Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 120: Latihan Meditasi


__ADS_3

1 Minggu berlalu semenjak Novita mengetahui jika dirinya memiliki potensi untuk bisa menggunakan sihir seperti yang dilakukan Aldo dan Leon.


Sebelum belajar menggunakan kekuatan sihir, Aldo terlebih dahulu melatih tubuh dan pikiran Novita agar bisa menggunakan kekuatan sihir dengan baik.


Kekuatan sihir sang Ratu terlalu kuat untuk Novita yang hanya memiliki sebagian jiwa sang Ratu, akan bahaya jika ia memaksakan dirinya untuk menggunakan sihir.


Awalnya Aldo dan Novita ingin menyembunyikan tentang kekuatan sihir tersebut dari istri Aldo yang lainnya, tapi ternyata mereka tidak bisa melakukannya.


Rahasia mereka terungkap dengan cepat sehingga membuat mereka harus memberikan penjelasan panjang lebar.


Alasan Aldo ingin merahasiakannya adalah karena ia tidak ingin membuat resah Ashlee dan Katharine yang sedang mengandung.


Seperti dugaannya, setelah mengetahui jika mereka juga bisa menggunakan sihir seperti Novita, mereka sangat antusias untuk mempelajarinya terutama Ashlee dan Katharine.


Aldo menegaskan jika dengan kondisi mereka sekarang, Ashlee dan Katharine tidak boleh memaksakan diri mereka untuk menggunakan sihir karena itu bisa membahayakan janin mereka.


Maka dari itu mereka hanya boleh berlatih memperkuat pikiran dengan cara bermeditasi sesuai arahan Aldo.


"Huff.... aku merasa bisa mengendalikan emosiku dengan lebih baik sekarang." gumam Novita sambil menghembuskan nafas panjang usai meditasinya.


"Itu semua berkat pelatihan yang diberikan Aldo, aku rasa kita bisa menggunakan sihir dalam waktu dekat." sahut Melody.


"Aku iri dengan kalian, aku mungkin baru bisa menggunakan sihir setelah melahirkan..." sahut Katharine sedikit cemberut.


"Jangan sedih seperti itu Katharine, ini demi kebaikan bayimu juga." balas Ashlee yang sudah menganggap Katharine sebagai adiknya sendiri.


Katharine mengangguk dengan patuh, prioritas terbesarnya saat ini adalah kesehatan janin yang dikandungnya itu.


"Kalian sudah selesai ya? Ini jauh lebih lama dari kemarin." kata Aldo yang mendatangi para istrinya itu.


Seiring berjalannya waktu, mereka menjadi lebih terbiasa dengan intensitas latihan yang diberikan Aldo.


Awalnya mereka hanya bisa bermeditasi selama 30 menit dengan tenang dan pikiran kosong, tapi sekarang mereka bisa bertahan selama 7 jam penuh.


Lingkungan tempat bermeditasi sangat berpengaruh untuk memberikan pengalaman yang baik untuk mereka. Aldo memilih halaman belakang rumahnya yang terhubung langsung dengan hutan yang sejuk dan asri.


"Apakah kami sudah berkembang banyak selama 1 Minggu ini?" tanya Novita.

__ADS_1


Aldo mengangguk, "Hm! perkembangan kalian benar-benar diluar dugaanku. Aku rasa kalian sudah bisa menggunakan sihir tingkat rendah tanpa efek samping apapun. Tentu saja Ashlee dan Katharine sebagai pengecualiannya."


"Aku tahu. Aku tidak akan mengeluh lagi soal menggunakan sihir, tapi kau harus memberiku ciuman tambahan sebelum tidur!" ujar Katharine sambil mengembangkan pipinya.


Ucapan Katharine sontak menyulut pandangan semua orang yang menatap Aldo.


Aldo telah berjanji akan memberikan kasih sayang yang setara kepada para istrinya, itu artinya jika Katharine diberikan ciuman tambahan sebelum itu maka semua orang harus mendapatkannya dengan adil.


Memikirkan itu membuat Aldo tanpa sadar mengeluarkan keringat di keningnya.


"Ah, sebenarnya aku datang kemari untuk mengabari kalian kalau hari ini aku akan pergi keluar untuk beberapa hari." ucap Aldo mengalihkan pembicaraan.


"Hah! Apa ada pekerjaan baru?" tanya Melody.


"Itu benar, jika ada pekerjaan kau bisa menyuruh Leon untuk mewakilimu. Jadi kau tidak perlu pergi jauh-jauh." tambah Ashlee.


