Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 116: Korupsi


__ADS_3

5 hari kemudian.


"Bagaimana dengan kondisi para korban?" tanya Aldo pada dokter Watson yang diberikan tugas untuk mengurus para korban yang terlibat dalam penyerangan Red Devils.


"Mereka semua akan sembuh setelah sedikit perawatan lagi, tidak ada yang harus dikhawatirkan." ucap dokter Watson dengan perasaan lega bercampur bangga karena berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.


Dengan buku medis yang diberikan oleh Aldo, dokter Watson berhasil menguasai beberapa kemampuan medis tingkat lanjut yang sama hebatnya dengan kemampuan medis tingkat menengah Aldo.


"Sepertinya aku tidak salah memberikanmu buku medis itu, kau bisa menerapkannya dengan baik dan menjadi dokter yang hebat."


Aldo memuji dokter Watson yang membuat matanya berkaca-kaca karena terharu.


"T- terimakasih tuan! Saya akan menggunakan ilmu ini dengan baik!!" ujar dokter Watson dengan tegas.


Setelah menemui dokter Watson untuk memeriksa keadaan para korban yang mengalami luka-luka, Aldo langsung beranjak pergi bersama dengan Leon.


Selain memberikan perawatan gratis kepada para korban yang mengalami luka-luka, Aldo juga memberikan kompensasi yang besar kepada para korban yang meninggal dunia.


Orang tua Aldo juga telah kembali pulang ke kampungnya yang bisa dibilang jauh lebih aman dibandingkan tetap bersama dengannya yang selalu diincar oleh iblis.


Sementara para wanita yang telah menjadi istrinya dipulangkan kembali ke mansion yang memiliki perlindungan kuat yang mampu menahan 100 iblis seperti Red Devils.


"Jadi, kemana kita harus pergi sekarang?" tanya Leon yang menyetir mobil.


"Kita ke perusahaan FGC terlebih dahulu, ada yang ingin aku urus disana." jawab Aldo lantas Leon menyetir mobilnya dengan cepat ke perusahaan FGC.


Kurang lebih 30 menit, mereka akhirnya sampai di perusahaan besar yang sedang berada di ambang kehancuran itu.


Para karyawan mengundurkan diri setiap harinya karena tidak ada kejelasan tentang tujuan perusahaan itu.


Uang gaji juga tidak bisa sampai ke tangan mereka yang membuat beberapa karyawan melakukan aksi demo di depan gedung FGC.

__ADS_1


Semua itu terjadi karena satu hal, yaitu kematian Daniel yang membuat keseimbangan bisnis menjadi berantakan.


Para petinggi perusahaan yang memegang sedikit saham FGC berdebat mengenai siapa yang akan mewariskan saham milik Daniel.


"Menurut hukum yang berlaku, pemilik saham yang wafat akan diberikan kepada anggota keluarga pemilik saham tersebut, dalam kasus ini anak tuan Danial-lah yang harus mendapatkan saham ayahnya." ucap salah satu petinggi perusahaan namun dengan cepat dibantah oleh seorang pria gemuk.


"Memberikan saham kepada anak kecil yang bahkan belum bisa membaca, apa kau sedang bercanda? Itu sama saja dengan menjerumuskan bisnis kita ke dalam jurang kehancuran."


"Lalu apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin melanggar hukum bisnis di negara ini?" tanya salah seorang petinggi agak kesal.


Pria gemuk itu sedikit menyeringai dan berkata, "Kita bagi saja saham tuan Daniel secara menyeluruh, dengan begitu perusahaan kita tidak akan mengalami kebangkrutan."


Beberapa petinggi perusahaan terkesima dengan pernyataan pria gemuk tadi, mereka berpikir jika sarannya itu adalah saran yang bagus.


Namun Arnold sebagai orang yang merekomendasikan Lia sebagai pewaris saham tentu saja tidak menerimanya.


"Kalian semua sungguh lancang, apa kalian lupa jasa Tuan Daniel kepada kita, tanpa beliau kita tidak akan berada di tempat mewah ini. Dan sekarang kalian ingin menelantarkan anaknya? Sungguh tidak tahu malu!"


