Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 61: Foto Album


__ADS_3

Aldo dan Johan mengendarai mobilnya masing-masing menuju kompleks perumahan yang letaknya tidak jauh dari pusat kota, setelah berkendara selama beberapa jam akhirnya mereka berdua sampai di rumah milik Johan.


Berbeda dengan mansion Aldo yang sangat besar dan luas, rumah Johan hanyalah rumah sederhana namun bisa dibilang cukup mewah karena arsitektur bangunan yang indah di balut marmer cerah.


Belum sempat mengetuk pintu rumahnya, seorang wanita cantik menawan yang mengenakan daster ala ibu-ibu rumah tangga tiba-tiba membuka pintu rumah sambil tersenyum lembut.


"Aku pulang." ucap Johan hangat.


"Selamat datang kembali, suamiku." ujarnya penuh kehangatan lalu sedikit melirik Aldo dan berkata, "Sudah lama keluarga kami tidak kedatangan tamu."


"Dia adalah temanku saat SMA, namanya Aldo. Dan Aldo, dia adalah istriku Sukari." Johan saling memperkenalkan Aldo dan istrinya satu sama lain.


"Tidak baik bicara di luar, ayo kita masuk ke dalam." ajak istri Johan, Sukari dengan lembut.


Aldo mengangguk dan melangkahkan kakinya ke rumah sahabatnya itu sementara Sukari menuntunnya menuju ruang tamu.


Sambil berjalan, Aldo melihat interior rumah Johan dan sedikit kagum dibuatnya. Bagaimana tidak rumah tersebut cukup minimalis namun sangat indah dengan dinding yang dibuat seolah-olah memiliki tekstur kayu.


Sementara itu di dinding rumah tersebut juga terdapat banyak gambar-gambar antik dan barang-barang antik yang membuat keindahan rumah tersebut lebih terasa.


Selain itu Aldo bisa merasakan kehangatan dan kebahagiaan dalam rumah tersebut yang menjadi pertanda jika rumah tangga yang dijalani sahabatnya itu sangatlah harmonis.


"Kita sudah sampai, silahkan duduk dan buatlah dirimu sendiri nyaman. Aku akan segera menyiapkan secangkir kopi." ucap Sukari masih dengan keramahan lalu pergi ke dapur.


Aldo duduk di sofa, begitupun dengan Johan.


"Bagaimana menurutmu rumahku?" tanya Johan mengharapkan pujian dari Aldo.


Dan tentu dia berhasil, "Rumahmu sangat indah dan penuh kehangatan, jika boleh aku menginginkan model rumah yang seperti ini satu saja."

__ADS_1


"Tidak usah merendah, aku tahu kau memiliki mansion yang jauh lebih besar dan indah daripada punyaku. Meskipun aku tidak bisa membelikan mansion yang harganya miliaran dolar kepada keluargaku, tapi aku tetap senang karena kami masih bisa bersama." ucap Johan sambil tersenyum lembut.


"Kau pasti hidup bahagia dengan orang yang kau cintai, tidak seperti diriku yang berkali-kali harus merasakan kehilangan seseorang yang berharga bagiku."


Johan sedikit tertegun, ia sedikit sedikit merenung kemudian berkata dengan sedih, "Sebenarnya keluarga kami tidak sebahagia itu..."


Mendengar perkataan Johan yang terdengar sangat serius membuat Aldo juga menjadi serius untuk mendengarkan penjelasan Johan selengkapnya.


"Istriku, Sukari sudah tidak bisa hamil lagi karena dia mengalami kecelakaan ketika sedang mengandung beberapa bulan lalu. Walaupun dia sering menunjukkan senyuman di hadapanku tapi aku tahu jika sebenarnya dia sangatlah sedih."


Johan menunjukkan emosi berupa kesedihan ketika menceritakan tentang masalah yang dialami keluarganya.


Bagaimanapun dia sudah menikah selama beberapa tahun dengan istrinya yang sekarang yaitu Sukari, dan sampai sekarang mereka masih belum di karuniai seorang anak.


Mungkin sekarang mereka berdua masih saling mencintai satu sama lain dan bisa hidup dengan bahagia, namun lama kelamaan pasti ada rasa hambar dalam keluarga mereka yang tidak dikaruniai keturunan tersebut.


"Silahkan dinikmati kopinya."


Tak berselang lama Sukari datang sambil membawa dua cangkir kopi untuk Aldo dan Johan.


"Terima kasih." jawab Johan lembut sambil menggenggam tangan Sukari yang pipinya agak memerah merona.


"Aku akan ke kamar mandi dulu." ucap Aldo melihat kemesraan Johan dan Sukari.


Ia tidak ingin menganggu waktu mereka berdua dengan keberadaannya, selain itu Aldo ingin melakukan sesuatu dengan bantuan systemnya.


"System, apakah ada barang untuk menyembuhkan kondisi yang dialami oleh Sukari?" tanya Aldo ketika sudah berada di toilet rumah Johan.


[Ada Tuan.]

__ADS_1


----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------


γ€ŠPil Penyubur Kandungan》


Sebuah pil yang bisa menyuburkan kandungan seseorang serta bisa menyembuhkan segala penyakit yang dapat mengganggu seorang wanita seperti mandul dan lain sebagainya.


[Harga: 500 Poin Magis.]


----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------


"Aku akan membeli 3. 1 untuk Sukari dan 2 untuk Ashlee dan Katharine." gumam Aldo lalu membeli 3 pil penyubur kandungan.


Setelah itu Aldo lalu kembali ke ruang tamu, dan dengan kelihaiannya, Aldo melarutkan pil berwarna putih seukuran ujung jari kelingking tersebut ke segelas air yang akan diminum oleh Sukari.


Dan berhasil, Sukari akhirnya meminum air yang sudah dicampur pil penyubur kandungan oleh Aldo. Dengan begini mala Aldo sudah bisa lega karena masalah keluarga sahabatnya itu akan teratasi.


"Jadi bisakah aku melihat foto itu sekarang?" tanya Aldo kepada Johan.


"Ah, aku hampir lupa dengan tujuan kita kesini. Tunggu sebentar aku akan mengambilnya." jawab Johan lalu pergi untuk mengambil album ganbar.


Tak berselang lama Johan akhirnya datang dengan sebuah buku album gambar berukuran besar dan tebal di tangannya. Aldo mendekat ketika Johan membuka buku album yang berisikan ratusan foto masa lalu tersebut.


"Rasanya sudah lama sekali." gumam Johan bernostalgia sambil memperhatikan foto demi foto yang masa lalunya.


Mulai dari foto saat dirinya masih bayi sampai dengan dirinya duduk di bangku SMA, semuanya ada disana.


"Sepertinya foto ini yang kau maksud..." ucap Aldo sambil menunjukkan satu foto yang diisi oleh teman-teman sekelas Aldo ketika masa SMA.


Di dalam foto tersebut diisi oleh sekitar 30 orang siswa diantaranya Aldo dan Johan, namun ada satu orang gadis yang memakai seragam berbeda dari siswa lainnya. Itu adalah Novita.

__ADS_1


__ADS_2