak, tapi aku sedikit aneh dengan situasi ini." lanjut Katharine yang membuat Aldo sedikit kebingungan.
"Kau tidak menolaknya?"
"Hm ... coba pikirkan lagi, kita sudah berciuman dan melakukan hubungan dewasa yang sangat menggairahkan, mana mungkin aku pergi begitu saja? Kau harus bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakanmu." ucap Katharine yang membuat Aldo akhirnya bisa bernafas lega.
Katharine menatap Ashlee dengan senyuman lalu mengulurkan tangannya, "Aku tidak masalah berbagai lelaki denganmu asalkan harus adil dan jujur."
Ashlee menerima uluran tangan Katharine dan menjabatnya dengan senyuman juga, "Aku tidak akan curang, kok."
Ashlee dan Katharine saling melemparkan senyuman damai, namun Katharine tiba-tiba mendekati Ashlee dan memeluknya erat-erat dengan penuh kasih sayang.
Entah kenapa melihat mata Ashlee, Katharine bisa merasakan jika wanita itu memiliki masa lalu kelam yang tidak jauh berbeda dengan masa lalunya sendiri.
Mereka berdua merasakan empati yang sama dan saling berpelukan dengan hangat sebelum Aldo membuat mereka berpisah dengan perkataannya yang mencengangkan.
__ADS_1
"Sebenarnya tidak hanya kalian, mungkin di masa depan nanti akan ada wanita lain yang akan menjadi pasanganku juga."
"Hah?! Dasar laki-laki serakah!"
Katharine sangat kesal lalu menerjang ke arah Aldo dan membuatnya terjungkal ke belakang hingga terbaring di lantai dengan posisi yang ambigu.
Katharine menatap wajah tampan Aldo yang membuat pikirannya langsung tenang namun tapi juga tersipu malu, perlahan-lahan Katharine mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aldo dan mencium bibirnya dengan agresif.
Aldo juga terpengaruh oleh cumbuan agresif yang diberikan gadis polos diatasnya itu. Ia kemudian menggerakkan tangannya untuk menggapai pinggul Katharine lalu mendekapnya dalam pelukan hangatnya.
"Hah?! K- kalian melakukan hal itu disini? Yang benar saja!" teriak Ashlee tak habis pikir dengan tindakan mereka berdua.
Maksudnya sekarang sudah menjelang siang dan banyak orang beraktivitas di luaran sana, terlebih lagi sedang ada orang lain di kamar yaitu Ashlee. Apakah mereka masih waras?!
Meskipun sudah diperingatkan oleh Ashlee namun bukannya membuat mereka berdua berhenti yang ada napsu mereka untuk melakukan hal itu sudah memuncak.
Tidak tanggung-tanggung Aldo bahkan sudah melucuti pakaian Katharine hingga menyisakan pakaian dalamnya saja sementara bibir mereka berdua masih menyatu.
Hingga beberapa menit kemudian Katharine melepaskan ciumannya yang juga menciptakan jembatan liur dengan bibir Aldo.
"Ini jauh lebih nikmat daripada saat syuting..." ujar Katharine lirih dengan wajahnya yang memerah padam.
"Tentu saja karena aku bisa lebih bebas sekarang..." jawab Aldo lalu merangkul tubuh Katharine dan membawanya ke ranjang.
Sebelum melanjutkan kegiatan panasnya, Aldo menoleh ke arah Ashlee yang sudah sangat gelisah sambil memegangi area sensitifnya.
Melihat Aldo dan Katharine yang sedang dibalut kenikmatan membuatnya tidak tahan lagi akan napsu yang sudah memuncak.
"Kau mau ikut atau hanya ingin menontonnya dari sana?" tanya Aldo yang membuat Ashlee tertegun.
"B- bolehkah?"
"Bukankah kita sudah berjanji akan selalu jujur dan adil dalam hubungan ini, jadi tidak usah ragu lagi." ujar Katharine menyingkirkan keraguan Ashlee.
"Kalau begitu biarkan aku ikut juga." kata Ashlee lalu naik ke ranjang dengan sendirinya.
__ADS_1
Sekarang ada dua orang wanita cantik dan menawan yang sudah terbaring di ranjang, menyerahkan seluruh jiwa dan raga mereka untuk Aldo seorang.