"Apa kalian tidak kasihan dengan Leon yang selalu bekerja menggantikanku?"


Ashlee sedikit merenung, "Benar juga ... kita tidak pernah melihatnya selama seminggu ini..."


Setelah meyakinkan para istrinya, Aldo akhirnya diberikan izin untuk meninggalkan rumah dan menginap di luar.


Aldo juga mengingatkan para istrinya untuk untuk tidak melupakan latihan meditasinya untuk membuat pikiran mereka.


Di luar mansion terlihat Leon yang sedang menunggu Aldo dengan mobil Limosin hitamnya.


"Apa kau sudah menemukan petunjuk keberadaan Eternal lain?" tanya Aldo tanpa buang-buang waktu.


"Aku sudah menemukannya, dia berada di Rusia dan membentuk sebuah organisasi yang cukup besar. Organisasi itu sudah pernah membuat masalah denganmu, kau tahu?"


"Kelompok mafia Red Devils?" tebak Aldo setelah memikirkan kelompok yang akhir-akhir ini bermasalah dengannya.


"Itu benar."


Aldo berpikir apakah nama dari kelompok mafia Red Devils sama dengan nama iblis yang muncul saat di pernikahannya. Apakah dua hal itu saling berhubungan?


'Yah ... mungkin aku akan menemukan jawaban akan hal itu nantinya...' batin Aldo.

__ADS_1


"Aku sudah menyiapkan tiket pesawat untuk kita berdua, kita akan berangkat saat ini juga-"


"Tidak, aku berangkat sendirian. Kau berjagalah di mansion ini." potong Aldo yang membuat Leon terkejut.


"T- tapi, musuh yang kita hadapi saat ini jauh lebih kuat dari Red Devils, kau tidak akan bisa mengalahkannya sendiri." sergah Leon.


"Leon, jika benar kelompok Mafia Red Devils yang mengirim iblis itu, maka mereka tidak mungkin hanya diam melihat iblis yang mereka kirim dibunuh. Mereka pasti akan mengirim seseorang untuk menyelidiki dalang pembunuhan iblis itu, tidak, mereka pasti sudah mengirimnya..."


"Jadi kau harus tetap disini untuk berjaga-jaga jika musuh datang menyerang, kau harus melindungi para istriku ketika aku tidak ada disini."


Aldo menjelaskan alasan dirinya menyuruh Leon tetap tinggal di mansion, namun tampaknya Leon masih ragu dan khawatir dengan keselamatan Aldo.


Bagaimana tidak, Leon tahu pasti jika Eternal yang dia selidiki keberadaannya itu bukanlah lawan yang mudah, bahkan dirinya belum tentu bisa menang jika melawan orang itu.


Aldo tersenyum melihat sahabatnya yang mengkhawatirkan dirinya itu.


"Tenanglah, aku tidak akan mengulangi kesalahanku sebelumnya, aku pasti bisa mengalahkannya!" ujar Aldo penuh percaya diri.


Leon menghela nafas panjang, "Dasar keras kepala, baiklah kalau begitu, tapi aku tidak akan memaafkanmu jika kalah oleh orang sepertinya!"


Leon mengeluarkan secarik kertas dan memberikannya kepada Aldo, "Ini adalah sedikit informasi mengenai Eternal itu yang aku ketahui semenjak mengenalnya di masa. Mungkin dia sudah banyak berubah setelah ribuan tahun, tapi sepertinya ini masih bisa berguna."


Aldo menerimanya lalu mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Leon yang selama ini telah sibuk mencari informasi mengenai para Eternal yang tersisa.


Leon yang bekerja menggantikan Aldo hanyalah alasan semata untuk meyakinkan para istrinya.


Sementara itu di tempat lain...


"Jadi ini adalah tempat Red Devils itu dibunuh ya..." gumam Zack melihat sebuah tempat yang hancur berantakan dan hanya meninggalkan seonggok reruntuhan.


Itu adalah restoran Johan yang hancur berantakan akibat serangan iblis, restoran itu kini telah ditutup dan diberi garis polisi.


Sementara Zack dan Exel yang berkeliling di tempat itu untuk menyelidikinya lebih lanjut, terlihat beberapa petugas yang tengah melakukan penyidikan.


Zack dan Exel mengabaikan tatapan heran para petugas yang melihat mereka berkeliaran dengan aneh.


Hingga kemudian salah satu petugas kepolisian datang dan menegur mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2