Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 45: Agen Rahasia


__ADS_3

Kelompok El Causse telah banyak mencelakai orang-orang dengan narkoba yang mereka edarkan, dan sebagian besar target mereka adalah para remaja kuliahan yang stress akan pendidikan keras yang mereka jalani.


Untuk itu mereka mengonsumsi narkoba dan berakhir kecanduan hingga menjadi gila sampai bunuh diri.


Bukan hanya mengedarkan narkoba, kelompok El Causse juga banyak mengedarkan senjata api secara ilegal. Tentunya orang yang membeli senjata dari sindikat itu adalah para penjahat-penjahat kecil.


Bayangkan saja apa yang akan terjadi jika semua orang bisa memiliki senjata api dengan begitu mudahnya...


"Maka dari itu kita harus memberantas kelompok biadab itu secepatnya." Steven menutup penjelasannya yang panjang lebar itu sambil memukul meja dengan emosi.


Kemarahan yang terpendam selama bertahun-tahun bisa Aldo lihat dalam manik matanya yang membara akan dendam. Aldo tidak tahu apa yang dialami Steven, tapi yang pasti ini ada hubungannya dengan pembalasan dendam yang ia bicarakan ketika mereka berdua baru bertemu.


"Aku mengerti." jawab Aldo, ia tidak bermaksud mengungkit masalah orang lain.


Steven menghela nafas panjang sebelum dia memanggil seseorang untuk memasuki ruangan, mereka adalah 2 orang diantaranya adalah seorang wanita cantik berwajah datar dan dingin. Satunya adalah seorang pria tampan seumuran dengan Aldo.


"Mereka berdua adalah agen rahasia yang sudah terlatih sejak masih kecil di tempat ini, mereka telah memiliki banyak pengalaman bertempur dalam pertarungan langsung yang bisa merenggut nyawa mereka kapan saja. Kali ini kau akan menjalankan misi dengan mereka berdua." kata Steven memperkenalkan kedua orang tersebut.


Dilihat dari penampilannya saja Aldo sudah merasakan jika mereka berdua itu memiliki kemampuan yang cukup memadai.


*Setidaknya dengan bantuan mereka berdua bisa memudahkanku dalam menjalankan misi system* - pikir Aldo yang senang mendapatkan bantuan.


Tanpa pikir panjang Aldo mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya kepada dua orang rekannya, melihat itu sang wanita dengan tulus berniat menerima uluran tangan Aldo namun segera dihentikan oleh sang pria.


"Steven, apa maksudmu bekerja sama dengan orang biasa ini? Kami berdua saja sudah cukup untuk mengatasi kelompok rendahan seperti El Causse!" geram sang pria sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi, memperlihatkan kesombongannya dengan jelas.


"Jaga sikapmu di hadapan Aldo, Rey!" bentak Steven keras, namun itu tidak membuat pria bernama Rey tersebut takut.


"Memangnya kenapa? Apa kau meremehkan kemampuan kami berdua?"


"Jika kalian mampu maka seharusnya kalian bisa memberantas kelompok itu dari dulu sebelum mereka bisa sebesar sekarang."


"Apa kau bilang!"

__ADS_1


Dengan kesal Rey menghampiri Steven yang masih duduk di kursinya dengan santainya, setelah itu dia menarik kerah baju rapi Steven dan menariknya hingga dekat dengan wajahnya.


"Seharusnya kau sadar diri, kau hanyalah orang lemah di tempat ini yang memiliki kedudukan lebih tinggi dariku!"


"Hentikan sikap kekanak-kanakanmu itu, Rey!" sang wanita juga ikut bertindak dengan menyuruhnya untuk berhenti, namun itu juga belum cukup untuk menghentikannya.


"Apa kau juga ikut membela orang lemah itu, Scarlet?" bentaknya tak segan pada seorang wanita.


Wanita bernama Scarlet itu juga ikut geram ketika dibentak begitu saja oleh rekannya hingga membuat sepucuk kemarahan muncul dalam manik mata indahnya.


Bagaimanapun dia adalah bagian dari organisasi agen rahasia yang sudah terlatih dan memiliki kekuatan yang jauh melampaui orang normal meskipun ia adalah seorang wanita.


Scarlet ingin ingin segera bertindak, namun Aldo sudah terlebih dahulu bergerak dan mencengkeram lengan Rey dengan sedikit erat. Rey melototkan matanya kearah Aldo, memperlihatkan kemarahan yang jelas di manik matanya.