Diantara mereka semua bisa dibilang, Arnold adalah orang yang paling dekat dengan Daniel. Tanpa Daniel sosok Arnold yang sekarang tidak akan ada, dia mungkin masih bekerja di staf kebersihan.


Maka dari itu Arnold ingin membalas jasa-jasa Daniel dengan cara merawat dan memberikan sepenuhnya hak perusahaan kepada anak satu-satunya yang beliau tinggalkan.


Menghadapi orang-orang licik dan tamak yang ingin mengakuisisi perusahaan FGC, tentu saja Arnold tidak akan diam.


Tapi walaupun begitu, ia masih jauh dari kata mampu untuk menghadapi orang-orang di depannya itu...


"Tuan Arnold, kau hanya memiliki 5% saham perusahaan dan sudah berani menentang kami? Sepertinya harus ada yang diajari tentang sopan santun disini." ucap salah satu petinggi dengan wajah garang.


"Kau adalah orang yang paling dengan dengan keluarga Tuan Daniel, aku tahu kau pasti akan memanfaatkan anak Tuan Daniel untuk dirimu sendiri." sahut yang lainnya.


"Tidak, itu tidak benar. Aku hanya ingin membalas kebaikan Tuan Daniel dalam hidupku, jika bisa aku akan menjadi pelayan Nona Lia untuk seumur hidupku!" bantah Arnold, membuat semua orang semakin kesal dengannya.

__ADS_1


"Untuk apa kau menjilat keluarga itu lagi bahkan setelah mereka tiada!"


Salah satu petinggi perusahaan yang kesal dengan sikap Arnold langsung menarik kerah bajunya dan menahan tubuhnya di meja pertemuan.


Ia mengangkat kepalan tangan kanannya ingin memberikan pukulan ke wajah Arnold, namun sebelum itu terjadi pintu ruangan pertemuan tiba-tiba di dobrak oleh seseorang.


"Siapa yang berani-berani-"


Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, matanya sudah membelalak terlebih dahulu ketika melihat 5 orang polisi yang menodongkan pistol ke arahnya.


Semua orang lantas panik dan kebingungan dengan apa yang terjadi, namun seorang pria tampan yang menjadi perbincangan hangat baru-baru ini langsung terlihat di pandangan mata mereka.


"Kurasa cukup sampai disini, tikus-tikus kantor..." ucap Aldo menatap semua orang kecuali Arnold dengan dingin.


Tidak ada yang mengerti dengan perkataan Aldo dan alasan dibalik tindakannya yang membawa polisi tersebut ke ruang pertemuan, tapi yang jelas apapun alasannya itu akan menjadi nasib buruk bagi mereka.


"A- apa maksud anda, Tuan Aldo. Apakah anda tahu dengan apa yang anda lakukan ini?" tanya pria yang berniat memukul Arnold masih dengan kalimat sopan meskipun ia benar-benar membenci Aldo.


Bagaimanapun, Aldo memiliki kekuasaan jauh melampaui mereka semua dan bisa dibilang setara dengan Daniel atau bahkan melebihinya.


"Tidak usah berpura-pura lagi, semuanya sudah terbongkar." ucap Aldo sambil melemparkan setumpuk dokumen ke arah pria tadi.


Dokumen tersebut berserakan sehingga mereka semua bisa melihat dengan jelas apa isi dokumen itu.


Walaupun tidak membacanya sampai habis tapi mereka sontak menelan ludah ketika mengetahui maksud dari dokumen itu.


"Itu adalah laporan keuangan yang kalian palsukan setiap bulannya, faktanya kalian tidak menghabiskan uang milik perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan, namun untuk kepentingan diri kalian sendiri. Dengan kata lain kalian telah melakukan korupsi." jelas Aldo membuat semua orang terdiam mematung.


Semua petinggi perusahaan FGC telah melakukan korupsi kecuali Arnold dengan jumlah yang tidak main-main, mereka sangat pandai membuat sketsa sehingga Daniel sendiri tidak menyadari kecurangan mereka tersebut.


Namun sekarang semuanya telah terungkap berkat Aldo yang turun langsung bersama Leon.

__ADS_1


__ADS_2