Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 105: Aset Perusahaan Real Estate


__ADS_3

Leyton sangat tercengang dengan kejadian di depan matanya itu, hanya dalam beberapa detik saja Aldo sudah berhasil menumbangkan kelompok mafia yang dianggap sangat kuat di seluruh Asia.


Padahal sebelumnya ia sudah menyelidiki Aldo dan hanya mendapatkan informasi soal dirinya yang sukses dengan menjadi seorang aktor dan memiliki popularitas yang luar biasa hanya dalam beberapa hari saja.


Tidak ada yang spesial dari sosok Aldo sejauh yang Leyton amati, oleh karena itu dia berani melawan Aldo tanpa rasa takut sedikitpun.


Namun apa yang terjadi di depannya sudah cukup untuk menjelaskan jika Aldo memiliki identitas yang tidak sederhana.


Leyton tidak tahu harus berbuat atau berkata apa, bahkan ketika Aldo berjalan langkah demi langkah untuk mendekatinya, ia masih terdiam.


"Sepertinya ini tidak sesuai harapanmu, tuan muda Leyton?" ejek Aldo ketika ia sudah berdiri tepat di hadapan Leyton.


Aldo merasa sangat senang ketika orang yang memusuhinya sedari kecil dan selalu membuat dirinya babak belur karena di keroyok itu akhirnya menunjukkan ekspresi keputusasaan di wajahnya.


"B- bagaimana mungkin..." hanya kalimat itu yang dapat keluar dari mulut Leyton yang gemetaran.


"Kau mungkin sudah menyelidiki-ku, namun tidak semua hal yang kau dapat adalah kebenaran. Kau tidak bisa menganggapku seperti dulu lagi, Leyton..."


Mata Leyton sedikit membulat ketika Aldo mengatakan kalimat itu.


Dia benar-benar tidak percaya, anak yang dulu sering dia buly dan rundung sekarang menjadi pria yang sangat kuat dan hebat.


Terlebih lagi, dia lebih kuat daripada dirinya dan dapat mengalahkan kelompok mafia terbesar di seluruh Asia.


"Aku tidak ingin berbasa-basi lebih lama denganmu, seperti kataku tadi, aku akan membuatmu keluar dari kota ini selama-lamanya dan jangan pernah kembali lagi." ucap Aldo sekali lagi.


Leyton tidak tahu harus senang atau sedih mendengar perkataan Aldo yang jelas-jelas ingin menggeser kekuasaannya di kota itu.


Namun untuk sekarang nyawanya adalah hal yang paling penting, dia rela meninggalkan kesuksesannya di kota itu untuk bertahan hidup karena dia yakin jika Aldo bisa membunuhnya dengan mudah.


"A- aku mengerti, a- aku akan segera pergi dari kota ini setelah mengurus dokumen pemindahan bisnis."


Leyton ingin berbalik pergi dengan terburu-buru, namun Aldo segera menghentikannya.


"Aku tidak pernah bilang kau boleh pergi membawa semua harta benda-mu."


Leyton sangat tercengang, "A- apa maksudmu?"

__ADS_1


"Maksudku, kau harus pergi dari kota ini untuk selamanya, namun tidak dengan harta bendamu. Semua aset milikmu akan aku ambil sebagai kompensasi dari kerugian bisnis keluargaku." ucap Aldo dengan santai.


Leyton tampak tidak terima, "I- ini tidak masuk akal, asal kau tahu kalau total aset yang aku miliki senilai 100 Milyar. Itu terlalu besar untuk sekedar kompensasi untuk bisnis kecil!"


"Bagiku 100 Milyar bahkan belum cukup, jangan lupakan ayahku dan para karyawan yang kau buat berbaring di rumah sakit. Apakah aku harus mematahkan setiap tulang-tulang mu untuk kompensasi itu?" ancam Aldo membuat tubuh Leyton gemetaran.


Dia jelas tidak terima jika setiap tulang-tulangnya harus patah.


Dengan berat hati Leyton harus merelakan seluruh asetnya demi keselamatan dirinya, dia bahkan tidak mendapatkan sepeserpun uang untuk pergi dari kota. Aldo menyuruhnya untuk pergi dengan cara berjalan kaki.