"Singkirkan tangan busukmu dari lenganku..." ucap Rey dingin namun tidak membuat Aldo gentar, malahan Aldo semakin mencengkram lengannya lebih erat dari sebelumnya.


"Tch!"


Rey berdecak kesal ketika ia bisa merasakan rasa sakit yang menjalar dari lengannya akibat cengkraman kuat Aldo, rasa sakit yang amat panas dan rasanya bisa mematahkan tulang lengannya.


Namun bukannya menghilangkan emosi pria sombong itu, yang ada malah ia semakin membenci Aldo yang secara tidak langsung sudah mengalahkannya.


"Sebaiknya kau memperbaiki sifat burukmu itu sebelum kita menjalankan misi, Rey..." ujar Scarlett pelan namun sangat menusuk jantung Rey.


Aldo, Steven, Scarlet, beserta Iris kemudian pergi meninggalkan ruangan dengan Rey di dalamnya yang masih diam mematung mendengar perkataan Scarlett.


Bukan hanya perkataan Scarlet, namun kekuatan cengkraman Aldo juga sempat membuatnya tertegun.


Pria itu mengangkat lengannya dan menatap tempat dimana lengannya di cengkram oleh Aldo sebelumnya. Terlihat Area itu sudah memerah berbentuk cengkraman tangan Aldo, yang membuat pria itu semakin murka adalah tangannya bergetar pertanda ketakutan.


"Siapa sebenarnya orang itu...." gumamnya pelan.


...

__ADS_1


...


...


Disisi lain rombongan Aldo merasa lega karena akhirnya berpisah dengan Rey yang terkenal sebagai pengacau, mereka berempat melanjutkan pembahasan seputar kelompok El Causse sambil berkeliling di gedung yang sangat luas itu.


Beberapa informasi penting mengenai kelompok itu dibahas oleh Steven dengan cukup detail, itu adalah informasi yang berharga bagi Aldo dan Scarlet yang ingin melawan mereka.


"Kurasa sampai disana saja informasi mengenai kelompok El Causse yang bisa aku sampaikan, selanjutnya kalian akan mulai bergerak untuk menyusup ke markas mereka melalui salah satu tempat yang menjual senjata ilegal." kata Steven mengakhiri tutur panjangnya.


"Sebaiknya kita lakukan sekarang juga karena waktuku di negara ini tinggal beberapa hari saja. Setelah itu maka aku akan pulang ke negaraku." balas Aldo.


Steven menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu silahkan ikut aku ke ruang penyimpanan senjata."


Steven kemudian menuntun Aldo, Scarlet, dan Iris ke sebuah ruangan tempat dimana para pasukan khusus berlatih menggunakan berbagai macam senjata api.


Itu adalah ruangan berbentuk persegi panjang dengan banyak target tembak yang berbentuk beberapa lingkaran mirip papan target panah.


Beberapa target diletakkan di kejauhan yang berbeda sementara beberapa target di desain bisa bergerak kanan kiri ataupun atas bawah. Tentunya itu adalah target tembak tersulit.


"Silahkan pilih senjata sesukamu." kata Steven mempersilahkan Aldo memilih sendiri senjata yang dia inginkan.


Di dinding ruang pelatihan terpajang begitu banyak jenis senjata api yang disesuaikan dengan kategorinya masing-masing. Misalnya kategori Pistol, Shotgun, Sniper, Assault Rifle, Machine Gun dan lain sebagainya.


Aldo berjalan menelusuri sederet senjata api dengan kategori Pistol hingga dia menemukan sebuah pistol yang cukup menarik minatnya karena sering dia lihat di berbagai film action.


Itu adalah Desert Eagle, Pistol paling mematikan buatan pabrikan senjata Israel. Senjata ini begitu terkenal sehingga sering ditampilkan pada film-film bergenre action.


Dijuluki sebagai Prestige Resolve in the World, Desert Eagle dilengkapi peluru magnum yang dapat menusuk sekaligus menciptakan ledakkan pada target.


Dengan panjang laras 260 mm dan berat 1,6 kilogram membuat senjata ini cocok digunakan oleh orang dewasa seperti Aldo...


[Ilustrasi Scarlet]

__ADS_1



__ADS_2