Mungkin butuh seharian penuh baginya untuk keluar dari kota Surabaya, itupun jika Leyton masih bisa bertahan hidup karena dehidrasi.


Di malam itupun, berkat bantuan Alexa, Aldo berhasil mendapatkan seluruh aset perusahaan Leyton yang berfokus pada real estate property dengan total aset mencapai 100 Milyar.


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


Berhasil menyelesaikan misi:


>Balas dendam terhadap pereman yang membuat kekacauan di pabrik.


>Mengalahkan dan merebut kekuasaan Leyton.


1 juta Poin System


1 juta Poin Kemampuan


+20 Kharisma


----------π•Ύπ–žπ–˜π–™π–Šπ–’----------


Aldo tersenyum lembut ketika dirinya sudah menyelesaikan misi pembalasannya hanya dalam beberapa hari saja.


Ia kemudian melihat ke sekelilingnya yang berantakan dengan banyak kelompok mafia Red Devils yang meninggal dunia ataupun sekedar pingsan.


"Apa yang harus aku lakukan kepada mereka...?" gumam Aldo sambil memegangi dagunya.


[Sebaiknya anda mengurung beberapa yang masih hidup untuk di interogasi.]

__ADS_1


Alexa memberikan saran yang cemerlang.


Aldo mengangguk pelan, "Aku sudah membuat masalah dengan mafia Red Devils, cepat atau lambat mereka pasti akan mencariku. Jadi lebih baik aku mengumpulkan informasi tentang mereka lebih dulu."


Setelah membuat keputusan, Aldo memasukkan sekitar 5 orang dari kelompok Red Devils yang pingsan ke dalam kotak penyiksaannya, secara ajaib kelima orang itu langsung menjadi abu dan masuk ke kotak ukuran kecil itu.


Sementara sisanya yang tewas karena terbentur cukup keras, Aldo menyerap habis aura mereka sebelum menjadikannya seonggok abu.


Sisanya, Aldo hanya tinggal mendeklarasikan diri sebagai penghuni baru di mansion besar milik Leyton. Tidak ada yang keberatan dengan hal itu karena semua orang yang bekerja di mansion tersebut sudah tahu tentang kekalahan Leyton.


Tidak bisa dipungkiri jika mereka cukup senang dengan kekalahan Leyton karena selama bekerja di mansion, mereka kerap kali mendapatkan kekerasan dari majikan mereka tersebut.


...


...


...


> Keesokan paginya.


"K- kakak, b- benarkah kita akan tinggal disini untuk seterusnya...?"


Anita tidak bisa menutup mulutnya yang menganga ketika melihat sebuah mansion besar yang tersuguh di hadapannya.


Jangan lupakan juga para pelayan yang berjejer rapi menyambut kedatangan sekeluarga itu, membuat mereka sekeluarga semakin ternganga.


"Yah ... sebenarnya ini untuk ayah dan ibu saja karena kau akan ikut denganku ke Jakarta nanti untuk kuliah." ucap Aldo.


"N- nak, darimana kau mendapatkan mansion ini, dan seluruh pelayannya?" ucap Bu Sitti tak kalah tercengangnya dengan Anita.


"Ini adalah kompensasi dari perusahaan real estate yang menekan kalian selama ini. Seperti kataku, aku akan membuat perhitungan dengan mereka."


"Kau baik-baik saja kan, nak?" tanya Pak Sartono sambil memeriksa keadaan Aldo dengan khawatir, padahal dia sudah menyarankan untuk tidak membuat masalah dengan mereka tapi siapa sangka Aldo akan benar-benar melakukan itu.


"Aku baik-baik saja, yah ... aku melakukan semua ini demi kalian juga." ucap Aldo menenangkan ayahnya.


Ia kemudian menyodorkan sebuah dokumen kepada ayahnya, awalnya pak Sartono terlihat kebingungan namun matanya sontak melebar setelah mengetahui makna dokumen itu.

__ADS_1


"I- ini!"


"Benar, ini adalah perusahaan real estate terbesar yang ada di Surabaya dengan total aset mencapai 100 Milyar. Kuharap ayah mau menerimanya."


__ADS_2